Total Pageviews

Showing posts with label Melahirkan. Show all posts
Showing posts with label Melahirkan. Show all posts

Sunday, September 19, 2021

Apa Saja Yang Perlu Dibawa Saat Melahirkan


Saat hamil adalah saat yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Apalagi kalau bayi tersebut adalah bayi pertama, orangtua pasti sangat exited. Semakin dekat dengan proses kelahiran, tentu semakin banyak yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kehadiran sang bayi, salah satunya adalah persiapan barang-barang atau perlengkapan yang akan dibawa ke klinik/bidan/RS pada saat proses melahirkan nanti. Karena semua masih pertama, mungkin ayah bunda juga masih bingung apa saja yang perlu dipersiapkan atau dibawa pada saat proses bersalin nanti.

 

Ini dia daftar yang perlu dibawa :

 

1. Surat-surat yang dibutuhkan

a. Buku KIA. Buku ini biasanya didapat saat cek kehamilan pertama kali di bidan/klinik. Berisi data kesehatan bunda dan bayi sampai nanti berusia lima tahun. Buku ini sebaiknya disimpan dengan baik karena datanya akan tetap dipakai pada saat anak masuk Sekolah Dasar.  

b. FC KTP ayah bunda

c. FC KK

d. Kartu jaminan kalau punya, termasuk kartu BPJS. Saat hamil, jika belum punya, biasanya bunda disarankan untuk membuat BPJS.

 

2. Pakaian Bayi

a. 10 buah baju

b. 1 lusin popok kain. Jika bunda memilih langsung memakaikan popok sekali pakai dan bukan popok kain, pilih ukuran yang khusus untuk bayi baru lahir, New Born.

c. Gurita. Saat ini banyak yang sudah tidak menyarankan memakai gurita.

d. 4 pasang kaos kaki dan kaos tangan.

e. 2 buah topi bayi/kupluk.

f. 2 Selimut.

g. 4 buah kain bedong

h. Sabun mandi bayi, produk yang bisa sampoo sekaligus sabun adalah pilihan yang bagus.

i. Handuk bayi dan washlap.

j. Minyak telon.

k. Gendongan bayi untuk digunakan saat pulang dari klinik.

 

3. Perlengkapan Ibu

a. 5 Baju ganti. Pilih daster yang nyaman yang mempunyai kancing depan untuk mempermudah proses menyusui.

b. 1 setel baju yang rapi yang akan dipakai saat pulang nanti.

c. 10 buah celana dalam.

d. 1 pak besar pembalut. Pilih yang maxi atau yang untuk malam hari.

e. Stagen

f. Kain jarik yang biasanya dipakai alas saat melahirkan, dan beberapa kain tambahan untuk basahan/lap (darah) yang nanti akan dibuang. Pihak klinik kadang meminta kain ini dari pasien.

g. Sisir, kuncir rambut, make up yang diperlukan.

h. Sabun mandi, shampoo

i. Handuk

j. Sandal yang nyaman. Sandal jepit untuk ke kamar mandi dan sandal/sepatu untuk pulang nanti.

 

4. Perlengkapan tambahan

a. Kendil (tempat untuk menyimpan ari-ari bayi), kadang-kadang sudah disediakan klinik.

b. Plastik ekstra untuk baju kotor.

c. Baju ganti ayah jika diperlukan. Tapi biasanya ayah tidak membawa baju ganti karena biasanya dia akan pulang atau bergantian berjaga dengan anggota keluarga yang lain.

d. Makanan dan minuman sehat.

e. Payung untuk memayungi bayi pada saat pulang nanti.

 

Banyaknya barang sebenarnya tergantung pada akan berapa lama kita berada di klinik. Pada umumnya untuk kelahiran normal, ibu dan bayi akan menginap selama tiga hari untuk kepentingan observasi kesehatan. Bila ditemukan masalah kesehatan pada ibu atau bayi, maka akan dirawat lebih lama lagi.

 

Baca juga : Rahasia awet muda

 

Siapkan barang-barang tersebut di tas yang berbeda untuk ibu dan bayi. Hal itu untuk mempermudah ibu dan bidan dalam mencari barang yang diperlukan.

 

Tempatkan tas tersebut di tempat yang mudah dijangkau dan ditemukan oleh semua anggota keluarga di rumah. Sampaikan kepada semua anggota keluarga bahwa tas tersebut yang akan dibawa pada saat ke klinik nanti, agar jika pada saatnya tiba semua orang bisa langsung mengambilnya.

Jika anda berencana membawa mobil pribadi, maka anda bisa meletakkan tas tersebut di dalam mobil 2 minggu sebelum HPL.

 

Baca juga : bagaimana-cara-mengubah-hobi-menjadi cuan

 

Beberapa orang menambahkan alat ibadah untuk dibawa. Jika bunda muslim, setelah melahirkan bunda memasuki masa nifas. Di masa ini bunda tidak diwajibkan untuk sholat. Untuk ayah, mungkin bisa membawa sajadah tapi biasanya juga sudah ada di mushola klinik.

 

Kapan sebaiknya anda mulai mengepaknya ke dalam tas. Jika kehamilan anda sehat dan lancar, sebulan sampai dua minggu sebelum HPL adalah waktu yang cukup untuk mempersiapkannya. Hal ini juga bisa membantu kita jika ternyata ada barang lain yang perlu ditambahkan. Untuk kehamilan yang beresiko mungkin bisa lebih awal lagi.

 

Nah…Bunda…. Selamat menjemput kehadiran dede bayi ya…. stay save, stay health and stay happy… 

 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

  

Friday, April 1, 2011

Hypnobirthing Terapi Sendiri untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan


hamil,cara mengurangi sakit saat melahirkan,terapi ibu melahirkan,Melahirkan,melahirkan tanpa rasa sakit,terapi mandiri,terapi ibu hamil,kehamilan,hypnobirthing,lahiran,
Yua

Mengandung... Melahirkan... memiliki anak adalah suatu kebanggaan bagi kaum wanita. Tapi rasa sakit saat melahirkan? Wha.... Nggak ku..ku...

Pada saat melahirkan anak pertama, flek keluar jam 4 pagi. Jam 8 malam masuk kamar bersalin. (Suami nggak ikut masuk, mungkin takut atau nggak tega kali ya... juga dilarang masuk sama bidannya).  Pada saat proses melahirkan tersebut, seperti pada umumnya wanita melahirkan, aku merasakan sakit yang teramat sangat, sampai-sampai menjerit-jerit histeris di kamar bersalin... Ya Allah... Ya Allah.... terus saja aku jeritkan pada saat konstraksi melilit. Untunglah (kata orang2) proses melahirkan anakku itu terbilang cepat dan lancar. Jam 23.15 lahirlah putri cantik pertamaku. (Tapi... kadang-kadang tetap saja aku merasa malu kalau ingat hal itu...). 

Berbekal pengalaman pertama itu, pada saat hamil anak ke dua, aku mulai rajin mencari-cari info soal mengurangi sakit pada saat melahirkan. Akhirnya aku menemukan artikel Hypnobirthing. 

Hypnobirthing adalah suatu bentuk terapi alternatif yang secara holistik membantu ibu untuk rileks, tenang dan tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya. Dilakukan dengan menanamkan sugesti ke otak mengenai hal-hal positif saat proses persalinan. Misalnya bahwa proses melahirkan itu adalah hal yang sangat alami yang dialami oleh wanita, proses melahirkan itu tidak menyakitkan, jutaan wanita di seluruh dunia bisa melewatinya... aku pasti juga bisa, dll. 

Anda mungkin berfikir bahwa hal itu hanya bisa dilakukan jika kita berada di kelas-kelas dibantu para terapis. Bagaimana jika kita terbentur masalah waktu, jauhnya tenaga terapis, atau mungkin biaya? Saya melakukannya sendiri dirumah, di tempat kerja, di mana saja saya berada setiap saat setiap waktu. 

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:
  • Menanamkan sugesti positif
Tanamkan pada otak dan pikiran kita bahwa mengandung, melahirkan, dan memiliki anak adalah hal yang sangat membanggakan. Proses melahirkan itu adalah hal yang sangat alami yang dialami oleh wanita, proses melahirkan itu tidak menyakitkan, jutaan wanita di seluruh dunia bisa melewatinya... aku pasti juga bisa.
  • Melatih pernafasan
Sering-seringlah berlatih mengatur pernafasan. Tenangkan pikiran, tarik nafas dalam, hembuskan perlahan-lahan. Hal ini juga bisa dilakukan pada saat anda mengalami konstraksi.
  • Mendengarkan Musik 
Mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan, misalnya musik klasik, atau musik lain yang anda sukai yang membuat anda merasa senang dan nyaman.
  •  Berdoa
Tentu ini adalah yang terpenting. Berdoa kepada Allah agar kita diberi kekuatan, kelancaran, kemudahan dan kesehatan saat melahirkan nanti.


Hal-hal tersebut terus aku praktekkan selama aku hamil. 

Pada saat itu HPL masih kurang 2 minggu lagi, cuti hamilku pun masih minggu depan. Pulang kerja aku tetap beraktifitas seperti biasa. Tiba-tiba jam 8 malam aku mulai merasakan konstraksi. Suamiku  mengajak aku untuk segera ke bidan, tapi aku masih tenang-tenang saja di rumah, aku pikir aku baru akan melahirkan paling tidak besok siang, pengalaman rentang waktu melahirkan pada anak pertama. Pada saat terasa konstraksi, aku hanya mengatur nafas, tarik nafas dalam, hembuskan, sambil terus mencamkan di otakku, ini tidak sakit. Alhasil, rasa sakit jauh berkurang, suami dan anakku tetap bisa tidur nyenyak. 

Jam 12 malam, pada saat kami semua terlelap, tiba-tiba pecah ketuban, aku langsung membangunkan suami, memintanya membangunkan ibuku untuk menemaniku dan memintanya memanggilkan bidan untuk datang ke rumah, karena kalau aku yang ke sana rasanya sudah tidak mungkin. Hujan gerimis tengah malam suamiku mendatangi bidan langganan yang tak jauh dari rumah. Bidan nggak bisa datang dengan alasan tidak ada peralatan (hah... mengherankan ya... atau mungkin takut dijemput laki-laki tengah malem saat gerimis... hiii...). Klinik tutup, pun demikian halnya puskesmas yang letaknya berdekatan semua. Akhirnya suami pulang ke rumah dengan tangan kosong. Sampai di pintu kamar, kepala bayi sudah nongol, suami dan ibuku “nampani” bayi (apa ya Bahasa Indonesia-nya yang tepat). Jadilah jam 00.15 WIB bayiku lahir. Langsung diselimuti suamiku sampil menunggu dokter yang dijemput mertua datang. Aku terus saja berucap alhamdulillah, bayiku lahir dengan cepat, lancar dan selamat, sedangkan aku sendiri dalam keadaan sadar penuh dan tetap tenang. Sampai-sampai aku terheran-heran sendiri, begitu cepat dan mudahnya proses ini, mungkin cuma 5 kali aku mengejan, bayi lahir. Seperti mimpi saja. Melahirkan di rumah, tanpa bidan, hanya dibantu suami dan ibu... dan alhamdulillah semua lancar..... Jam 01.00 Dokter yang dibawa mertuaku baru datang (dan ternyata bukan dokter kandungan... tapi dokter umum yang canggung menghadapi ibu-ibu melahirkan... whalah...).
 
Baca juga : Rahasia awet muda

OK moms.... mungkin itu saja yang bisa aku bagi. Tapi aku berharap tulisan kecil ini akan banyak membantu ibu-ibu dalam menghadapi persalinan. Oh ya... selama hamil aku tetap beraktifitas seperti biasa. Kerja di kantor, nyuci baju, berkebun, bersih-bersih rumah, sampai ngangkutin batu sisa gempa. Kata dokter, aktifitas juga bisa memperlancar proses melahirkan. Jadi jangan pakai alasan hamil untuk bermalas-malasan ya... ya asal hati-hati saja. Aku juga tetap bisa makan apa saja seperti biasa. Ada yang bawain peuyem (gimana tulisan yang benar ya?) aku ikut makan, musim durian, makan juga... Nggak ada pantangan, asal tidak berlebihan saja... Ok moms... Sukses ya....

Sekarang yang terus aku ucapkan adalah... BANGGANYA JADI SEORANG IBU....

hamil,cara mengurangi sakit saat melahirkan,terapi ibu melahirkan,Melahirkan,melahirkan tanpa rasa sakit,terapi mandiri,terapi ibu hamil,kehamilan,hypnobirthing,lahiran,
Ran Ka & Yua