Total Pageviews

Showing posts with label woman talk. Show all posts
Showing posts with label woman talk. Show all posts

Tuesday, January 21, 2025

Adab dan Totokromo Anak, Tanggung Jawab Siapa?

 Adab dan Totokromo Anak,Tanggung Jawab Siapa?, parenting, woman talk, adab, sopan santun, woman power, budaya, pendidikan anak usia dini,

 

Suatu sore, saat mengantarkan anakku TPA, seorang anak datang membawa tumpukan buku, menghampiri ibu ustazah (yang sedang dalam posisi duduk lesehan dengan meja pendek), dia berdiri sambil menyodorkan tumpukan buku itu, kemudian berkata, "Buk, iki bukune wis tak urutke, rasah diwalik." 

Artinya dia bilang, "Bu, ini bukunya sudah aku urutkan, nggak usah dibalik. (mengacu untuk urutan antrian baca buku Iqro'/Ummi).

Aku yang melihat dan mendengar, reflek menutup mulutku yang ternganga...hah... 

Bukan hanya karena bahasa dia yang kasar, tapi juga karena posisi dia yang sambil berdiri, dengan satu tangan dan posisinya yang seolah "menantang" bu ustazahnya... Arogan...

Aku heran... ni anak nggak diajari sopan-santun orang tuanya kah?

Mungkin bagi sebagian orang yang ada di tempat itu (ada beberapa orangtua yang sedang mengantar juga), hal itu dianggap biasa. Tapi bagiku, itu sangat menganggu otakku.

Anakku sendiri, Yui, 6th, setiap TPA selalu aku ingatkan, "ngasih bukunya sambil duduk ya, pake tangan kanan. Kalau sudah selesai baca, salim sama semua Bu ustazah." Duduk anteng waktu nunggu giliran (anak-anak lain, main, lari-larian).

Ada temannya Yua, anak SMP, bilang ke ibuknya..."Kowe ki lho Bu...bla..bla..bla... 

Dalam bahasa Jawa, kata Kowe, kamu, itu kasar jika digunakan untuk orang yang lebih tua. Nggak ada sopannya, nggak hormatnya.

Ada anak yang ditegur orang lain, eh malah dia mukulin ibunya...Aku sama suami sudah saling pandang-pandangan.... Kata ibunya... biarin saja... dia memang biasa gitu... Haduh... tepok jidat saja

****

Menurut aku, orang tua adalah pihak pertama yang harus bertanggung jawab atas pendidikan adab dan sopan-santun anak. Jika sejak kecil, dari rumah anak sudah terbiasa berlaku sopan ke orang tua dan saudaranya, dia juga akan lebih mudah berlaku sopan di luar rumah.

Untuk belajar membaca, kita mungkin masih bisa mengandalkan guru di sekolah, atau guru les. Belajar mengaji, walaupun sebenarnya orang tua juga bisa, kita mungkin lebih memilih mengantar anak untuk belajar mengaji kepada ustad/ustazahnya. Tapi untuk belajar budi pekerti, itu tanggung jawab orang tua yang utama.

Kan di sekolah diajarkan juga. Kalau jaman dulu sih, pendidikan moral. Iya... memang di sekolah juga diajarkan budi pekerti, tapi tetap saja peran orang tua di rumah yang harus diutamakan.

Sering bersliweran di sosmed, video tentang seorang ibu yang meminta kursi seorang laki-laki di pesawat karena anaknya minta duduk di dekat jendela milik laki-laki tersebut. tetapi si laki-laki menolak dan dia berkata bahwa anak ibu itu seharusnya belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa didapatkan. "Really...???!!!" kata ibunya.

Banyak orang yang menghujat laki-laki itu karena dianggap tidak berempati, karena tidak mau mengalah kepada anak kecil. Kalau aku justru mendukung laki-laki itu. Pertama memang karena kursi di pesawat memang sudah sesuai dengan manifest penumpang, sudah tercatat pemiliknya, dan kalau si ibu menginginkan anaknya duduk di sebelah cendela, dia harusnya pesan tempat itu jauh-jauh hari. Dan yang kedua memang benar katanya bahwa si anak harus belajar bahwa tidak semua keinginannya akan dia dapatkan. Dia harus belajar bahwa semua di dunia ini ada aturan-aturannya.

Sama ketika ada cerita di sosmed juga, tentang seorang anak yang tiba-tiba menghampiri tas seorang wanita dan menginginkan gantungan kunci yang ada di tas tersebut. Dia merengek-rengek dan ibunya juga ikut tantrum karena si embak nggak mau ngasih gantungan kunci itu. Si ibu menyalahkan si embak karena anaknya jadi tantrum gara-gara menginginkan barang miliknya. Sementara si embak kekeuh nggak mau ngasih karena itu barang kesayangan dia dan dia bilang bahwa kebahagiaan anak ibu bukan tanggung jawab saya.

Buat aku benar sekali si embak itu. Bahwa kita harus mempertahankan barang milik kita, kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab kita. Dan si ibu harusnya juga bisa mendidik anaknya (dan juga dirinya sendiri) bahwa setiap orang harus menghormati hak milik orang lain.

Baca juga : Doa-mendapatkan-jodoh-yang-terbaik

Di atas adalah beberapa contoh, bahwa penting bagi orang tua menjadi sumber ilmu yang pertama dan utama untuk anak-anaknya, terutama untuk adab dan sopan santun. 

Apalagi aku sebagai orang Jawa, walaupun tidak selalu menggunakan bahasa Jawa di rumah untuk anak-anakku, tetapi aku tetap berusaha mengajarkan adab dan sopan santun budaya Jawa untuk anak-anakku.


***

Please komen dan share yaa.... Biar aku tahu bagaimana respon kamuuuu....

Tuesday, October 29, 2024

Broken Home ... So What Gitu Lho...? Part 2

pernikahan, broken home, parenting, kisah, rumah tangga, keluarga, woman talk,woman empowering,woman power,woman support,

 

Pada suatu masa....datanglah kepadaku seseorang....dia berkata... Mbak, aku seperti ini apakah karena hasil didikan orangtuaku dulu opo yo...? btw usianya sudah hampir 30th.

Dia beberapa kali datang ke rumah, berkeluh kesah tentang drama pecintaannya, yang sebenarnya aku dan suamiku sudah sering memberikan saran yang sama, tetapi dia tetap saja kembali ke jalan itu. 

Ada lagi orang lain, dia berkeluh kesah dia menjadi seperti ini karena dulu ibunya bla..bla..bla... Saat ini dia menjadi single parent dengan satu orang anak. 

***

Saat kamu masih anak-anak, masih remaja, mungkin orang lain bisa menyalahkan orang tuamu karena bagaimana cara dia mendidikmu.

Tapi pada saat orang sudah dewasa, maka kita sudah mempunyai bekal pemikiran dan pengalaman yang cukup untuk membuat kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijaksana yang bisa kita pertanggungjawabkan sendiri.

Ketika kamu bilang, "aku seperti ini kan karena didikan orang tuaku dulu..."

Oh tidak sayang.... kamu sudah dewasa, kamu sudah bisa berfikir, kamu sudah bisa membedakan baik buruk, benar salah, kamu sudah harus bertanggung jawab atas semua keputusanmu. Semua keputusanmu adalah tanggung jawabmu sendiri.

Kalau kamu masih menyalahkan orangtuamu atas didikannya kepadamu dahulu, itu sebenarnya adalah egomu yang ingin menang sendiri, ingin melimpahkan kesalahanmu ke orang lain, cuci tangan... 

Terus... aku harus bagaimana....

Saat kamu berasal dari keluarga broken home, perasaan marah dan kecewa dan juga sakit hati kepada orang tua, itu pasti ada. Tapi seiring bertambahnya usiamu, kamu seharusnya juga bisa mawas diri. 

Saat dirimu gagal berumah tangga, bukan berarti kamu juga harus gagal menjadi orang tua.

Saat ini posisimu bukanlah tentang bagaimana aku, tapi bagaimana anak-anakku.

Untuk bisa memikirkan bagaimana anakku, selesaikan dulu "dirimu."

Orang yang telah "selesai" dengan diri sendiri, akan bisa lebih "menyelesaikan" masalahnya dengan anaknya.

Dulu sewaktu aku tahu bapakku menikah lagi, tentu saja hancur hatiku, kecewa. Tapi aku melihat ibuku orang yang kuat, tidak pernah meninggalkan anak-anaknya, selalu berusaha sekuat tenaga untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar anak-anaknya, membuat aku juga bisa melalui masa itu.

Seiring bertambahnya usia, aku semakin bisa menerima bahwa, oh iya... setiap keluarga pasti punya permasalahannya sendiri-sendiri. Setiap pasangan pasti punya alasannya sendiri-sendiri kenapa dia begini, kenapa dia begitu. Aku hanya perlu memposisikan diriku di luar mereka, membiarkan mereka mencari jalan keluar mereka sendiri, sedangkan aku bisa mencari jalanku sendiri tanpa merugikan mereka.

Ketika aku sadar berasal dari keluarga broken home, maka yang menjadi tujuanku adalah bagaimana aku bisa berdamai dengan diri sendiri, urusan orang tua biarlah menjadi urusan mereka, aku harus bisa berjuang untuk hidupku sendiri, menjadi pribadi yang positif.

Setelah menjadi orang tua, aku harus bisa menciptakan bagaimana membuat lingkungan yang baik untuk anak-anakku. Menjadikan diriku sebagai sumber ilmu, sumber informasi dan juga guru bagi anak-anakku. 

Kamu sih enak, ada suami yang menanggung kamu, aku kan single parent...

Ok. Maka aku akan melihat bagaimana aku dibesarkan oleh seorang single parent yang pendidikannya hanya sampai kelas 5 SD, yang bisa mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang yang "lurus-lurus saja." tidak seperti anak-anak yang ditempeli label produk broken home yang lainnya.

Jika menjadi single parent, bukankah seharusnya kamu justru fokus bagaimana kamu mendidik anakmu. Jika kau memikirkan dirimu sendiri, aku kan butuh hiburan...!

Sesungguhnya anak yang ada di depanmu itulah sebaik-baiknya hiburanmu. Jika kau menjaganya dengan benar, jika kau mendidiknya dengan benar, maka dia akan menjadi pengobat lukamu, dialah yang akan menjadi kekuatanmu. 

Jika kau menjadi single parent, bukankah seharusnya itu menjadi acuanmu untuk bisa membawa energi positif untuknya. Jangan sampai dia menjadi korban keegoisanmu, kemarahanmu. 

Jika kamu beralasan, aku seperti ini karena didikan orang tuaku dulu, maka jangan sampai anakmu mempunyai alasan yang sama terhadapmu.

Broken home boleh saja terjadi, karena itu mungkin jalan terbaik untuk kalian berdua (menurut kalian), tapi jangan sampai kalian menciptakan "broken Kid" karena keegoisan kalian.

Menurutku, selama mantan pasangan kita itu bukan seorang yang ringan tangan, pelaku KDRT, atau bukan seorang pedofil, maka dia tetap berhak terhadap anaknya, berhak bertemu anaknya dan tetap berkewajiban ikut serta mendidik anaknya, jika dia ayahnya, maka dia tetap wajib memberikan nafkahnya. 

Bagiku, jika seorang ibu atau ayah tidak diperbolehkan menemui anaknya, maka sebenarnya itulah adalah keegoisan orang tua. Biarkan anak tetap mengenal masing-masing orangtuanya dengan cara dia sendiri. Toh saat dia besar nanti, dia akan bisa menilai sendiri bagaimana orang tuanya. 

Jika kita berasal dari keluarga broken home atau kita sendiri pelaku broken home, maka jangan sampai kita mewariskan semua kemarahan dan kekecewaan itu ke anak kita.


Bagi aku, istilah broken home itu tidak ada, yang ada adalah "perjalanan"


Part 1 ada di Link berikut yaa...  

https://iwitwijirahayu.blogspot.com/2011/04/broken-home-so-what-gitu-lho.html


Saturday, June 1, 2024

Kutukan Orang Cantik


Cantik, kecantikan, beauty, beautiful, iwitwijirahayu.blogspot.com, parenting, woman talk, empowering,

Hari ini aku baru saja mendapatkan curhatan dari seseorang yang sudah sepuh, usianya sekitar 70 tahun. Beliau menceritakan tentang masa mudanya kepadaku.

Di masa mudanya, beliau memanglah sangat cantik, aku pernah melihat foto masa muda beliau. sampai sekarang pun masih terlihat sisa-sisa kecantikan beliau.

Setelah menikah, dia tinggal bersama keluarga suaminya. Di rumah mertua itu dia tinggal bersama bapak ibu mertua dan kedua adik suaminya, kemudian ditambah dengan seorang anaknya. Sementara suaminya bekerja di luar pulau dan baru pulang setelah beberapa bulan. Kiriman uang dari suaminya langsung diberikan ke ibu mertua, itu pun karena keterbatasan akses, gaji baru bisa dikirimkan setelah setangah tahun atau bahkan satu tahun sekali.

Dia sebenarnya ingin melanjutkan kuliah, tapi karena banyaknya adik-adiknya dan suaminya yang jauh, akhirnya harus pupuslah keinginannya untuk kuliah.

Untuk mendapatkan uang tambahan, akhirnya dia membuat barang kerajinan dari rumah yang dia setorkan ke lokasi yang agak jauh, Kemudian beliau berganti usaha menjual keripik yang dia setorkan ke kantin-kantin kampus yang lokasinya ada di dekat rumah. Beliau bisanya mengantar dengan sepeda atau bahkan berjalan kaki, kadang-kadang sambil mengajak anaknya. Karena harus berkeliling mengantarkan dagangan itulah makanya beliau menjadi agak lama keluar rumah.

Semua usaha beliau itu akhirnya harus berhenti. Kenapa? Karena beliau masih muda, berwajah cantik dan jauh dari suami. Hal itu yang akhirnya menyebabkan bermunculan suara-suara sumbang baik dari dalam rumah maupun dari luar rumah tinggal beliau. 

Di samping itu, mertua dia yang diberi mandat oleh suaminya untuk menjaganya, juga memberi andil kenapa dia sebisa mungkin lebih sedikit keluar rumah. Untuk menghindari fitnah.

Niat yang ingin menambah penghasilan sendiri, yang gaji dari suami juga tidak dia pegang sendiri, akhirnya harus berhenti karena kecantikannya. 

Orang-orang bilang, "lha kamu enak, kamu cantik." "Tidak, justru karena cantik ini yang justru menghalangiku."

Beliau bercerita seperti itu sambil menitikkan air mata. Aku sendiri, merasa relate dengan cerita beliau. Jatuhlah air mata ini untuk beliau.... dan untuk diriku sendiri.

----------

Kecantikan memang bisa mempermudah urusan, tapi kecantikan juga lah yang justru bisa menjadi kutukan.

Artis Merlyn Monroe, cantik dan tenar, dia sulit mendapatkan cinta sejatinya justru karena kecantikannya.

Artis Cha En Wo, jika anda penyuka drama Korea pasti tahu. Suatu saat, pada saat diwawancarai, dia sampai menangis. Dia bilang, dia ingin menikah, dia ingin sepulang kerja ada orang yang bisa dia percaya yang dia bisa cerita apa saja tanpa merasa malu, berbagi cerita tentang hal-hal yang sepele atau yang memalukan tanpa merasa khawatir, berbagi cerita kepada istrinya. Tapi sepertinya dia kesulitan untuk mendapatkan pasangan yang tulus mencintainya, justru karena wajahnya yang terlalu tampan dan ketenarannya.

-----------

Aku sering menyampaikan ke anak-anakku, di mana mereka semua adalah perempuan, yang kelak akan menjadi seorang istri. Ya... mereka bertiga semua cantik.

Sebelum kalian menikah, carilah ilmu setinggi-tingginya. Bermainlah sejauh-jauhnya, bekerjalah apa saja yang kalian mau. Kalian bebas melakukan apa saja selama kalian bisa mempertanggungjawabkan apa yang kalian lakukan. Perkayalah wawasanmu, perbanyak temanmu,

Nggak usah minder kalau kalian tidak terlalu cantik. Kalian sudah cukup cantik. 

Manfaatkan masa muda kalian dengan sebaik-baiknya.

Di awal kalian lulus sekolah/kuliah, bekerjalah di mana saja yang menghasilkan uang. Hal yang penting adalah bekerja apa saja untuk menghasilkan uang. Jangan bilang itu bukan minatmu. Kerjakan apa saja yang penting baik dan halal.

Sambil bekerja kalian bisa mengambil ilmu dari tempat kerja kalian, baik itu marketing, manajemen atau psikologi karyawan. Belajarlah dari bos kalian bagaimana dia menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Selama kalian belum lulus sekolah, mulai sekarang (yang sebenarnya kami sebagai orangtua sudah mengajarkan mereka) membantu merintis usaha apa yang bisa mereka kerjakan, misalnya membuat buket, membuat souvenir dll, yang kelak bisa kalian kerjakan di masa-masa luang, atau justru bisa membuat side bisnis yang menjanjikan tanpa harus terikat jam kerja menjadi karyawan oranng lain, bisa menjadi bos untuk diri sendiri.

Kenapa? Karena saat kalian menikah nanti, belum tentu suami kalian akan mendukung impian-impian kalian. Bahkan mungkin setelah menikah, suami kalianlah yang justru mematikan impianmu. Mungkin suamimu posesif yang tidak ingin istrinya dilihat orang lain.

So, mulailah merintis bisnis kalian sedari sekarang sejak kalian masih sekolah. Kejarlah impian-impian kalian sebelum kalian menikah.

Karena setelah menikah, justru kecantikan kalian itulah yang mungkin akan membunuh impianmu.

Beauty - Jealousy -  Incredulity

Beauty - Fervency

Tuesday, October 24, 2023

Rahasia Awet Muda

 


Rahasia awet  muda, parenting, woman talk, woman empowering, iwitwijirahayu.blogspot.com
Bareng anak ke-dua

 

Di suatu pagi yang cerah, saat sedang menyapu halaman, melintaslah salah seorang tetanggaku. Kebetulan rumahku memang di tepi jalan kampung, dengan sawah di seberangnya, menyusul pemandangan perbukitan seribu di sejauh mata memandang. Nyaman untuk jogging, sepedaan atau sekedar jalan-jalan di pagi atau sore hari…

 

Dia menyapa dengan antusias…”Hai mbak Iwit…. awet muda bangeeeeeeeet….!!!” Aku yang umur 44th dengan 3 anak ini mendengarnya otomatis langsung tersenyuuuuuuuuum lebar… “Haaaiiii……. heh??? Ha...ha…ha…!!!” kataku sambil terbengong-bengong tapi berbunga-bunga di dalam hati…. Siapa coba emak-emak yang nggak seneng dikatain awet muda….

 

Rahasia awet  muda, parenting, woman talk, woman empowering, iwitwijirahayu.blogspot.com, kampung, desa, pemandangan
View depan rumah

Aku merasa cukup beruntung dapet lotre genetik dengan tampilan sedikit lebih muda dari orang-orang seumuranku. Sejak awal menikah pun orang-orang mengiranya aku lebih muda dari umur realku. Alhamdulillah.

 

Selain anugrah genetik, menurutku ada beberapa hal yang bisa membuat kita bisa tampak lebih muda. Berikut yang aku terapkan untuk diri pribadiku:

 

1. Pilih suami yang tepat.

Serius??? Tentu saja. Jodoh memang di tangan Tuhan. Tapi sebagai manusia kan kita tetap harus berusaha mencari yang terbaik dong. Kenapa harus memilih suami yang tepat. Karena setelah menikah, berumah tangga, sumber stress terbesar dari seorang wanita bukanlah dari anak. Porsi penyebab stress terbesar adalah dari pasangan kita (suami/istri).

 

Ketika kita bisa mendapatkan pasangan yang tepat, yang bisa saling mendukung dan bekerjasama, bisa saling menghargai dan menghormati, hal itu akan membuat resiko stress kita berkurang. Ada masalah apapun, saat suami istri saling mendukung, akan lebih mudah melaluinya.

 

Ketika suami istri bisa bekerjasama dengan baik, maka akan bisa mendidik anak-anaknya dengan lebih baik, bisa mengurangi stress dan bisa memberikan yang lebih baik dalam mendampingi anak.  

 

Suami yang tepat juga akan memberikan kita ruang gerak yang cukup untuk merawat diri kita sendiri.

 

Rahasia awet  muda, parenting, woman talk, woman empowering, iwitwijirahayu.blogspot.com, kampung, desa, pemandangan
Mas suami

Bagaimana jika pasangan kita justru membuat kita stress dan merasa sudah tidak bisa bekerjasama lagi? Instropeksi diri dulu. Mungkin memang kita dan pasangan harus saling instropeksi diri dan saling memperbaiki diri bersama-sama. Tapi seandainya sudah mentok, tidak bisa diperbaiki, mohon maaf ya… pada kenyataannya banyak singgle parent yang justru bisa hidup lebih bahagia dibandingkan saat dia masih bersama pasangannya dulu.    

 

2. Atur pola pikir, managemen otak dan hati.

Selain suami (yang bisa jadi) sebagai sumber stress, pola pikir kita sendiri bisa menjebak kita ke dalam lingkungan stress. Setiap ada masalah, memikirkannya sampai super stress. “Opo-opo dipikir jero,” kata orang Jawa. Setiap orang memang pasti punya masalah. Kalau aku, saat kita sudah mentok dan tahu belum ada jalan keluarnya… lepaskan dulu… biarkan dulu, nanti pada masanya juga akan nemu jalannya.

Kalau perlu, tempelkanlah di cermin kita tulisan “Ini semua akan berakhir.” Sehingga kita selalu ingat, ketika kita ditimpa masalah, kita tahu bahwa pada masanya ini akan berakhir. Begitu pula pada saat kita mendapat kebahagiaan, kita akan mensyukurinya pada saat ini karena tahu ini juga akan berakhir. Jadi nikmati masa-masa indah ini dengan sebaik-baiknya.

 

3. Jauhi lingkungan toxid.

Ada tetangga yang cerita, dia nggak nggak mau menyekolahkan anaknya di lingkungan sekitar, dia mau menyekolahkan anaknya di tempat yang jauh, yang fullday, sehingga dia tidak perlu terlibat ke dalam circle-cirlce ibu2 yang lain.

 

Menurutku, kita akan terlibat di circle manapun itu tergantung diri kita sendiri. Aku sendiri termasuk ibu-ibu yang jemput langsung pulang. Nggak mau ikut terlibat circle manapun. Kalaupun ikut arisan kampung atau pengajian kampung, cukup datang duduk di tempat terdekat tanpa pilih-pilih di sebelah siapa, selesai langsung pulang.

  

Ketika kita berada di dekat orang yang menurut kita toxid, cukuplah kita mengenalnya saja, tidak perlu melibatkan diri di lingkungannya.

 

Selain itu, aku tidak suka membaca status orang lain, tidak perduli omongan negatif orang lain tentang aku, prinsipku, “omongan negatifmu adalah urusan mulutmu, bukan urusanku…”

 

Tidak perduli tetangga beli kulkas baru, motor baru atau beli mobil. Toh kita tidak tahu perjuangan dia di belakang itu, kita juga nggak perlu ikut pusing bayar cicilannya kan…

Bersyukur dengan apa yang kita punya, karena kamu tahu??? Banyak orang lain yang iri dengan kehidupanku… ˣ͜ˣ

 

4. Tertawakan diri sendiri

Menertawakan dengan keras diri sendiri (ngakak) karena kekonyolan atau kebodohan diri sendiri akan meningkatkan detak jantung, membuat adrenalin kita meningkat, membawa kebahagiaan untuk diri sendiri.

 

5. Skincare

Perawatan tubuh tentu saja sangat penting dong. Ada beberapa komen yang bilang, pake air wudhu sudah cukup! Iyaaaa Buuuu… Tapi kita juga harus realistis dong… Badan tuh perlu perawatan yang realistis juga…

 

Untuk aku sendiri, aku bukan termasuk orang yang telaten memakai skincare lengkap mulai dari susu pembersih sampai serum yang berlapis-lapis urutannya itu (Aku nggak hafal karena memang tidak pakai).

Untuk aku, tidak perlulah perawatan yang mahal-mahal atau beli skincare yang mahal. Aku juga nggak pernah ke salon untuk perawatan. Paling beberapa kali untuk potong rambut saja. Belakangan justru suami yang potongin rambut karena dia pintar potong rambut.

 

Rutinitasku adalah, bangun tidur cuci muka, kadang pake sabun khusus cuci muka kadang pake sabun mandi biasa. Setelah sholat subuh, aku pasti menyempatkan sisiran, kuncir rambut, pake pensil alis, pake lip krim (nggak perlu bedak, kalaupun pake cuma bedak bayi tipis-tipis). Aku selalu me-refresh-nya setiap habis wudhu. Walaupun belum mandi, aku memastikan anak-anak berangkat sekolah melihat emaknya sudah cantik.   

 

Membiasakan menggantikan sabun mandi dengan lulur. Sejak sebelum menikah, aku biasa menggunakan lulur setiap mandi pagi dan sore. Tentu saja aku tetap menyiapkan sabun mandi, tetapi lebih digunakan untuk cuci tangan. Nggak perlu lulur yang mahal. Purbasari sudah cukup baik untuk kulitku. Yang penting teratur saja.

 

Aku juga menyiapkan sabun cuci muka, walaupun tidak setiap hari memakainya, hanya waktu-waktu tertentu saja saat merasa muka sangat kotor dan berminyak, atau saat akan tidur, itu pun sering terlewatkan.

 

Sering-sering menggunakan handbodylotion. Tentu saja untuk menghindari kulit kering. Itu pun aku memakai yang kemasan botol besar dengan harga yang murah saja. Yang penting cocok di kulit.

 

Menurutku, perawatan dasar untuk kulit lebih penting dari pada pemakaian make-up. Mau pakai pakaian apapun, kalau kulit dan badan kita terawat, akan kelihatan baguuus ajahhh… Aku memakai make-up hanya untuk special occasion saja.

 

Selain itu aku juga selalu mengatakan ke anak-anakku, berjalanlah yang tegak, angkat dagumu, angkat pundakmu, lebarkan langkahmu. Percayalah, itu akan menambah nilai plus penampilanmu.

 

6. Olah Raga 

Aku bukan tipe orang yang senang berolah raga. Aku tidak pernah ikut acara senam-senam seperti ibu-ibu yang lain. Tapi sejak sebelum menikah, aku terbiasa melakukan olar raga "ringan" yang sebenarnya hanya berupa gerakan-gerakan peregangan, tapi jika dilakukan secara teratur akan dapat membentuk otot perut, lengan dan paha, dan juga bisa membentuk postur tubuh yang tegap.


Gerakan yang dilakukan misalnya membungkukkan badan, merenggangkan kaki dan lengan, menendang dll. Tidak perlu sampe keringatan, tapi cukup terasa otot yang tertarik. 

 

Biasanya kalau beberapa lama tidak melakukan aktifitas ini, badanku akan merasa pegal-pegal. Jadi aku akan meluangkan waktu untuk melakukannya walaupun hanya 10 menit saja.


7. Love Your Self

Tidak ada hal yang lebih layak untuk lebih dicintai selain diri kita sendiri. 

 

Ketika kita memasuki kehidupan religius, saat kita mencintai diri kita sendiri, tentu kita juga akan berupaya bagaimana caranya dicintai Allah, yaitu dengan taat kepadanya.

 

Di kehidupan duniawi kita, saat kita mencintai diri sendiri, tentu kita akan berusaha memberikan semua yang terbaik untuk diri kita sendiri.

 

Makanlah dengan baik dan kenyang sebelum kamu melakukan aktifitas untuk keluargamu. Perut lapar akan menyebabkan mudah emosi saat melakukan sesuatu. Tidak ada salahnya kamu membeli sebatang coklat yang hanya kau makan sendiri di saat me time. Membeli skincare kesayangan, membeli pakaian yang bagus atau membeli sesuatu yang menyenangkan hati kita. Tidak ada salahnya sesekali kita menyisihkan uang belanja untuk menyenangkan diri sendiri.

 

Saat kita sudah mencintai diri kita sendiri, memenuhi kebutuhan pribadi kita, menghargai hidup kita, efeknya kita akan lebih mudah mencintai orang-orang di sekitar kita. Intinya saat kita bahagia, akan lebih mudah membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitar kita.

 

Jadi, rahasia awet muda aku adalah : pilih suami yang tepat, kelola stress dan cintai diri sendiri.

-

-

-

 

Bonus :

Jantung kuat???!!!! Lihatlah deretan cowok-cowok ganteng di drakor atau Kpop… Hidupmu akan lebih menyenangkan dengan kehaluanmu…. ha..ha..ha..

 

Jangan lupa, dengarkan lagunya Jin, BTS, “Epiphany”

 

Aku nulis ini ditemenin lagu #Agust D 대취타 Daechwita’ MV #Agust D 해금 Haugeum Official MV #Agust D #j-hope '방화 (Arson) #Hwarang OST_ Park HyungSik - I'll be Here #Le Jazz de V Live Clip #Lewis Capaldi - Someone You Loved (Covered by. JUN, DONGHUN, CHAN Of A.C.E 에이스) #김우진 KIM WOOJIN - Before You Go (Lewis Capaldi) Cover Live

 =======================================================

Cek ig. saya untuk koleksi buket dan craft lainnya : Gabah Craft & Creative

 

Untuk versi video juga ada tutorial Youtube di chanel saya :  Syua Mada Craft & Creative

contohnya di link berikut : Buket Kopi

 

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

 

Tuesday, November 1, 2022

Cara Mengatasi Stress Paska Orangtua Bercerai

 

Cara Mengatasi Stress Paska Orangtua Bercerai, Broken Home, Broken Heart, Cerai, Pernikahan, Pendidikan Anak, Woman Talk, Woman Power, Woman Support, Strss, Cara Menghadapi Stress, Putus, Healing, Konseling,

 

Di sini saya hanya akan membicarakan dari sisi anak, baik itu remaja maupun menginjak dewasa.

 

Bisa dipahami bahwa saat orangtua bercerai, sebelum, saat proses dan setelah bercerai, bukan hanya orangtua yang merasa stress, anak-anak pun juga akan merasakannya. Perasaan sedih, marah, kecewa bahkan perasaan bersalah mungkin juga ada. Itu adalah perasaan yang manusiawi. Mungkin untuk beberapa lama, mungkin bisa bulanan bahkan tahunan. Itu bisa dimaklumi. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana selanjutnya kita me-manage perasaan itu agar menjadi lebih baik.

 

Dari sisi aku sebagai anak

 

Pertama yang harus dipahami adalah bahwa itu wajar saja jika kita merasa sedih, marah dan kecewa saat orangtua kita bercerai. Pada tahap-tahap awal kita bisa merasa sangat stress, bahkan mungkin merasa malu saat akan keluar rumah. Malas melewati pandangan tetangga yang melihat kita dengan tatapan yang aneh, atau malas mendengar nasehat yang mengatakan kepada kita kalau kita harus bersabar.

 

Tapi, tahukah kamu, ini adalah saat yang tepat untuk kita “menikmati” perasaan itu. Kenapa menikmati? Gila apa menikmati kesedihan!!! Tanamkan di benak kita bahwa, ini adalah masa yang sulit, aku stress, aku bersedih, aku marah, aku kecewa. Iya… aku berada di masa itu sekarang. Aku meminta waktu dan aku memberi waktu untuk diriku sendiri untuk menjalaninya dan menghadapinya. Tapi aku tahu itu harus segera berakhir.

 

Menanamkan di hati dan pikiran bahwa ini adalah bagian dari perjalanan hidup kita yang harus kita hadapi. Dan bahwa jutaan orang di luar sana banyak mengalami kejadian yang lebih buruk, tapi bisa bertahan, maka kita juga harus bisa. Menghipnotis diri sendiri untuk menerima, menikmati dan melepaskan semua kekacauan di hati.

 

Melihat permasalahan dari sisi orangtua

 

Sebagai anak, kita mungkin tidak tahu atau tidak diberitahu permasalahan seperti apa yang sebenarnya yang membuat mereka memutuskan untuk bercerai. Mungkin masalah ekonomi, perselingkuhan, KDRT atau masalah seksual. Bisa jadi malah semua kategori tersebut masuk jadi satu.

Atau masalah peran dan tanggungjawab suami istri yang kurang. Bisa juga karena peran mertua (orangtua salah satu pihak yaitu kakek/nenek kita) yang terlalu mendominasi rumah tangga anaknya.

 

Saat orangtua kita bercerai, mereka pastinya sudah memikirkan hal itu masak-masak. Mungkin sebenarnya permasalahan itu sudah lama ada, tapi orangtua masih mencoba untuk bertahan, demi apa? Demi anak-anak (katanya).

 

Tapi sebagai anak, pernahkan kita berfikir, jika orangtua kita memaksakan diri untuk terus bersama, pasti ada salah satu pihak yang akan terus merasa tersakiti. Bagaimana bisa kita meminta “permakluman” orangtua agar demi kita, anaknya, salah satu dari mereka harus tersakiti terus-menerus.

 

Sebagai anak, apa iya kita merasa nyaman saat melihat orangtua sering bertengkar di rumah, saling menyalahkan, saling berkata kasar. Bagaimana perasaan kita jika setiap hari melihat salah satu orang tua kita diperlakukan kasar atau bahkan dipukuli.

Atau bahkan justru orang tua kita saling mendiamkan dan sama sekali tidak mau berkomunikasi. Satu datang, satu pergi. Sama-sama dalam satu ruangan tapi tidak mau saling berbicara atau malah tidak mau saling menatap. Sungguh, itu adalah suasanya yang sangat tidak nyaman.

 

Dengan memahami bahwa orangtua juga punya hak untuk mendapat kebahagiaannya sendiri. Jika mereka bercerai, maka mereka mempunyai kesempatan untuk bisa memperbaiki kehidupan mereka selanjutnya.

 

Saat kita sudah menjadi “lebih dewasa,” kita akan melihat oh iya, mereka punya permasalahan sendiri. Kita tidak perlu menyalahkan ibu atau ayah. Mereka punya andil masing-masing. Ayah ada salahnya, ada benarnya. Ibu juga ada salahnya ada benarnya. Hanya saja mereka sudah tidak sepemikiran lagi. Dan kita sebagai anak harus menghormati keputusan mereka tanpa perlu menghakimi mereka. Suatu saat kita akan tahu kebenarannya.

 Baca juga : Rahasia awet muda

Bagimana selanjutnya sikap kita terhadap mereka? Setelah mereka bercerai, beri waktu untuk mereka (dan diri sendiri) untuk melalui masa-masa transisi tanpa menghakimi siapapun. Jika memungkinkan tetaplah berkomunikasi terhadap keduanya. Kita mungkin akan ikut ayah atau ibu. Jika ikut ibu, sekali-sekali cobalah menghubungi ayah untuk sekedar berbincang. Begitu juga sebaliknya. Jika salahsatu pihak mencoba menjelek-jelekkan pihak yang lain, tidak perlu langsung terpancing emosi. Itu mungkin adalah luapan kekecewaan dan kemarahan terhadap pihak yang lain. Cukup kita dengarkan saja. Tetaplah berusaha di pihak netral, karena mereka berdua punya andil masing-masing.

 

Jika kita tahu salah satu pihak merupakan pihak yang dirugikan, kita bisa memberinya dukungan. Misalnya dengan mengatakan bahwa kita menghormati keputusannya, kita tahu bahwa itu untuk kebaikan bersama, dan mari kita sama-sama menjalani ini dengan lebih baik.

 

Gampang ngomong!!! Coba kalau ngerasain sendiri…!!!!

 

Saya juga berasal dari keluarga broken home. Sejak kecil saja tinggal dengan ibu, bapak bekerja di lain kota. Ketika tahu bapak saya menikah lagi, saat itu saya masih SMP akhir, menjelang ujian kelulusan, saya juga sangat kecewa, sampai-sampai tidak mau belajar lagi. Tetapi untunglah masih bisa diterima di STM favorit.

Saat itu yang saya tahu (karena saya selalu dengan ibu) yang salah pasti bapak. Tetapi setelah dewasa akhirnya saya bisa melihat dengan kacamata yang lebih luas. Oh iya, bapak memang salah. Tetapi masing-masing juga punya andil kesalahan.

 

Sekarang menjelang kehidupan masa senja mereka, saya hanya mengatakan kepada ibu (karena saya tinggal dengan ibu) bahwa saya berdoa agar ibu dan bapak bisa menjalani sisa hidup mereka dengan perasaan yang ikhlas, saling memaafkan, tanpa menyimpan amarah untuk satu sama lain. Perasaan marah dan kecewa itu pasti tidak bisa dilupakan, tapi bisa diendapkan sebagai bagian dari masa lalu. Tidak perlu untuk bisa bersama lagi, yang lebih penting adalah saling mengikhlaskan.

 

***********

 

Kalau hal-hal di atas adalah untuk manajemen hati, bagaimana dengan kehidupan “real” sehari-hari? Apa yang bisa kita lakukan?

 

1. Jangan sekali-kali menjerumuskan diri ke dalam lingkungan yang negatif. Jangan “menjadikan bodoh” diri kita sendiri dengan bertindak yang aneh-aneh dengan alasan menenangkan diri. Misalnya minum-minum, drug atau bahkan freeseks. You will regret it!!!

2. Ubah penampilan? Potongan rambut baru? Warna rambut baru? Style berpakaian yang lebih keren? OK…OK… It’s make a sense. Penampilan baru, suasana baru.

Tapi saran saya, jangan sekali-sekali mencoba untuk membuat tato atau membuat tindik (untuk laki-laki). Saya yakin suatu saat anda akan menyesalinya.

Lakukan perubahan penampilan yang itu hanya temporary.

3. Tetap lakukan kegiatan seperti biasa. Sekolah, kuliah, bekerja. Tetap fokus dengan kegiatan anda.

4. Cobalah ubah rute perjalanan anda. Jika biasanya selalu melewati rute A, cobalah untuk melewati rute yang lain. Menelusuri jalan-jalan baru… Get loss… Mungkin kita akan tersesat di jalan, tapi itu akan memberi pengalaman baru untuk kita. Masak sih..??? Coba saja….

5. Beberes kamar, rumah atau berkebun. Ini adalah cara murah dan mudah untuk mendapatkan atmosfer yang baru.

Ubah tata letak kamar, cat warna baru, poster atau wallpapper baru. Lihat Piterest untuk mendapatkan inspirasi.

6. Hang out. Bisa mengajak teman atau bisa sendiri. Saya sendiri lebih senang kalau ke mana-mana sendiri. Duduk di dalam bus di sebelah kaca, menikmati pemandangan di luar, apalagi saat menjelang senja… hmm… syadu. Menyusuri Malioboro serasa berada di “runaway”, (serasa paling cantik karena yang lain cuma penonton… hi..hi…).

7. Masuk ke cafe sendiri, menikmati musik tanpa harus ada interupsi karena harus mengobrol dengan orang lain (teman). Lupakan diet, pesan kudapan manis dan coklat hangat. Enjoy your time…  

8. Cari kegiatan baru, les muaythai misalnya.  

9. Yang pasti, tetaplah berdoa beribadah. Karena hanya kepada Tuhanlah kita berserah diri. Klise? Iya… Tapi akan sangat mujarab ketika kita menangis di hadapannya dan menyadari itu semua akan kembali kepada-Nya.

 

Tips di atas bukan hanya untuk menghilangkan stress paska orangtua bercerai, bisa juga saat kita habis putus dari pacar??? hmm… atau bisa juga saat kita merasa penat dengan rutinitas sehari-hari.

 

Sekian tulisan ini. Yang pasti, kehidupan ini akan selalu berjalan. Tak perlulah mengikuti pepatah “habis gelap terbitlah terang, karena gelap atau terang akan selalu ada. Hanya saja tergantung kepada kita bagaimana cara kita menghadapinya. 

 

Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saja, “Jika kamu takut akan sesuatu, hadapi saja, maka setelah hal itu kamu lewati, ketakutanmu akan hilang.

 

Mari kita menjalani kehidupan dengan lebih baik, membahagiakan diri sendiri akan ber-impack baik untuk kehidupan kita selanjutnya dan juga untuk lingkungan sekitar. 


==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft :  Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik