Total Pageviews

Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Tuesday, January 21, 2025

Adab dan Totokromo Anak, Tanggung Jawab Siapa?

 Adab dan Totokromo Anak,Tanggung Jawab Siapa?, parenting, woman talk, adab, sopan santun, woman power, budaya, pendidikan anak usia dini,

 

Suatu sore, saat mengantarkan anakku TPA, seorang anak datang membawa tumpukan buku, menghampiri ibu ustazah (yang sedang dalam posisi duduk lesehan dengan meja pendek), dia berdiri sambil menyodorkan tumpukan buku itu, kemudian berkata, "Buk, iki bukune wis tak urutke, rasah diwalik." 

Artinya dia bilang, "Bu, ini bukunya sudah aku urutkan, nggak usah dibalik. (mengacu untuk urutan antrian baca buku Iqro'/Ummi).

Aku yang melihat dan mendengar, reflek menutup mulutku yang ternganga...hah... 

Bukan hanya karena bahasa dia yang kasar, tapi juga karena posisi dia yang sambil berdiri, dengan satu tangan dan posisinya yang seolah "menantang" bu ustazahnya... Arogan...

Aku heran... ni anak nggak diajari sopan-santun orang tuanya kah?

Mungkin bagi sebagian orang yang ada di tempat itu (ada beberapa orangtua yang sedang mengantar juga), hal itu dianggap biasa. Tapi bagiku, itu sangat menganggu otakku.

Anakku sendiri, Yui, 6th, setiap TPA selalu aku ingatkan, "ngasih bukunya sambil duduk ya, pake tangan kanan. Kalau sudah selesai baca, salim sama semua Bu ustazah." Duduk anteng waktu nunggu giliran (anak-anak lain, main, lari-larian).

Ada temannya Yua, anak SMP, bilang ke ibuknya..."Kowe ki lho Bu...bla..bla..bla... 

Dalam bahasa Jawa, kata Kowe, kamu, itu kasar jika digunakan untuk orang yang lebih tua. Nggak ada sopannya, nggak hormatnya.

Ada anak yang ditegur orang lain, eh malah dia mukulin ibunya...Aku sama suami sudah saling pandang-pandangan.... Kata ibunya... biarin saja... dia memang biasa gitu... Haduh... tepok jidat saja

****

Menurut aku, orang tua adalah pihak pertama yang harus bertanggung jawab atas pendidikan adab dan sopan-santun anak. Jika sejak kecil, dari rumah anak sudah terbiasa berlaku sopan ke orang tua dan saudaranya, dia juga akan lebih mudah berlaku sopan di luar rumah.

Untuk belajar membaca, kita mungkin masih bisa mengandalkan guru di sekolah, atau guru les. Belajar mengaji, walaupun sebenarnya orang tua juga bisa, kita mungkin lebih memilih mengantar anak untuk belajar mengaji kepada ustad/ustazahnya. Tapi untuk belajar budi pekerti, itu tanggung jawab orang tua yang utama.

Kan di sekolah diajarkan juga. Kalau jaman dulu sih, pendidikan moral. Iya... memang di sekolah juga diajarkan budi pekerti, tapi tetap saja peran orang tua di rumah yang harus diutamakan.

Sering bersliweran di sosmed, video tentang seorang ibu yang meminta kursi seorang laki-laki di pesawat karena anaknya minta duduk di dekat jendela milik laki-laki tersebut. tetapi si laki-laki menolak dan dia berkata bahwa anak ibu itu seharusnya belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa didapatkan. "Really...???!!!" kata ibunya.

Banyak orang yang menghujat laki-laki itu karena dianggap tidak berempati, karena tidak mau mengalah kepada anak kecil. Kalau aku justru mendukung laki-laki itu. Pertama memang karena kursi di pesawat memang sudah sesuai dengan manifest penumpang, sudah tercatat pemiliknya, dan kalau si ibu menginginkan anaknya duduk di sebelah cendela, dia harusnya pesan tempat itu jauh-jauh hari. Dan yang kedua memang benar katanya bahwa si anak harus belajar bahwa tidak semua keinginannya akan dia dapatkan. Dia harus belajar bahwa semua di dunia ini ada aturan-aturannya.

Sama ketika ada cerita di sosmed juga, tentang seorang anak yang tiba-tiba menghampiri tas seorang wanita dan menginginkan gantungan kunci yang ada di tas tersebut. Dia merengek-rengek dan ibunya juga ikut tantrum karena si embak nggak mau ngasih gantungan kunci itu. Si ibu menyalahkan si embak karena anaknya jadi tantrum gara-gara menginginkan barang miliknya. Sementara si embak kekeuh nggak mau ngasih karena itu barang kesayangan dia dan dia bilang bahwa kebahagiaan anak ibu bukan tanggung jawab saya.

Buat aku benar sekali si embak itu. Bahwa kita harus mempertahankan barang milik kita, kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab kita. Dan si ibu harusnya juga bisa mendidik anaknya (dan juga dirinya sendiri) bahwa setiap orang harus menghormati hak milik orang lain.

Baca juga : Doa-mendapatkan-jodoh-yang-terbaik

Di atas adalah beberapa contoh, bahwa penting bagi orang tua menjadi sumber ilmu yang pertama dan utama untuk anak-anaknya, terutama untuk adab dan sopan santun. 

Apalagi aku sebagai orang Jawa, walaupun tidak selalu menggunakan bahasa Jawa di rumah untuk anak-anakku, tetapi aku tetap berusaha mengajarkan adab dan sopan santun budaya Jawa untuk anak-anakku.


***

Please komen dan share yaa.... Biar aku tahu bagaimana respon kamuuuu....

Wednesday, January 8, 2025

Doa Mendapatkan Jodoh yang Terbaik

Doa Mendapatkan Jodoh yang Terbaik, parenting, woaln talk, woman power, empowering,woman empowering,woman support, home sweet home

Dua pacarku yang terdahulu (dengan segala kelebihan dan kekurangannya), maaf yaaa... pelit... ada yang apa-apa dihitung, nota pembelian hadiah dikasihin, satunya jajan bareng, dia cuek saja makan sendiri, sementara aku cuman minum, karena kami bayar sendiri2 dan uangku juga sudah mepet untuk minggu ini... dan perhitungan2 lain yang bikin aku illfeel, geregetan.... Maaf ya mantannnn.... kalian tetap punya kelebihan yang aku kagumi kok.... he..he...

Dari situ aku berfikir... aduh... kalau dia jadi suamiku kelak, aku pasti merana... ha..ha..ha... Masak apa-apa aku harus cari sendiri, padahal sebagai suami seharusnya dia kan jadi provider... ha..ha..ha... Walaupun aku bisa cari uang sendiri, kan tanggung jawab dia menafkahi anak istri kelak... Kalau dia perhitungan, jangan-jangan mau jajan saja aku nggak bisa... 

Serius nih.... Kita, perempuan, kalau mencari suami, jangan yang punya sifat pelit. Kalau suami kita pelit, untuk istrinya saja dia perhitungan, mungkin untuk anak-anaknya dia akan sedikit longgar, tapi bagaimana dengan untuk orang lain. bagaimana kita bisa bersedekah untuk orang lain, atau jika kita ingin membantu orang tua atau keluarga. Kita tahu suami kita bisa membantu, tapi karena dia punya sifat yang pelit, jadi kita kesulitan kalau mau membantu orang lain. Percayalah.... sifat pelit akan membuat kita makan hati....

Terus gimana dong...

Aku berdoa kepada Tuhan... Ya Allah, kalau kelak aku menikah, berikanlah aku suami yang murah hati....

Taa...Daaaaaaa....

Allah mengabulkan permintaanku.... dengan segala kelebihannya....

Suami.... suamiku tercinta ini.... dia benar murah hati... seperti yang kupinta dari Tuhan...

Plus... saking murah hatinya dia... dia bisa memberikan apaaaa sajaaa yang diminta temannya.... 

Awal-awal menikah aku sering terkaget-kaget ... (aku kenal 5 bulan langsung nikah). Aku tanya... barang ini mana...? Sudah aku kasih si A. Barang itu mana...? Tak kasih si B... barang ini kok lama nggak kelihatan... Diminta si C... bla..bla..bla... Hah...hah...hah..?!!!

Bapak mertua sampai beberapa kali bilang ke aku... tolong dijaga suamimu... saking apikannya dia (baik hati) sampai-sampai apa-apa pasti akan dikasih ke orang lain. Mulailah bapak menceritakan deretan barang-barang bagus yang sudah melayang.... he..he...

Tapi aku juga bersyukur kepada Allah... karena aku telah diberikan suami yang sesuai keinginanku dengan segala kelebihannya...dan bonus-bonus dari Allah.

Mungkin karena dia "apikan" sama orang, insyaallah rejeki kami juga adaaaa saja...


Baca juga :adab-dan-totokromo-anak-tanggung-jawab siapa


Alhamdulillah suami bisa membuatkan aku rumah mewah... (mepet sawah.. he..he..). Rumah yang bahan-bahan bagunannya sebagian besar gratis... ada yang dari bahan-bahan sisa proyek, pemberian dari rekanan-rekanannya dll. Baju-baju yang masih ada labelnya, bahkan ada yang tulisan di labelnya setengan juta lebih dan banyak lagi dikasih temannya yang juragan2 baju. Tas-tas gratis dari teman2nya pemilik pabrik tas. Barang-barang pernak-pernik isi rumah, bahkan handphone, camera dan motor juga tiba-tiba ada di rumah. Gratis... Karena tinggal dikampung di pinggir sawah, telo, beras, sayuran dan buah-buahan juga sering sampai di rumah .... gratis. Tiket ke hotel gratis...jalan-jalan gratis...makan-makan gratis.... Alhamdulillah...

Orang pikir kami "sugih" apa-apa punya... Alhamdulillah.... banyak barang yang ada di rumah ini kami nggak perlu beli... gratis... dikasih orang-orang...

 

Baca juga : adab-dan-totokromo-anak-tanggung-jawab siapa?

 

Kesimpulannya apa...?

Berdoalah kepada Tuhan dengan detail...  Minta suami yang good looking, setia, baik, penyabar, penyayang, murah rejekinya, manjain kamu, apa-apa ngasih...provider yang mumpuni... bla...bla..bla... 

Seandainya kamu lupa berdoa dengan detail... maka percayalah bahwa Allah akan memberikan yang lebih-lebih dari bayanganmu...

(ini diluar tema suami yang sholeh ya... kalau itu sudah pasti... berdoa punya suami yang bisa jadi imam yang terbaik di rumah).


Doa Mendapatkan Jodoh yang Terbaik, parenting, woaln talk, woman power, empowering,woman empowering,woman support, home sweet home


Baca juga : umpulan-kata-kata-mutiara-untuk-hari guru

 

Berikut beberapa doa yang bisa dibaca untuk mendapatkan jodoh yang baik:
  • Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban
    Artinya, "Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat".
  • Allahumma fa'tah li hikmataka wa anshur 'alayya min khuzaini rahmatika ya arhamar rahimin
    Artinya, "Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Pengasih dan Penyayang".
     
  • Rabbana hab lana min azwajina wa zurriyatina qurrota a'yun
    Artinya, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati maupun penyejuk hati". 
     
  • Surat Al-Qasas ayat 24
    Artinya, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku".

 

Please komen dan share yaa.... Biar aku tahu bagaimana respon kamuuuu....

Friday, November 15, 2024

Memaknai kata "Jangan katakan "JANGAN" ke anak-anak."

 

Memaknai kata "Jangan katakan "JANGAN" ke anak-anak.", parenting, woman,womantalk, pendidikananak

 

Sejak 20 tahun yang lalu, sejak saya belum menikah, selain membaca tulisan masalah parenting, saya juga sering mengikuti seminar-seminar parenting di kota saya (Yogyakarta). Salah satu materi seminar yang ada pada saat itu adalah "Jangan katakan "JANGAN" ke anak-anak."

Beberapa tahun kemudian, setelah punya anak, tema itu muncul lagi, walaupun waktu itu hanya sebatas obrolan ibu-ibu komplek. 

Kemudian belakangan muncul bersliweran video-video baik dari ahli parenting maupun pelaku langsung, yaitu para emaknya anak-anak, yang intinya mengklaim bahwa, Jangan katakan "JANGAN" pada anak-anak itu adalah nonsense. 

Beberapa hari yang lalu, ketika saya menghadiri parenting yang diadakan di kelas anak TK saya, salah satu materinya juga tentang kata "Jangan" itu. Yah...walaupun lebih tepatnya penyampaiannya hanya sebatas "membaca" dan dengan isinya yang juga menggantung. 

Akhirnya ibu-ibu banyak juga yang nyelentuk, "Itu tidak berlaku pada anak saya Bu" katanya. Kalau nggak dibentak,kalau nggak dilarang yo piye..." 

Akhirnya mereka lebih suka ke setelan awal, yaitu ....

Jangan ini! Jangan itu! satu kali, dua kali, tiga kali anaknya masih tidak mendengarkan, maka akan yang ke empat adalah teriakan sambil membawa sapu 😁😂 Baru anaknya mau mendengarkan... 

 

 Baca juga : kumpulan-kata-kata-mutiara-untuk-hari guru

 

Saya sendiri berpendapat, bahwa kata "JANGAN" itu tidak perlu dilarang. Toh kata itu memang salah satu kata baku yang ada di Bahasa Indonesia. Sekarang atau nanti anak-anak juga pasti akan menggunakannya. Justru kata "Jangan" itu penting karena biar anak tahu ada batasan-batasan tertentu antara boleh dan tidak, baik dan tidak.

Saya lebih suka memakai kata pengganti atau tetap menggunakan kata jangan, tapi harus disertai dengan alasan.

Misalnya, "Jangan main di jalan, nanti kalau ada kendaraan lewat Yui bisa kaget." atau Maennya di halaman saja, kalau di jalan nanti kalau ada kendaraan lewat Yui bisa kaget."  

Satu pakai kata jangan, satunya tidak, tapi tetap mempunyai pengertian yang sama.

Memakai kata "JANGAN" bukan untuk larangan, tapi pakailah untuk peringatan, kemudian beri alasannya.

Jangan juga memakai kata "JANGAN" disertai ancaman.

Jangan coret-coret baju, nanti dimarahin Bu Guru.

>> Jangan coret-coret baju, nanti bajumu jadi kotor, susah dibersihin.

>> Coret-coretnya di buku ya Dik, di bukunya Yui itu lho yang warnanya biru."

 

 Baca juga : ucapan-hari-ibu

 

Lha, njenengan enak mbak, anaknya manut-manut....

Yaa nggak tahu juga, cuman memang biasanya aku ngasih tahunya dengan baik-baik, tidak membentak. tapi kalau dia tidak mendengar, aku pake nada yang tegas, bukan bentak yaaa... Bedakan antara membentak dan tegas.

Aku juga biasanya berbicara dengan mendekati anak dulu, baru bicara dihadapannya, bukan teriak-teriak dari jauh.

Setiap anak memang berbeda. Itu pasti. Tetapi sebagai orangtua, menjadi orang tua adalah belajar sepanjang waktu. Bukannya menyalahkan anak yang susah dikasih tahu, tapi mungkin kitanyalah yang harus belajar lebih dulu. Kita dulu yang harus belajar membiasakan anak sedari kecil untuk tahu aturan-aturan tertentu. Mana yang boleh, mana yang tidak, mana yang bisa jadi alternatifnya kalau yang ini tidak bisa.

Kerjasama dengan pasangan juga sangat penting. Jangan sampai kalau orang tua berbeda pendapat, anak akan lari ke salah satu orangtua yang akan mendukungnya. Itu bisa menjadi senjata anak.

Tuesday, October 29, 2024

Broken Home ... So What Gitu Lho...? Part 2

pernikahan, broken home, parenting, kisah, rumah tangga, keluarga, woman talk,woman empowering,woman power,woman support,

 

Pada suatu masa....datanglah kepadaku seseorang....dia berkata... Mbak, aku seperti ini apakah karena hasil didikan orangtuaku dulu opo yo...? btw usianya sudah hampir 30th.

Dia beberapa kali datang ke rumah, berkeluh kesah tentang drama pecintaannya, yang sebenarnya aku dan suamiku sudah sering memberikan saran yang sama, tetapi dia tetap saja kembali ke jalan itu. 

Ada lagi orang lain, dia berkeluh kesah dia menjadi seperti ini karena dulu ibunya bla..bla..bla... Saat ini dia menjadi single parent dengan satu orang anak. 

***

Saat kamu masih anak-anak, masih remaja, mungkin orang lain bisa menyalahkan orang tuamu karena bagaimana cara dia mendidikmu.

Tapi pada saat orang sudah dewasa, maka kita sudah mempunyai bekal pemikiran dan pengalaman yang cukup untuk membuat kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijaksana yang bisa kita pertanggungjawabkan sendiri.

Ketika kamu bilang, "aku seperti ini kan karena didikan orang tuaku dulu..."

Oh tidak sayang.... kamu sudah dewasa, kamu sudah bisa berfikir, kamu sudah bisa membedakan baik buruk, benar salah, kamu sudah harus bertanggung jawab atas semua keputusanmu. Semua keputusanmu adalah tanggung jawabmu sendiri.

Kalau kamu masih menyalahkan orangtuamu atas didikannya kepadamu dahulu, itu sebenarnya adalah egomu yang ingin menang sendiri, ingin melimpahkan kesalahanmu ke orang lain, cuci tangan... 

Terus... aku harus bagaimana....

Saat kamu berasal dari keluarga broken home, perasaan marah dan kecewa dan juga sakit hati kepada orang tua, itu pasti ada. Tapi seiring bertambahnya usiamu, kamu seharusnya juga bisa mawas diri. 

Saat dirimu gagal berumah tangga, bukan berarti kamu juga harus gagal menjadi orang tua.

Saat ini posisimu bukanlah tentang bagaimana aku, tapi bagaimana anak-anakku.

Untuk bisa memikirkan bagaimana anakku, selesaikan dulu "dirimu."

Orang yang telah "selesai" dengan diri sendiri, akan bisa lebih "menyelesaikan" masalahnya dengan anaknya.

Dulu sewaktu aku tahu bapakku menikah lagi, tentu saja hancur hatiku, kecewa. Tapi aku melihat ibuku orang yang kuat, tidak pernah meninggalkan anak-anaknya, selalu berusaha sekuat tenaga untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar anak-anaknya, membuat aku juga bisa melalui masa itu.

Seiring bertambahnya usia, aku semakin bisa menerima bahwa, oh iya... setiap keluarga pasti punya permasalahannya sendiri-sendiri. Setiap pasangan pasti punya alasannya sendiri-sendiri kenapa dia begini, kenapa dia begitu. Aku hanya perlu memposisikan diriku di luar mereka, membiarkan mereka mencari jalan keluar mereka sendiri, sedangkan aku bisa mencari jalanku sendiri tanpa merugikan mereka.

Ketika aku sadar berasal dari keluarga broken home, maka yang menjadi tujuanku adalah bagaimana aku bisa berdamai dengan diri sendiri, urusan orang tua biarlah menjadi urusan mereka, aku harus bisa berjuang untuk hidupku sendiri, menjadi pribadi yang positif.

Setelah menjadi orang tua, aku harus bisa menciptakan bagaimana membuat lingkungan yang baik untuk anak-anakku. Menjadikan diriku sebagai sumber ilmu, sumber informasi dan juga guru bagi anak-anakku. 

Kamu sih enak, ada suami yang menanggung kamu, aku kan single parent...

Ok. Maka aku akan melihat bagaimana aku dibesarkan oleh seorang single parent yang pendidikannya hanya sampai kelas 5 SD, yang bisa mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang yang "lurus-lurus saja." tidak seperti anak-anak yang ditempeli label produk broken home yang lainnya.

Jika menjadi single parent, bukankah seharusnya kamu justru fokus bagaimana kamu mendidik anakmu. Jika kau memikirkan dirimu sendiri, aku kan butuh hiburan...!

Sesungguhnya anak yang ada di depanmu itulah sebaik-baiknya hiburanmu. Jika kau menjaganya dengan benar, jika kau mendidiknya dengan benar, maka dia akan menjadi pengobat lukamu, dialah yang akan menjadi kekuatanmu. 

Jika kau menjadi single parent, bukankah seharusnya itu menjadi acuanmu untuk bisa membawa energi positif untuknya. Jangan sampai dia menjadi korban keegoisanmu, kemarahanmu. 

Jika kamu beralasan, aku seperti ini karena didikan orang tuaku dulu, maka jangan sampai anakmu mempunyai alasan yang sama terhadapmu.

Broken home boleh saja terjadi, karena itu mungkin jalan terbaik untuk kalian berdua (menurut kalian), tapi jangan sampai kalian menciptakan "broken Kid" karena keegoisan kalian.

Menurutku, selama mantan pasangan kita itu bukan seorang yang ringan tangan, pelaku KDRT, atau bukan seorang pedofil, maka dia tetap berhak terhadap anaknya, berhak bertemu anaknya dan tetap berkewajiban ikut serta mendidik anaknya, jika dia ayahnya, maka dia tetap wajib memberikan nafkahnya. 

Bagiku, jika seorang ibu atau ayah tidak diperbolehkan menemui anaknya, maka sebenarnya itulah adalah keegoisan orang tua. Biarkan anak tetap mengenal masing-masing orangtuanya dengan cara dia sendiri. Toh saat dia besar nanti, dia akan bisa menilai sendiri bagaimana orang tuanya. 

Jika kita berasal dari keluarga broken home atau kita sendiri pelaku broken home, maka jangan sampai kita mewariskan semua kemarahan dan kekecewaan itu ke anak kita.


Bagi aku, istilah broken home itu tidak ada, yang ada adalah "perjalanan"


Part 1 ada di Link berikut yaa...  

https://iwitwijirahayu.blogspot.com/2011/04/broken-home-so-what-gitu-lho.html


Saturday, June 1, 2024

Kutukan Orang Cantik


Cantik, kecantikan, beauty, beautiful, iwitwijirahayu.blogspot.com, parenting, woman talk, empowering,

Hari ini aku baru saja mendapatkan curhatan dari seseorang yang sudah sepuh, usianya sekitar 70 tahun. Beliau menceritakan tentang masa mudanya kepadaku.

Di masa mudanya, beliau memanglah sangat cantik, aku pernah melihat foto masa muda beliau. sampai sekarang pun masih terlihat sisa-sisa kecantikan beliau.

Setelah menikah, dia tinggal bersama keluarga suaminya. Di rumah mertua itu dia tinggal bersama bapak ibu mertua dan kedua adik suaminya, kemudian ditambah dengan seorang anaknya. Sementara suaminya bekerja di luar pulau dan baru pulang setelah beberapa bulan. Kiriman uang dari suaminya langsung diberikan ke ibu mertua, itu pun karena keterbatasan akses, gaji baru bisa dikirimkan setelah setangah tahun atau bahkan satu tahun sekali.

Dia sebenarnya ingin melanjutkan kuliah, tapi karena banyaknya adik-adiknya dan suaminya yang jauh, akhirnya harus pupuslah keinginannya untuk kuliah.

Untuk mendapatkan uang tambahan, akhirnya dia membuat barang kerajinan dari rumah yang dia setorkan ke lokasi yang agak jauh, Kemudian beliau berganti usaha menjual keripik yang dia setorkan ke kantin-kantin kampus yang lokasinya ada di dekat rumah. Beliau bisanya mengantar dengan sepeda atau bahkan berjalan kaki, kadang-kadang sambil mengajak anaknya. Karena harus berkeliling mengantarkan dagangan itulah makanya beliau menjadi agak lama keluar rumah.

Semua usaha beliau itu akhirnya harus berhenti. Kenapa? Karena beliau masih muda, berwajah cantik dan jauh dari suami. Hal itu yang akhirnya menyebabkan bermunculan suara-suara sumbang baik dari dalam rumah maupun dari luar rumah tinggal beliau. 

Di samping itu, mertua dia yang diberi mandat oleh suaminya untuk menjaganya, juga memberi andil kenapa dia sebisa mungkin lebih sedikit keluar rumah. Untuk menghindari fitnah.

Niat yang ingin menambah penghasilan sendiri, yang gaji dari suami juga tidak dia pegang sendiri, akhirnya harus berhenti karena kecantikannya. 

Orang-orang bilang, "lha kamu enak, kamu cantik." "Tidak, justru karena cantik ini yang justru menghalangiku."

Beliau bercerita seperti itu sambil menitikkan air mata. Aku sendiri, merasa relate dengan cerita beliau. Jatuhlah air mata ini untuk beliau.... dan untuk diriku sendiri.

----------

Kecantikan memang bisa mempermudah urusan, tapi kecantikan juga lah yang justru bisa menjadi kutukan.

Artis Merlyn Monroe, cantik dan tenar, dia sulit mendapatkan cinta sejatinya justru karena kecantikannya.

Artis Cha En Wo, jika anda penyuka drama Korea pasti tahu. Suatu saat, pada saat diwawancarai, dia sampai menangis. Dia bilang, dia ingin menikah, dia ingin sepulang kerja ada orang yang bisa dia percaya yang dia bisa cerita apa saja tanpa merasa malu, berbagi cerita tentang hal-hal yang sepele atau yang memalukan tanpa merasa khawatir, berbagi cerita kepada istrinya. Tapi sepertinya dia kesulitan untuk mendapatkan pasangan yang tulus mencintainya, justru karena wajahnya yang terlalu tampan dan ketenarannya.

-----------

Aku sering menyampaikan ke anak-anakku, di mana mereka semua adalah perempuan, yang kelak akan menjadi seorang istri. Ya... mereka bertiga semua cantik.

Sebelum kalian menikah, carilah ilmu setinggi-tingginya. Bermainlah sejauh-jauhnya, bekerjalah apa saja yang kalian mau. Kalian bebas melakukan apa saja selama kalian bisa mempertanggungjawabkan apa yang kalian lakukan. Perkayalah wawasanmu, perbanyak temanmu,

Nggak usah minder kalau kalian tidak terlalu cantik. Kalian sudah cukup cantik. 

Manfaatkan masa muda kalian dengan sebaik-baiknya.

Di awal kalian lulus sekolah/kuliah, bekerjalah di mana saja yang menghasilkan uang. Hal yang penting adalah bekerja apa saja untuk menghasilkan uang. Jangan bilang itu bukan minatmu. Kerjakan apa saja yang penting baik dan halal.

Sambil bekerja kalian bisa mengambil ilmu dari tempat kerja kalian, baik itu marketing, manajemen atau psikologi karyawan. Belajarlah dari bos kalian bagaimana dia menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Selama kalian belum lulus sekolah, mulai sekarang (yang sebenarnya kami sebagai orangtua sudah mengajarkan mereka) membantu merintis usaha apa yang bisa mereka kerjakan, misalnya membuat buket, membuat souvenir dll, yang kelak bisa kalian kerjakan di masa-masa luang, atau justru bisa membuat side bisnis yang menjanjikan tanpa harus terikat jam kerja menjadi karyawan oranng lain, bisa menjadi bos untuk diri sendiri.

Kenapa? Karena saat kalian menikah nanti, belum tentu suami kalian akan mendukung impian-impian kalian. Bahkan mungkin setelah menikah, suami kalianlah yang justru mematikan impianmu. Mungkin suamimu posesif yang tidak ingin istrinya dilihat orang lain.

So, mulailah merintis bisnis kalian sedari sekarang sejak kalian masih sekolah. Kejarlah impian-impian kalian sebelum kalian menikah.

Karena setelah menikah, justru kecantikan kalian itulah yang mungkin akan membunuh impianmu.

Beauty - Jealousy -  Incredulity

Beauty - Fervency

Tuesday, October 24, 2023

Rahasia Awet Muda

 


Rahasia awet  muda, parenting, woman talk, woman empowering, iwitwijirahayu.blogspot.com
Bareng anak ke-dua

 

Di suatu pagi yang cerah, saat sedang menyapu halaman, melintaslah salah seorang tetanggaku. Kebetulan rumahku memang di tepi jalan kampung, dengan sawah di seberangnya, menyusul pemandangan perbukitan seribu di sejauh mata memandang. Nyaman untuk jogging, sepedaan atau sekedar jalan-jalan di pagi atau sore hari…

 

Dia menyapa dengan antusias…”Hai mbak Iwit…. awet muda bangeeeeeeeet….!!!” Aku yang umur 44th dengan 3 anak ini mendengarnya otomatis langsung tersenyuuuuuuuuum lebar… “Haaaiiii……. heh??? Ha...ha…ha…!!!” kataku sambil terbengong-bengong tapi berbunga-bunga di dalam hati…. Siapa coba emak-emak yang nggak seneng dikatain awet muda….

 

Rahasia awet  muda, parenting, woman talk, woman empowering, iwitwijirahayu.blogspot.com, kampung, desa, pemandangan
View depan rumah

Aku merasa cukup beruntung dapet lotre genetik dengan tampilan sedikit lebih muda dari orang-orang seumuranku. Sejak awal menikah pun orang-orang mengiranya aku lebih muda dari umur realku. Alhamdulillah.

 

Selain anugrah genetik, menurutku ada beberapa hal yang bisa membuat kita bisa tampak lebih muda. Berikut yang aku terapkan untuk diri pribadiku:

 

1. Pilih suami yang tepat.

Serius??? Tentu saja. Jodoh memang di tangan Tuhan. Tapi sebagai manusia kan kita tetap harus berusaha mencari yang terbaik dong. Kenapa harus memilih suami yang tepat. Karena setelah menikah, berumah tangga, sumber stress terbesar dari seorang wanita bukanlah dari anak. Porsi penyebab stress terbesar adalah dari pasangan kita (suami/istri).

 

Ketika kita bisa mendapatkan pasangan yang tepat, yang bisa saling mendukung dan bekerjasama, bisa saling menghargai dan menghormati, hal itu akan membuat resiko stress kita berkurang. Ada masalah apapun, saat suami istri saling mendukung, akan lebih mudah melaluinya.

 

Ketika suami istri bisa bekerjasama dengan baik, maka akan bisa mendidik anak-anaknya dengan lebih baik, bisa mengurangi stress dan bisa memberikan yang lebih baik dalam mendampingi anak.  

 

Suami yang tepat juga akan memberikan kita ruang gerak yang cukup untuk merawat diri kita sendiri.

 

Rahasia awet  muda, parenting, woman talk, woman empowering, iwitwijirahayu.blogspot.com, kampung, desa, pemandangan
Mas suami

Bagaimana jika pasangan kita justru membuat kita stress dan merasa sudah tidak bisa bekerjasama lagi? Instropeksi diri dulu. Mungkin memang kita dan pasangan harus saling instropeksi diri dan saling memperbaiki diri bersama-sama. Tapi seandainya sudah mentok, tidak bisa diperbaiki, mohon maaf ya… pada kenyataannya banyak singgle parent yang justru bisa hidup lebih bahagia dibandingkan saat dia masih bersama pasangannya dulu.    

 

2. Atur pola pikir, managemen otak dan hati.

Selain suami (yang bisa jadi) sebagai sumber stress, pola pikir kita sendiri bisa menjebak kita ke dalam lingkungan stress. Setiap ada masalah, memikirkannya sampai super stress. “Opo-opo dipikir jero,” kata orang Jawa. Setiap orang memang pasti punya masalah. Kalau aku, saat kita sudah mentok dan tahu belum ada jalan keluarnya… lepaskan dulu… biarkan dulu, nanti pada masanya juga akan nemu jalannya.

Kalau perlu, tempelkanlah di cermin kita tulisan “Ini semua akan berakhir.” Sehingga kita selalu ingat, ketika kita ditimpa masalah, kita tahu bahwa pada masanya ini akan berakhir. Begitu pula pada saat kita mendapat kebahagiaan, kita akan mensyukurinya pada saat ini karena tahu ini juga akan berakhir. Jadi nikmati masa-masa indah ini dengan sebaik-baiknya.

 

3. Jauhi lingkungan toxid.

Ada tetangga yang cerita, dia nggak nggak mau menyekolahkan anaknya di lingkungan sekitar, dia mau menyekolahkan anaknya di tempat yang jauh, yang fullday, sehingga dia tidak perlu terlibat ke dalam circle-cirlce ibu2 yang lain.

 

Menurutku, kita akan terlibat di circle manapun itu tergantung diri kita sendiri. Aku sendiri termasuk ibu-ibu yang jemput langsung pulang. Nggak mau ikut terlibat circle manapun. Kalaupun ikut arisan kampung atau pengajian kampung, cukup datang duduk di tempat terdekat tanpa pilih-pilih di sebelah siapa, selesai langsung pulang.

  

Ketika kita berada di dekat orang yang menurut kita toxid, cukuplah kita mengenalnya saja, tidak perlu melibatkan diri di lingkungannya.

 

Selain itu, aku tidak suka membaca status orang lain, tidak perduli omongan negatif orang lain tentang aku, prinsipku, “omongan negatifmu adalah urusan mulutmu, bukan urusanku…”

 

Tidak perduli tetangga beli kulkas baru, motor baru atau beli mobil. Toh kita tidak tahu perjuangan dia di belakang itu, kita juga nggak perlu ikut pusing bayar cicilannya kan…

Bersyukur dengan apa yang kita punya, karena kamu tahu??? Banyak orang lain yang iri dengan kehidupanku… ˣ͜ˣ

 

4. Tertawakan diri sendiri

Menertawakan dengan keras diri sendiri (ngakak) karena kekonyolan atau kebodohan diri sendiri akan meningkatkan detak jantung, membuat adrenalin kita meningkat, membawa kebahagiaan untuk diri sendiri.

 

5. Skincare

Perawatan tubuh tentu saja sangat penting dong. Ada beberapa komen yang bilang, pake air wudhu sudah cukup! Iyaaaa Buuuu… Tapi kita juga harus realistis dong… Badan tuh perlu perawatan yang realistis juga…

 

Untuk aku sendiri, aku bukan termasuk orang yang telaten memakai skincare lengkap mulai dari susu pembersih sampai serum yang berlapis-lapis urutannya itu (Aku nggak hafal karena memang tidak pakai).

Untuk aku, tidak perlulah perawatan yang mahal-mahal atau beli skincare yang mahal. Aku juga nggak pernah ke salon untuk perawatan. Paling beberapa kali untuk potong rambut saja. Belakangan justru suami yang potongin rambut karena dia pintar potong rambut.

 

Rutinitasku adalah, bangun tidur cuci muka, kadang pake sabun khusus cuci muka kadang pake sabun mandi biasa. Setelah sholat subuh, aku pasti menyempatkan sisiran, kuncir rambut, pake pensil alis, pake lip krim (nggak perlu bedak, kalaupun pake cuma bedak bayi tipis-tipis). Aku selalu me-refresh-nya setiap habis wudhu. Walaupun belum mandi, aku memastikan anak-anak berangkat sekolah melihat emaknya sudah cantik.   

 

Membiasakan menggantikan sabun mandi dengan lulur. Sejak sebelum menikah, aku biasa menggunakan lulur setiap mandi pagi dan sore. Tentu saja aku tetap menyiapkan sabun mandi, tetapi lebih digunakan untuk cuci tangan. Nggak perlu lulur yang mahal. Purbasari sudah cukup baik untuk kulitku. Yang penting teratur saja.

 

Aku juga menyiapkan sabun cuci muka, walaupun tidak setiap hari memakainya, hanya waktu-waktu tertentu saja saat merasa muka sangat kotor dan berminyak, atau saat akan tidur, itu pun sering terlewatkan.

 

Sering-sering menggunakan handbodylotion. Tentu saja untuk menghindari kulit kering. Itu pun aku memakai yang kemasan botol besar dengan harga yang murah saja. Yang penting cocok di kulit.

 

Menurutku, perawatan dasar untuk kulit lebih penting dari pada pemakaian make-up. Mau pakai pakaian apapun, kalau kulit dan badan kita terawat, akan kelihatan baguuus ajahhh… Aku memakai make-up hanya untuk special occasion saja.

 

Selain itu aku juga selalu mengatakan ke anak-anakku, berjalanlah yang tegak, angkat dagumu, angkat pundakmu, lebarkan langkahmu. Percayalah, itu akan menambah nilai plus penampilanmu.

 

6. Olah Raga 

Aku bukan tipe orang yang senang berolah raga. Aku tidak pernah ikut acara senam-senam seperti ibu-ibu yang lain. Tapi sejak sebelum menikah, aku terbiasa melakukan olar raga "ringan" yang sebenarnya hanya berupa gerakan-gerakan peregangan, tapi jika dilakukan secara teratur akan dapat membentuk otot perut, lengan dan paha, dan juga bisa membentuk postur tubuh yang tegap.


Gerakan yang dilakukan misalnya membungkukkan badan, merenggangkan kaki dan lengan, menendang dll. Tidak perlu sampe keringatan, tapi cukup terasa otot yang tertarik. 

 

Biasanya kalau beberapa lama tidak melakukan aktifitas ini, badanku akan merasa pegal-pegal. Jadi aku akan meluangkan waktu untuk melakukannya walaupun hanya 10 menit saja.


7. Love Your Self

Tidak ada hal yang lebih layak untuk lebih dicintai selain diri kita sendiri. 

 

Ketika kita memasuki kehidupan religius, saat kita mencintai diri kita sendiri, tentu kita juga akan berupaya bagaimana caranya dicintai Allah, yaitu dengan taat kepadanya.

 

Di kehidupan duniawi kita, saat kita mencintai diri sendiri, tentu kita akan berusaha memberikan semua yang terbaik untuk diri kita sendiri.

 

Makanlah dengan baik dan kenyang sebelum kamu melakukan aktifitas untuk keluargamu. Perut lapar akan menyebabkan mudah emosi saat melakukan sesuatu. Tidak ada salahnya kamu membeli sebatang coklat yang hanya kau makan sendiri di saat me time. Membeli skincare kesayangan, membeli pakaian yang bagus atau membeli sesuatu yang menyenangkan hati kita. Tidak ada salahnya sesekali kita menyisihkan uang belanja untuk menyenangkan diri sendiri.

 

Saat kita sudah mencintai diri kita sendiri, memenuhi kebutuhan pribadi kita, menghargai hidup kita, efeknya kita akan lebih mudah mencintai orang-orang di sekitar kita. Intinya saat kita bahagia, akan lebih mudah membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitar kita.

 

Jadi, rahasia awet muda aku adalah : pilih suami yang tepat, kelola stress dan cintai diri sendiri.

-

-

-

 

Bonus :

Jantung kuat???!!!! Lihatlah deretan cowok-cowok ganteng di drakor atau Kpop… Hidupmu akan lebih menyenangkan dengan kehaluanmu…. ha..ha..ha..

 

Jangan lupa, dengarkan lagunya Jin, BTS, “Epiphany”

 

Aku nulis ini ditemenin lagu #Agust D 대취타 Daechwita’ MV #Agust D 해금 Haugeum Official MV #Agust D #j-hope '방화 (Arson) #Hwarang OST_ Park HyungSik - I'll be Here #Le Jazz de V Live Clip #Lewis Capaldi - Someone You Loved (Covered by. JUN, DONGHUN, CHAN Of A.C.E 에이스) #김우진 KIM WOOJIN - Before You Go (Lewis Capaldi) Cover Live

 =======================================================

Cek ig. saya untuk koleksi buket dan craft lainnya : Gabah Craft & Creative

 

Untuk versi video juga ada tutorial Youtube di chanel saya :  Syua Mada Craft & Creative

contohnya di link berikut : Buket Kopi

 

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

 

Wednesday, July 27, 2022

9 Life skill yang Harus Diajarkan ke Anak Laki-laki dan Perempuan

 

9 Life skill yang Harus Diajarkan ke Anak Laki-laki dan Perempuan, lifeskill, kemampuan dasar, keahlian dasar, parenting, pendidikan anak, PAUD, mengajari anak, pelajaran anak, menjahit, memanjat,
Memanjat.... Life skill...??? You never know...

 

Mendidik anak bukan hanya masalah akan disekolahkan di mana anak kita, lancar bahasa asing atau tidak, les apa saja, juara apa saja. Jangan juga hanya mengandalkan pendidikan di sekolah. Anak-anak juga perlu kita ajarkan keahlian dasar atau life skill yang dimulai dari rumah yang akan berguna baginya nanti.  

 

Life skill (keahlian untuk bertahan hidup) atau keahlian dasar ini harus kita ajarkan kepada anak untuk bekal dia dewasa nanti. Skill ini bukan hanya untuk anak perempuan, anak laki-laki pun sebaiknya juga diajarkan. Sayangnya masih banyak orangtua yang menganggap skill ini hanya berguna untuk anak perempuan saja (yang notabene nantinya bertugas mengurus rumah), padahal sebenarnya skill ini juga berguna untuk anak laki-laki agar dia bisa tanggap jika dibutuhkan. Misalnya saat dia kos, di asrama, jauh dari orangtua, menginap di rumah orang lain atau harus menggantikan orangtuanya pada saat orangtuanya tidak bisa mengerjakannya sendiri.

 

Selain untuk “bekal” masa depan anak nanti, mengajarkan life skill juga bertujuan agar anak mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadinya. Jangan hanya tergantung kepada orang lain. Seandainya pun orangtuanya kaya dan mampu membayar orang lain untuk melakukan apapun, life skill ini sebaiknya tetap diajarkan. Jangan sampai sudah dewasa dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Contohnya seperti pada salah satu peserta di kontes kecantikan di televisi, di usianya yang menginjak usia kuliah, dia tidak bisa memotong kukunya sendiri…. what….!!!!

 

Orang akan gampang mengatakannya, ah… bawa saja cucian ke laundry, beli masakan di warung, go food, cari pembantu bla..bla..bla… Tidak… ini adalah dasar life skill…   

 

Berikut adalah skill atau keahlian dasar yang harus kita ajarkan kepada anak

 

1. Mengurus diri sendiri

Mengurus diri sendiri mulai dari mandi, menyisir rambut, memilih dan memakai pakaian, memotong kuku, makan dll yang berhubungan dengan dirinya sendiri.

 

2. Mencuci piring

Sepele kan…!!! “cuma” mencuci piring. Tapi dari sini kita bisa mulai mengajarkan kepada anak untuk bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Setelah makan ya cuci piringmu sendiri. Jangan mengandalkan orang lain. Jika anak masih belum bisa mencucinya dengan bersih, ajarkan kembali bagaimana agar piring bisa bersih sempurna. Jika perlu bilas lagi saat anak tidak melihatnya.   

 

3. Mencuci baju

Mencuci baju merupakan pekerjaan yang tidak diinginkan (bagi banyak orang), males banget lihat cucian. Mencuci termasuk juga menyetrika, melipat. Anggap saja di rumah tidak ada mesin cuci. Anak bisa diajari cara mengucek baju dengan baik, menjemurnya dan melipatnya. Ajarkan menyetrika jika memang sudah lebih besar. Jangan lupa untuk mencuci sepatunya sendiri.

 

4. Menyapu

Mulailah dengan membiasakan diri untuk menyapu kamarnya sendiri. Membereskan tempat tidurnya, kamarnya, kemudian kamar yang lain. Jika dia punya saudara, ajak anak untuk berbagi tugas. Misalnya satu menyapu dalam rumah, yang lain menyapu halaman. Berbagi tugas.

 Baca juga : Rahasia awet muda

5. Membersihkan dapur dan kamar mandi.

Membiasakan anak untuk selalu membersihkan dapur setelah memakainya. Membersihkan cipratan minyak dan garam setelah menggoreng telur atau mengelap meja dapur saat menumpahkan makanan atau minuman saat membuatnya.

Membersihkan dapur setelah memakainya mengajarkan anak untuk disiplin membereskan apa yang sudah “dikacaukannya.”

Selain dapur juga termasuk kamar mandi. Seminggu sekali, jadwalkan anak untuk menyikat kamar mandi. Hal ini bisa dilakukan bergantian dengan saudaranya yang lain.   

 

6. Memasak

Kita tidak perlu mengajarkan untuk memasak masakan yang sulit dan istimewa. Cobalah dari hal yang simpel. Masak air untuk membuat kopi atau teh, masak nasi, menggoreng telur, masak mie instan dan masakan tumisan lain yang sederhana.

Tidak semua suami mewajibkan istrinya bisa masak. Tapi masakan istri akan lebih istimewa untuk anak dan suami. Laki-laki yang bisa masak juga akan membuat nilai plus untuk para wanita.

 

7. Menjahit

Menjahit di sini bukan berarti anak harus bisa membuat satu setel baju. Cukup bisa menjahit apabila ada bajunya yang robek atau kancing bajunya lepas. Tak ada mesin jahit tidak masalah, cukup sediakan jarum dan benang untuk menjahit dengan tangan.

 

8. Naik kendaraan

Saat ini naik kendaraan, terutama motor, merupakan hal yang lumrah untuk anak-anak yang masih di bawah umur. Kita mungkin belum bisa melepaskannya jalan di jalan raya atau untuk pergi jauh. Tapi bisa memakai kendaraan bisa berguna saat ada keadaan darurat.

 

9. Berenang

Life skill yang satu ini bisa dianggap penting bisa juga tidak. Orang akan bilang, kita bukan hidup di pesisir pantai atau di dekat perairan jadi itu tidak penting. Tapi kita tidak akan pernah tahu kapan akan menggunakannya.

Tambahan : Bela diri

Masukkan anak untuk les bela diri. Selain untuk olah raga, belajar bela diri akan menambah kepercayaan dirinya. Jika dia tidak mau, setidaknya ajarkan anak untuk bisa membela dirinya dengan trik-trik sederhana yang dapat digunakan pada saat yang dibutuhkan.

 

Membiasakan anak bertanggungjawab untuk hal yang sepele akan membuatnya lebih berhati-hati dan bertanggungjawab untuk hal-hal yang lebih besar pada saat dia dewasa nanti.

 

Kapan sebaiknya anak mulai diajarkan untuk mandiri. Mulai dari kecil, mulai dari SD, sesuai dengan kemampuannya. SMP untuk naik motor (walaupun masih dalam pengawasan).

 

Ada satu cerita dari tetangga sebelah. Seorang ibu yang sudah pensiun, suaminya sudah meninggal. Dia dititipi cucunya yang baru saja masuk SMA dan kuliah semester tiga. Dia mengeluh bahwa cucu-cucunya itu bahkan tidak mau untuk mencuci piringnya sendiri, apalagi membantu beres-beres rumah. Mau nyuruh mereka juga tidak enak ke anaknya (orangtua cucunya) karena mereka dititipkan ke sini untuk sekolah, bukan untuk cuci piring katanya. “Ya sampaikan saja ke orang tuanya Bu…“ “Nggak usah… mungkin memang kalau di rumah, orang tuanya tidak pernah menyuruhnya cuci piring.”

 

Wadhuh… nambahin pekerjaan orang tua saja…!!!  

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft :  Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik