Total Pageviews

Showing posts with label Wisata Budaya. Show all posts
Showing posts with label Wisata Budaya. Show all posts

Thursday, September 21, 2023

Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th

 

Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th, kirab budaya, karangtalun, imogiri, ulangtahun, jelajah jogja, wisata budaya, wisata jogja, kangen jogja


Bulan Juli ini merupakan bulan yang sibuk untuk Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri. Bulan ini kalurahan Karangtalun menyelenggarakan hari jadinya yang ke 109, tepatnya tanggal 13 Juli 2023.

 

Berdasarkan hasil Musyawarah Kalurahan yang dilakukan pada hari Kamis, 24 November 2022, Kalurahan Karangtalun secara resmi ditetapkan berdiri pada tanggal 16 Juli 1914. Hal ini berdasarkan :

1. Ditemukannya artikel terkait tahun pembentukan kalurahan-kalurahan di wilayah Klaten tahun 1914 (saat itu Karangtalun masuk daerah Enclave Surakarta).

2. Untuk tanggal dan bulan diambil dari tanggal SK pengangkatan carik pertama, yang didapat dari data agenda Lurah Atmosoediro (alm), yaitu 16 Juli 1937.

 

Untuk menyongsong meriahnya acara, Karangtalun menyelenggarakan beberapa acara yang dilaksanakan secara maraton selama satu minggu full.

 

Kegiatan yang pertama yaitu diawali dengan diadakannya kerja bhakti masal membersihkan lingkungan di seluruh wilayah Kalurahan Karangtalun yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Juli 2023. Selain bersih-bersih lingkungan juga dilakukan pemasangan umbul-umbul untuk menyemarakkan wilayah Karangtalun.

 Baca juga : Kirab Siwur Imogiri, Kirab Budaya

Acara yang kedua yaitu ziarah ke makam raja-raja Mataram yang selama ini menjadi ikon dari Kecamatan Imogiri pada hari Senin, 10 Juli 2023. Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang ada di Makam Raja Imogiri.

 

Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th, kirab budaya, karangtalun, imogiri, ulangtahun, jelajah jogja, wisata budaya, wisata jogja, kangen jogja, tumpeng, slametan, syukuran

Tanggal 13 Juli 2023 diadakan lomba tumpeng yang diikuti oleh perwakilan dari setiap RT dari seluruh kalurahan Karangtalun yaitu sebanyak 23 RT, dilanjutkan dengan acara pengajian dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh masyarakat.

 Baca juga Rahasia awet muda

Puncak acaranya yaitu “Kirab Budaya” dengan tema “Semarak Bekerja dan Berkarya, Menuju Masyarakat Sejahtera”pada hari Minggu, 16 Juli, yang menampilkan bregodo dan gunungan sebagai simbol syukur atas kemakmuran dari warga Kalurahan Karangtalun yang diusung oleh beberapa lembaga, padukuhan, dan masing-masing kampung di Kalurahan.

 

Berikut Foto dari keseruan kirab budaya ulang tahun Kalurahan Karangtalun ke 109.

Cek dokumentasi video Kirab Budaya Ulangtahun Kalurahan Karangtalun

https://youtu.be/EsIpBgAfM1Q

 

 Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th, kirab budaya, karangtalun, imogiri, ulangtahun, jelajah jogja, wisata budaya, wisata jogja, kangen jogja, tumpeng, slametan, syukuran

 

 Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th, kirab budaya, karangtalun, imogiri, ulangtahun, jelajah jogja, wisata budaya, wisata jogja, kangen jogja, tumpeng, slametan, syukuran

 

 Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th, kirab budaya, karangtalun, imogiri, ulangtahun, jelajah jogja, wisata budaya, wisata jogja, kangen jogja, tumpeng, slametan, syukuran

 

 Kirab Budaya Ulang Tahun Kalurahan Karangtalun ke 109th, kirab budaya, karangtalun, imogiri, ulangtahun, jelajah jogja, wisata budaya, wisata jogja, kangen jogja, tumpeng, slametan, syukuran

 

 Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8


Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 



 

Sunday, March 13, 2022

Ullen Sentalu - Museum

Ndalem Kaswargan,Museum Ullen Sentalu,Wisata Budaya,Yayasan Ulating Blencong,Ullen Sentalu,Kaliurang,Museum,Wisata Jogja,Beukenhof Restoran,Vorstenlanden,Museum Jogja,

Ulen Sentalu adalah nama sebuah museum budaya yang berada di Yogyakarta, tepatnya di Jl. Boyong, daerah wisata Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Yogyakarta, 25 Km dari arah kota Yogyakarta. Menempati lahan seluas 1,2 hektar, terletak di lereng Gunung Merapi sehingga memiliki udara yang sangat sejuk.

 

Kata “Ullen Sentalu” sendiri merupakan akronim dari falsafah Bahasa Jawa yaitu, “Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku,” artinya adalah bahwa “Sinar/nyala blencong adalah penuntun jalan kehidupan. (Blencong = dian/lampu minyak untuk penerangan. Biasa juga dipakai pada saat pagelaran wayang kulit sebagai lampu yang menyinari geber/layar).

 

Ullen Sentalu disebut juga “Ndalem Kaswargan”, rumah surga. Ini karena gunung Merapi adalah hadiah dari Tuhan, dan masyarakat yang tinggal di sini seperti tinggal di surga, rumah surga, karena suasana yang indah, sejuk dan damai.

Baca juga : Kopi Panggang

Video Kopi Panggang

Bangunan di sini menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kaki gunung, yaitu dengan menggunakan batu-batu kali yang kian menonjolkan keindahan alami museum tersebut, disertai dengan taman yang menyatu dengan alam.

 


Di sini kita akan dimanjakan dengan keindahan arsitektur perpaduan gaya Jawa dan Eropa gothic modern dari setiap bangunan yang ada. Arsitektur yang menyatu dengan alam, eksterior, interior yang menampilkan benda-benda peninggalan jaman kerajaan dari Mataram Kuno sampai Mataram Islam dahulu membuat kita merasa berada di dunia lain di masa lampau.

 

Museum ini dibuat oleh keluarga Bapak Haryono bersama dengan Yayasan Ulating Blencong dan diresmikan pada tahun 1997 oleh Paku Alam VIII.

 

Museum ini adalah museum tempat menyimpan barang-barang pribadi berupa foto-foto dan benda-benda dari kerabat kerajaan, yang merupakan hibah dari 4 kerajaan, 2 di Jogja, yaitu keraton Yogyakarta, Pakualaman dan 2 dari Solo, yaitu Surakarta dan Mangkunegaran.

 

Beberapa koleksi yang ada di museum ini antara lain gamelan, hibah dari Keraton Yogyakarta yang dulu sering digunakan untuk mengiringi pementasan Keraton.

Lukisan Jumenengan tentang Tari Bedhaya, lukisan Busana Paes Ageng yang menunjukan detail lengkap pengantin dengan riasan paes ageng, batik motif Urang Wetan, motif batik khas keraton yang pernah digunakan permaisuri dll. 

 Baca juga : Rahasia awet muda

Saat memasuki museum Ulen sentalu, kita akan disambut dengan penyajian minuman rempah alami yang dipercaya berkhasiat untuk membuat pengunjung awet muda. Minuman tersebut adalah minuman herbal yang terbuat dari jahe dan bahan rempah lainnya.

 

Menyusuri museum, kita akan ditemani oleh seorang edukator/pemandu yang ada di tempat itu yang akan menjelaskan tentang barang-barang koleksi yang ada di museum ini. Tur akan berlangsung selama 45 menit.

 

Tur ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu

Tur Adiluhung Mataram

Pengunjung akan didampingi melihat-lihat seni dan budaya Jawa dari keraton Yogyakarta dan Surakarta yang filosofis dan sarat makna, untuk melihat kehidupan keraton pada masa lampau.

Tur meliputi : area goa dan Kampung Kambang. Kampung Kambang adalah sebuah labirin perkampungan Jawa yang terapung di atas air.

Tur Vorstenlanden

"Vorstenlanden" artinya"Tanah Para Raja" yaitu sebutan pemerintah kolonial Belanda bagi kerajaan Mataram di tanah Jawa, khususnya pada masa kejayaan kerajaan Mataram.
Tur Vorstenlanden lebih spesifik karena kita akan diajak mengenal keraton Jogja dan Solo. Kita akan menjelajah masuk ke dalam sejarah kekuasaan tanah Jawa pada masa keemasan Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta melalui koleksi lukisan masterpiece Museum Ullen Sentalu.
Dalam tur, kita juga akan singgah di Esther Huis, rumah bergaya Indies dengan koleksi kebaya, batik, dan hiasan antik. Ada juga syair-syair yang ditulis para putri kerabat keraton. Hal itu menunjukkan bahwa kerabat keraton pada masa itu sudah mempunyai pengetahuan intelektualitas yang tinggi. Budaya Indies merupakan budaya hasil akulturasi tiga budaya: Jawa-Belanda-Tionghoa.
Tur meliputi : Djagad Gallery, Esther Huis, dan Sasana Sekar Bawana

Setelah Tur Vorstenlanden selesai pengunjung akan diajak menikmati sajian kopi dan teh serta kudapan kukis homemade dari Beukenhof Restoran.

 

Beukenhof Restoran sendiri merupakan restoran bagian dari Ullen Sentalu yang menyediakan masakan western. Restoran bergaya kolonial Belanda ini tidak hanya untuk pengunjung museum, tapi juga terbuka untuk umum. Pengunjung restoran bisa langsung datang ke restoran ini tanpa harus masuk ke museum dulu. Pengunjung bisa langsung ke restoran lewat samping museum kemudian ke belakang.

 

Sayangnya, di museum ini pengunjung tidak diperkenankan untuk mengambil gambar yang ada di dalam museum. Pengunjung hanya diperbolehkan mengambil gambar yang ada di lingkungan sekitar, di luar bangunan museum.

Tapi tidak perlu kecewa, karena di luar museum pun banyak spot-spot yang instagramable yang bisa kita jumpai. Relief-relief dan patung-patung dari masa Hindu-Budha kuno sampai Mataram Islam akan sangat memanjakan mata kita.

 


Walaupun saat ini sudah bermunculan tempat-tempat wisata baru yang ada di sekitar Merapi, Ullen Sentalu masih tetap menjadi salah satu tujuan wisata andalan yang menarik. Itu dikarenakan jika museum lain mempunyai tampilann yang kaku dan monoton, maka museum Ullen Sentalu memiliki tampilan yang sangat menarik dengan keunikan, keasrian dan keindahan yang dimilikinya.

Jika kita pernah sekali ke sana, kita pasti merindukan dan ingin ke sana lagi karena keindahan dan suasananya yang menakjubkan. Jangan lupa untuk datang di musim kemarau, sehingga kita bisa puas menikmati suasana tanpa takut kehujanan.

 

 

Buka Selasa - Minggu, jam 8.30 - 16.00 WIB

Tur Terakhir jam 15.15 WIB

Senin Tutup

 

Harga Tiket

- Tiket Wisata Dewasa Rp. 40.000

- Tiket Wisata Anak-anak Rp. 15.000

 

- Tur Adiluhung Mataram Rp. 50.000

- Tur Vorstenlanden Rp. 100.000

 

Untuk tur rombongan lebih dari 15 orang wajib reservasi.

 

Beukenhof Restoran

Buka hari Selasa - Minggu, jam 09.30 - 16.30 WIB

Hari Senin Tutup

Harga kisaran Rp. 30.000 - Rp. 200.000

 

Ulen sentalu 

 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik


Tuesday, June 28, 2011

Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto, Imogiri, Yogyakarta


Makam seniman dan Budayawan Giri Sapto atau masyarakat sekitar cukup menyebutnya dengan nama Makam Seniman adalah kompleks pemakaman yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan Indonesia. Makam seniman ini diprakarsai oleh Dr. (HC) RM. Sapto Hoedoyo FRSA (Felloe Royal School Art), seniman serba bisa yang berasal dari Solo. 

Makam ini berada di Bukit Gajah, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Indonesia, berdampingan dengan makam Raja-raja Mataram.  Terletak kurang lebih 20 Km ke arah Selatan kota Yogyakarta. Bila ingin ke sana lokasi makam ini sangat mudah dijangkau dan dicari. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, dari terminal Giwangan, Yogyakarta lurus saja ke Selatan tanpa belok-belok sampai mentok kantor kecamatan Imogiri. Dari kantor kecamatan Imogiri inilah anda baru belok ke kiri mengikuti jalan raya ke arah Timur sampai di terminal Imogiri, dari sini anda bisa belok ke kiri (ke Utara) naik ke bukit kurang lebih sejauh 250m. (Jika ke makam raja Mataram, dari terminal Imogiri lurus ke Timur, jaraknya kurang lebih juga 250m dari terminal Imogiri). Jika anda menggunakan kendaraan umum, dari terminal Giwangan anda bisa naik bis “Koperasi Abadi” jalur 5. Bis ini kadang-kadang hanya sampai pasar lama Imogiri jika tidak ada penumpang yang turun ke makam, jadi jangan lupa untuk memberi tahu kondektur atau sopir kalau anda akan ke makam seniman, maka nanti anda akan diturunkan ke terminal Imogiri. Dari sini anda bisa jalan kaki atau naik ojek ke arah makam. Di makam seniman kita bisa masuk ke sana gratis, tanpa harus membeli tiket masuk.   


Desain makam ini cukup unik, lebih menyerupai taman daripada makam. Sebelum masuk, di depannya merupakan pelataran, kemudian disusul beberapa anak tangga yang menuju pintu gerbang. Pintu gerbangnya berbentuk setengah lingkaran yang menjulang, kemudian ada beberapa cabang anak tangga yang menuju tempat yang berbeda. Salah satunya menuju pendopo “Bangsal Asih” yang juga dipakai sebagai makam Sapto Hoedojo. Tangga ke atas menuju puncak bukit yang di kiri kanannya adalah makam-makam para seniman. Di ujung tangga merupakan puncak bukit tersebut. Dari sana kita bisa melihat wilayah Imogiri dari Barat ke Selatan.

Baca juga : Kopi Panggang

Video Kopi Panggang https://youtu.be/zXRHUOPdWgE

Selain sebagai tempat ziarah, makam ini juga banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangannya. Pada hari-hari libur, terutama hari Minggu pagi, banyak penduduk sekitar, terutama para remaja yang memanfaatkan tempat ini untuk jogging atau lari pagi. Di makam ini juga terdapat banyak tanaman jambu monyet yang ditanam penduduk yang menjadi daya tarik tambahan tempat ini. 

Areal pemakaman ini dilengkapi dengan fasilitas mushola, toilet, dan tempat parkir. Kalau ingin merasa lebih aman, ada juga tempat parkir di rumah penduduk jika kita ingin meninggalkan kendaraan kita untuk menuju ke areal atas. Di bawah (di sekitar terminal) kita bisa menikmati sajian khas Imogiri, misalnya wedang uwuh. Minuman ini terbuat dari campuran berbagai macam rempah yang bisa membuat badan kita hangat dan segar.
Makam Sapto Hoedojo di dalam pendopo “Bangsal Asih”

Seniman-seniman yang dimakamkan di tempat ini antara lain : Sapto Hoedojo, pendiri dan pemrakarsa tempat ini, H. Widayat (seniman seni lukis), KRT Sasmintadipura/Romo Sas (seniman tari), Kusbini (Komposer), L. Manik (komposer). Kirjomoeljo (sastrawan), KRT. Sasmitadipura dll.