Total Pageviews

Friday, November 12, 2021

Wedang Uwuh - Manfaat, Komposisi dan Cara Menyajikannya

 


Wedang uwuh adalah salah satu minuman tradisional yang berasal dari Imogiri, Yogyakarta. Pada masanya ini adalah minuman raja yang tidak sengaja tercampur dengan dedaunan. Uwuh dari bahasa Jawa artinya sampah, mengacu pada sampah ranting dan daun.

Bila anda berkunjung ke daerah Imogiri, minuman ini banyak dijual di pasar Imogiri atau kios-kios, terutama di sekitar daerah makam Raja Imogiri. Saat ini anda juga dapat dengan mudah mendapatkannya di toko oleh-oleh atau swalayan.

Minuman ini mengandung banyak rempah yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Secara keseluruhan minuman ini bisa menghangatkan badan dan menambah imunitas dan daya tahan tubuh. Cocok dinikmati saat musim hujan, cuaca dingin atau saat badan merasa kurang fit.

Bahan-bahan wedang uwuh terdiri dari jahe, cengkeh, daun pala, daun kayu manis, serutan kayu secang dan gula batu. 

 


 

Jahe memiliki sifat antikoagulan, bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, mencegah penggumpalan darah, mengurangi kolesterol, menurunkan tekanan darah serta mencegah serangan jantung dan stroke

Cengkeh untuk menghilangkan mual, kolik, serta perut kembung 

Daun pala dengan kandungan berupa flavonoid, polifenol, serta saponin yang dapat menyembuhkan batuk berlendir, kejang otot dan nyeri.

Daun kayu manis bermanfaat untuk antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.

Serutan kayu secang bermanfaat untuk anti kanker, antioksidan, serta melancarkan peredaran darah. Kayu secang inilah yang membuat wedang berubah menjadi warna merah

Gula Batu untuk menambah citarasa manis. Juga bermanfaat untuk meringankan gejala batuk.

Baca juga : Rahasia awet muda

Cara menyajikan wedang uwuh cukup mudah. Bakar jahe sebentar, kemudian digeprek, jahe yang sudah dibakar akan memberikan aroma dan cita rasa yang lebih kuat. Masukkan semua bahan ke dalam cangkir. Seduh dengan air panas. Jika anda suka, anda bisa menambahkan sebatang sereh kedalamnya. Tunggu beberapa saat agar rasa dan aromanya kuat. Wedang uwuh siap dinikmati.

Saat ini tersedia dua macam kemasan dari wedang uwuh. Kemasan yang pertama, kemasan tradisional yaitu wedang uwuh yang masih dalam bentuk asli rempahnya, biasanya kemasan dibuat dengan porsi per sekali seduh untuk satu gelas. Setiap porsi akan terbagi menjadi 3 plastik, yaitu plastik berisi rempah-rempah kering, plastik berisi jahe dan plastik berisi gula batu. Pemisahan bahan ini dilakukan untuk menjaga agar rempah lebih bersih dan awet karena jahe biasanya lebih mudah untuk bertunas atau berjamur pada saat masa penyimpanan, sedangkan gula batu akan mudah berair atau didatangi semut jika penyimpanannya kurang baik.

Tipe kemasan yang kedua sudah lebih praktis yaitu berbentuk bubuk dan dikemas dengan kantong celup.

Jika suka tampilan yang eksotis, pilihan dengan rempah asli banyak dicari, tapi jika ingin yang praktis, bisa dipilih yang dengan kemasan kantong celup.

 

 

 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik


 

Monday, November 1, 2021

Makam Raja-raja Mataram di Imogiri (Jelajah Lewat Jalur Samping)

 

Pintu masuk samping

 

Makam Raja-raja Mataram (Pasarean Imogiri/Pajimatan Imogiri) di Imogiri masih menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Jogja, terutama di Imogiri. Baik sebagai wisata biasa, wisata sejarah, wisata budaya maupun sebagai wisata religi. Lokasi tepatnya berada di desa Girirejo, Wukirsari, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Dibangun pada tahun 1632 pada masa pemerintahan Sultan Agung Mataram III, Prabu Hanyokrokusumo.

Jika biasanya orang-orang yang datang ke sana lewat gerbang depan kemudian menaiki ratusan tangga yang ikonik itu untuk menuju puncaknya, maka kali ini kita akan menjelajah makam raja lewat pintu samping di sebelah barat. Ini merupakan jalan alternatif bagi kaum “sepuh” yang mungkin akan kesulitan jika harus menapaki ratusan anak tangga. Bisa juga bagi anda yang ingin “short cut” langsung menuju ke puncak. Atau bagi anda yang suka gowes, bisa memakai rute ini dan sepeda bisa langsung parkir di area parkiran atas.

Jalurnya, dari terminal makam raja kita bisa langsung mengambil arah utara, menuju makam seniman, naik terus sampai di puncak jalan. Sampai puncak jalan ada pertigaan, ambil ke arah kanan. Di jalan ini ada portalnya, tapi jika kita naik motor atau sepeda, kita bisa “mlipir” lewat samping portal. Jika naik mobil tentu saja harus ijin penjaga agar dibukakan portalnya. Dari situ kita bisa terus menyusuri jalan sampai ke parkiran area makam. Dari tempat parkir kita bisa langsung masuk ke area makam.

Pintu barat makam. Gerbangnya berwarna hitam. Setelah masuk, di sebelah kanan akan kita jumpai kompleks makam raja Pakubuwono X dengan gerbang dan tembok berwarna hitam. Di sebelahnya dengan gerbang dan tembok berwarna putih, ini adalah kompleks makam raja Pakubuwono VI..

 

Tangga di depan itu adalah tangga panjang ke bawah dari gerbang masuk depan

Selanjutnya kita akan berada di tengah-tengah tempat pertemuan empat arah anak tangga yaitu anak tangga ke arah utara, selatan, timur dan barat.

 

Baca Juga : Kirab Siwur 1 Suro, Imogiri

 Video : Kopi Panggang

 

Dari tengah pertemuan anak tangga ini sebelah selatan, ke bawah, adalah tangga utama. Tangga inilah yang biasa digunakan pengunjung pada umumnya jika melalui gerbang utama di depan. Anak tangga ini berjumlah 409 anak tangga yang dibagi menjadi 4 sab. Mitosnya tidak ada orang yang bisa menghitung jumlah anak tangga ini dengan benar, jika bisa maka semua keinginan orang tersebut akan terkabul.

Sebelah barat, tempat kita masuk tadi adalah kompleks makam raja-raja dari silsilah Kasunanan Surakarta.

Sebelah timur adalah kompleks makam dari silsilah Kasultanan Yogyakarta.

Di bagian utara adalah makam raja-raja sebelum kerajaan terpecah menjadi Kasultanan dan Kasunanan akibat adanya perjanjian Giyanti terhadap pemerintah Hindia Belanda.

 

Gapura Supit Urang

Saat memasuki area makam utara, kita akan melalui pintu gerbang yang namanya Gapura Supit Urang. Ini adalah gapura atau pintu masuk utama menuju ke makam raja, yaitu makam Sultan Agung Hanyokrokusumo, Amangkurat 2 dan Amangkurat 3.

Pada tangga yang menuju gapura supit urang, di bagian anak tangga paling bawah, di tengah-tengahnya, ada anak tangga yang terbuat dari batu yang bentuknya sepeti bekas diinjak-injak. Ini adalah tempat dari makam Tumenggung Endronoto. Kenapa dimakamkan di sini dan dengan cara yang demikian?

 

Batu pijakan di bawah gapura Supit Urang

Tumenggung Endronoto adalah seorang penghianat yang membelot kepada Belanda. Dia memberitahu Belanda di mana letak lumbung pangan tentara Mataram dan rencana penyerbuan Sultan Agung ke Jayakarta.

Sebagai hukumannya, tubuhnya dipancung menjadi tiga bagian. Bagian kepala dikuburkan di tengah gapura Supit Urang, bagian badan di anak tangga gapura dan kakinya di kolam sebelah kanan.

Dengan dijadikannya makamnya sebagai batu pijakan, itu sebagai peringatan akan kesetiaan dan penghianatan.

 

Baca juga : https://ikirab-budaya-ulang-tahun-kalurahan karangtalun

 

Versi lain dari cerita itu adalah bahwa sosok yang dikuburkan di tempat itu adalah Gubernur Hindia Belanda itu sendiri, Jan Pieterzoon Coen.  

Bagian di belakang aling-aling

Di belakang gapura supit urang terdapat aling-aling atau kelir yang mempunyai makna sebagai penghalang, yaitu sebagai penghalang dari niat jahat yang akan merusak tempat itu.

 

Baca juga : Rahasia awet muda

 

Setelah memasuki gerbang di bagian kiri dan kanannya ada pendopo yang biasa dipakai juru kunci dan para peziarah berdoa.

Di bagian belakang ada empat buah genthong. Keempat gentong tersebut adalah pemberian dari empat kerajaan yang berbeda untuk Sultan Agung.

Gentong pertama di sisi paling barat adalah pemberian dari kerajaan Sriwijaya, diberi nama Nyai Danumurti.

Gentong ke dua pemberian dari kerajaan Ssamudra Pasai, diberi nama Kyai Danumaya.

Gentong ke tiga pemberian dari kerajaan Ngerum (Turki), diberi nama Kyai Mendung. 

Gentong ke empat pemberian dari kerajaan Siam (Thailand), diberi nama Nyai Siem.

Genthong-gentong ini dipakait untuk menyimpan air yang biasanya digunakan sebagai air wudhu.

Gentong ini akan dikuras/dibersihkan setiap malam Jumat kliwon atau Selasa klion pada bulan Suro pada penanggalan Jawa. Pada prosesi ini biasanya masyarakat sekitar atau para peziarah akan datang untuk ikut menyaksikan acara “nguras genthong/nguras enceh”. “Nguras Genthong” ini juga menjadi salah satu prosesi yang menjadi daya tarik wisata religidan wisata budaya di Makam Raja.

 

Pintu Masuk Makam Sultan Agung

Masyarakat umum hanya bisa masuk sampai ke lokasi ini. Bisa berdoa di sini. Jika akan masuk ke makam utama, yaitu makam raja, peziarah diwajibkan memakai pakaian adat Jawa, kain jarik dan baju peranakan untuk laki-laki dan kemben untuk wanita. Pakaian tersebut biasanya dipakai oleh para abdi dalem. Peziarah bisa meminjam pakaian tersebut di lokasi. Peziarah tidak diperkenankan memakai alas kaki dan perhiasan emas, juga tidak boleh berfoto di dalam lokasi makam. Peziarah juga akan diantar oleh juru kunci jika akan berdoa di dalam kompleks makam raja. 

Lihat juga videonya : Jelajah Makam Raja-raja Mataram Lewat Jalur Samping

Selamat Berkunjung.... 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

  

Wednesday, October 27, 2021

Kopi Keris Mugi Slamet

 



Jika anda sedang berada di seputaran Imogiri, cobalah untuk mampir ke Kopi Keris. Kopi Keris adalah sebuah warung kopi/garden caffe yang berada di desa Banyusumurup, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Lokasinya tidak jauh dari Taman Kuliner Imogiri, Makam Seniman, Makam Raja-raja Imogiri, Makam Kyai Pekik. Searah jika anda dari Jogja menuju ke kawasan wisata Mangunan. Jika masih bingung untuk mencari lokasinya, bisa kita cek di Google Maps Mugi Slamet Keris.   

 

Kenapa Kopi keris? Karena lokasinya berada di sentra kerajinan keris Banyusumurup, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Dengan mengusung nama ini diharapkan akan ikut terangkat juga sentra UMKM masyarakat di Banyusumurup ini sebagai desa wisata kerajinan keris. Diharapkan warung Kopi Keris  Mugi Slamet menjadi gerbang pembuka untuk wisata kerajinan dan alam di Banyusumurup.

 

Dengan mengusung konsep yang dekat ke alam, tempat ini menawarkan suasanya desa yang asri dengan pemandangan perbukitan di depannya. Tempatnya tenang karena berada di tengan-tengah pedesaan dan agak jauh dari jalan utama.

 

Baca juga : Kirab Siwur 1 Suro, Imogiri

 

Jika anda ingin datang menyendiri di sini untuk mengerjakan tugas, skripsi dll, atau hanya ingin sendiri saja, tempat ini cocok dijadikan tempat tujuan. Jika ingin berdua atau bertiga bersama pasangan atau keluarga, tempat ini sudah OK. Jika anda akan mengadakan arisan, ulang tahun, pertemuan atau gathering sampai dengan seratus orang, tempat ini juga masih cukup memadai. Cukup pesan tempat saja jika ingin mengadakan acara di sini.

Jika anda suka gowes, bisa mampir ke sini juga karena lokasi ini asik dijadikan jalur gowes.

 


Untuk menunya cukup beragam. Dari makanan berat sampai makanan ringan. Makanan andalan warung ini adalah olahan dari Ayam Kampung. Mulai dari ingkung, ayam goreng atau tongseng ayam kampung.

Minuman dari mulai kopi, coklat, susu sampai minuman rempah-rempah.

Untuk harga tidak usah khawatir, sangat terjangkau. Untuk minuman rata-rata hanya empat ribu rupiah saja, sedangkan makanan ringan hanya lima ribu rupiah per porsi.

 

Baca juga : Kopi Panggang

 

Buka mulai jam 10.00 sampai jam 22.00 WIB. Khusus hari Sabtu-Minggu buka mulai jam 08.00 WIB. Sore sebelum matahari tenggelam sampai malam adalah saat-saat yang tepat jika anda ingin mendapatkan atmosfer yang menenangkan. Bagi yang muslim, tidak perlu khawatir akan terlewatkan waktu sholat karena di sana sudah ada fasilitas mushola yang memadai.

 

Monggo Pinarak…. 

 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik