Total Pageviews

Saturday, May 29, 2021

Bagaimana Cara Mengubah Hobi Menjadi Cuan

Di sini saya akan berbagi cerita tentang bagaimana cara mengubah hobi menjadi cuan di saat pandemi. Sebenarnya sih bukan cuma hobi, tapi juga "sedikit" peluang yang harus kita "sikat" untuk mendatangkan rupiah. 

Di tengah ketidakpastian di masa pandemi ini, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kalau hampir di semua sektor kegiatan di masyarakat menjadi kacau. Sektor pendidikan, kesehatan terutama ekonomi, semua terasa seperti jungkir balik terdampak pandemi. Untunglah entah bagaimana caranya (berkat kerja keras masyarakat dan dukungan pemerintah tentunya) perlahan kita bisa melewati masa pandemi ini dengan lebih baik.

Sama halnya dengan saya dan suami. Usaha kami di bidang handicraft utk kebutuhan ekspor tiba-tiba saja harus berhenti. Modal untuk bahan sudah terlanjur dibelanjakan, produksi dibatalkan, tenaga kerja terpaksa dirumahkan. Semuanya berhenti.

Dengan modal minus, kami harus memutar otak agar dapur tetap mengepul. Sebenarnya, kalau “cuma” untuk urusan dapur, alhamdulillah, selalu saja ada yang bisa dimakan. Tinggal di desa mungkin salah satu faktor yang menyebabkan ada saja yang bisa dimakan. Tetangga panen beras, kita ikut kebagian, tetangga panen sayur, kita bisa ikut masak…ditambah lagi rasa saling peduli yang masih kental di desa, saling membantu dan berbagi.

Masalahnya bensin, listrik dan gas tetap harus beli, tagihan terus berjalan, sekolah libur juga tetap harus dibayar….

Inilah beberapa usaha yang berasal dari hobi (dan apa saja) yang bisa mendatangkan uang.

Ingat ya… di sini yang dibahas adalah usaha dengan modal yang minim, usaha rumahan yang bisa dijalankan dengan modal seadanya saja…tanpa perlu ijazah atau pengalaman kerja sebagai pelengkap cv.

1. Tanaman hias.

Bagi yang suka berkebun, inilah waktunya merubah hobi yang biasanya anda nikmati sendiri, kini bisa dijadikan uang. Seperti saya. Sejak dulu saya suka berkebun, tapi karena sibuk mengurus bisnis dan keluarga (ditambah menyusulnya junior ketiga) maka berkuranglah waktu saya untuk mengurusi tanaman. Saat pandemi datang, saya baru tahu kalau salah satu tanaman koleksi saya sedang naik daun. Jadilah Monstera Andansoni si “janda bolong” (lebih tepatnya ron=daun dho bolong) menjadi tonggak awal saya berjualan tanaman. Yang pada awalnya tanaman tidak terurus di sela-sela barang handicraft, setelah naik daun banyak diminta teman-teman yang datang ke rumah. Kemudian saya menjual vas kayu jati (yang sebenarnya adalah sisa produksi yang berserakan) dengan janbol sebagai bonusnya, keterusan dengan tanaman yang lain yang bisa dijual. Kemudian saya juga beli tanaman lain dari sebagian uang hasil jualan sebagai tambahan dagangan. Untuk tanaman hias, saya tidak perlu khawatir tidak akan laku. Toh tanaman hias akan terus bertumbuh menghiasi halaman dan tetap bisa dijual di masa yang akan datang. Tipsnya, pilihlah tanaman yang “menjual,” misalnya dari jenis aeroid, bisa dari keluarga philodendron, monstera, alokasia atau aglonema dll.

 
 
   
Janbol di antara Belukar dan Handicaft



2. Membuat Masker

Bagi yang hobi menjahit, bisa dicoba untuk membuat masker. Saya membuat masker dari bahan-bahan kain lurik sisa produksi. Selain dari bahan, model yang unik tentu akan bisa menarik minat pembeli. Coba saja lihat di pinterest atau google untuk melihat referensi model-model masker yang menarik.

Kebetulan saya tidak hanya membuat masker. Masa pandemi membuat para perokok berfikir ulang untuk membeli rokok buatan pabrik. Harga yang biasanya “biasa-biasa saja,” menjadi berat saat harus berbagi dengan kebutuhan rumah. Hal itu membuat mereka beralih ke rokok tembakau yang harganya lebih terjangkau. Jadilah peluang ini saya manfaatkan untuk membuat kantong tembakau, dari bahan lurik juga agar terlihat lebih unik dan natural. Suami saya membuat kotak tembakau dari kayu. Kayunya juga dari bahan sisa produksi. 

 

Kantong mBako

 

3. Usaha Makanan Jajanan

Memulai usaha dari dapur mungkin salah satu usaha yang paling mudah. Ibu rumah tangga biasa bisa menjadikan masakan andalannya sebagai modal untuk berjualan makanan.

Saya sendiri belum mencoba untuk hal yang satu ini. Saya sering masak banyak, jumlah anggota keluarga ada 5 di KK, tapi alhamdulillah ada banyak orang yang biasa ikut makan bersama di rumah kami.

Untuk membuat usaha baru, tak perlulah membuka warung makan dengan modal yang banyak. Mulai saja dari jajanan makanan ringan; cimol, cilok, seblak, frozen food, lauk pauk; sambel, kering tempe/kentang, roti dan kue, minuman; bobba, es buah, es lilin, es gabus dll.

Buatlah dulu dengan jumlah yang sedikit saja untuk mengetahui pasar, setelah berjalan baik, barulah bisa ditambah jumlahnya. Untuk jajanan rumahan, kemasan biasanya bukan hal yang biasa diperhatikan, tetapi untuk makanan dengan pangsa pasar menengah ke atas, buatlah kemasan yang lebih menarik dan unik. Sesuatu yang biasa, jika kita kemas dengan kemasan yang menarik tentu akan menambah nilai jual barang tersebut.

4. Ikan Hias

Salah satu ikan hias yang paling banyak dijual saat pandemi adalah ikan cupang. Ikan ini sangat mudah dipelihara. Tidak perlu perlakuan khusus, tidak perlu pompa, gelembung udara, filter, tidak perlu tempat yang luas atau perintilan akuarium pada umumnya, cukup ditempatkan di toples.

Saya lebih suka menempatkan ikan cupang di toples kaca yang polos dan simple atau ditempatkan di botol bening ditambah tanaman untuk mempercantik tampilannya.

Bagi yang ingin membudidayakannya ada beberapa trik yang harus dilakukan agar bisa beranak pinak dan bisa mendapatkan motif yang baru yang akan bisa menambah nilai jual ikan cupang.

 

Cupang dan Tanaman

 

5. Menjual pakaian bekas, preloved.

Sejak pandemi saya baru tahu, ternyata banyak juga group-group di marketplace yang menjual pakaian bekas, preloved bahasa kerennya. Tapi tidak semuanya preloved juga… ada yang baru banget karena memang berdagang barang baru, baru dibeli tapi tidak cocok size, model atau warnanya, baru sekali pakai atau barang2 ex kado dll. Barang-barang ex kado maksudnya barang tersebut tadinya adalah kado, bisa dari kado nikahan, ualng tahun, kelahiran bayi atau yang lainnya yang tidak diinginkan/digunakan oleh si penerima. Barang tersebut masih baru bahkan kadang masih utuh kemasannya.

Tidak hanya pakaian, di sini juga dijual sepatu, sandal, tas, assesories sampai kosmetik. Mau yang branded atau non branded.

Banyak yang menjual, banyak juga yang mencari.

Menjual bisa jadi karena mau mengurangi isi lemari, membeli karena kita bisa dapat barang yang kita inginkan dengan harga yang lebih murah.

Bisa dijual harga satuan untuk mendapatkan harga yang bagus, atau ada juga yang mau membeli pakaian dengan sistem kiloan kalau mau lebih cepat terjual.

Ini kesempatan bagi kita untuk mengurangi isi lemari. Pisahkan pakaian yang bisa dijual, disumbangkan atau yang perlu dibuang. Kalau mau dibuang (bersih dan pantas pakai), saya biasanya mengemasnya dengan kantong plastik yang bersih dan rapi, tempeli tulisan “pakaian bersih” serahkan ke bapak tukang angkut sampah pada saat pengambilan sampah. Jangan dicampur sampah lain. Siapa tahu baju bekas kita masih bisa dimanfaatkan orang lain.

Hal ini juga berlaku untuk barang-barang yang “sebenarnya” tidak kita butuhkan di rumah.

6. Main online.

Untuk kaum rebahan, ini adalah cara yang mudah untuk mendapatkan uang, hanya dengan menggoyangkan jari sambil tiduran poin-poin rupiah bisa terkumpulkan. Ada beberapa aplikasi yang hanya dengan melihat, bisa mendatangkan uang. Misalnya Tik Tok. Kita bisa mengakses aplikasi ini sambil menunggu dagangan, menunggu customer, sambil menunggu jemputan, sambil makan siang dan yang pasti sambil rebahan.

Lumayan…dari main Tik Tok, bisa untuk membeli pulsa listrik 50rb per minggu.

Bagi yang mau lebih menantang, bisa mencoba aplikasi game online. Saat ini banyak sekali aplikasi game online yang bisa dijadikan ajang mencari uang atau bahkan menjadi mata pencaharian pokok untuk para gamer.

7. Membuat konten kreatif

Untuk kaum milenial, cara ini paling banyak dijadikan pilihan bukan hanya untuk mengisi waktu luang, tapi juga sebagai penyaluran kreatifitas yang biasanya tidak diberikan di sekolah umum.

Membuat konten kreatif bisa dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja tanpa harus menunggu punya ijazah atau selesai kuliah. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, semua bisa melakukannnya. Tinggal kita-kitanya saja pinter-pinter membuat bagaimana caranya agar karya kita bisa mendatangkan uang.

Konten kreatif misalnya menulis blog, membuat vlog, membuat video YouTube, Tik Tok dan lain-lain. Dengan modal HP dan kreativitas kita bisa membuat konten yang akan bisa mendatangkan uang.

Kita terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam menjadi konsumen di dunia maya. Kalau bisa menjadi produsen tentu akan lebih menguntungkan.

Jangan salah, poin 6 dan 7, jika kita serius menjalaninya, penghasilan yang akan kita dapatkan bisa tidak terbatas, bisa melebihi gaji orang-orang yang kerja kantoran. Orang tahunya kita “cuma” di rumah saja, nggak kerja…tapi kok bisa belanja-belanja…???

Penghasilan dari google adsend misalnya, bisa jadi itu akan menjadi tabungan kita, bisa juga menjadi dana pensiun karena selama orang masih melihat konten kita, kita akan tetap terus menerima transferan pembayaran.

 

Monggo…silahkan mau memilih cara yang mana yang akan kita jadikan penghasilan tambahan (atau bahkan pokok). Itu hanya sebagian kecil saja, tentunya masih banyak pilihan yang lain yang bisa kita lakukan. Kalau saya, pilihlah yang sesuai dengan minat kita, jadi kita bisa lebih enjoy menjalaninya.

 

Bagaimana cara menjual barang dagangan kita?

Ada berbagai cara kita bisa menjual dagangan kita.

1. Gelar langsung dagangan.

Ada beberapa jenis dagangan yang bisa langsung kita gelar lapaknya, misalnya makanan. Jika memungkinkan, kita bisa menjual barang dagangan kita dengan cara menggelar langsung, misalnya di teras rumah, atau bahkan langsung dari dapur. Bisa juga berjualan keliling pakai motor.

2. Via online.

Untuk orang yang introvet seperti saya, berjualan online akan sangat membantu. Sebelum pandemi sebenarnya saya sudah bertahun-tahun berjualan online, hanya saja sekarang sudah lebih intensif dengan barang dagangan yang lebih bervariasi.

Via online misalnya lewat facebook, intagram, marketplace atau group WA. Cari group yang sesuai dengan dagangan dan pangsa pasar kita. Misalnya saya mengikuti group jual beli tanaman hias di facebook. Untuk jangkauan yang lebih luas dan beragam bisa di marketplace, shoopee, tokopedia dan platform sejenisnya.

Untuk menjangkau pasar di sekitar kita, dengan alasan agar lebih mudah melakukan transaksi COD atau lebih mudah mengecek barang secara langsung, kita bisa ikut komunitas lokal. Misalnya saya tinggal di Jogja, saya bergabung dengan komunitas Jogja, komunitas Bantul, komunitas Imogiri. Misalnya saya ikut group pecinta tanaman hias Jogja, group jual beli Bantul, group jual beli Imogiri.

Untuk komunitas yanng lebih kecil, ada group WA. Biasanya ini sebatas untuk kalangan teman-teman atau untuk komunitas sejenis saja. 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

 

Saturday, February 28, 2015

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak

 

Saat Ranka Bertanya...  


anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Ranka dan hobi menarinya
Suatu saat teman-teman Ranka datang bermain di rumah, Ranka memutarkan video musik dari komputernya, aku dengar teman-temannya itu tertawa “cekikikan” sambil bilang eh.. saru, eh saru. Aku datang menengok, ternyata yang diputar adalah video klip Beyonce’ (Girls, Round the world) dan Sia (Chandelier), yang klipnya anak kecil menari balet. Aku bilang ke Ranka agar memutar video anak-anak saja.

Setelah teman-temannya pulang, aku bilang ke Ranka...
Besok lagi kalau ada teman2mu datang, nggak usah disetel yang tadi ya, yang lainnya saja. Kalau Ranka sama Yua suka melihat video itu kan karena koreografinya yang bagus, bukan karena saru, iya kan. Orang tua mereka mungkin tidak pernah menjelaskan soal berbagai macam budaya yang berbeda-beda dari daerah lain. Kalau Ranka kan sudah pernah diceritain sama mamah kan.

Bahwa kebudayaan di dunia itu berbeda-beda. Dan kebudayaan itu berkembang sesuai peradabannya.

Ada yang di satu negara boleh, di negara lain nggak boleh. Misalnya kalau pada jaman dulu, pada masa simbahnya mamah, perempuan bajunya pakai kemben saja ke mana-mana, kain yang menutup sebatas dada (kebetulan Ranka aku lihatin sebentar film Indonesia lama di TV, si Jampang.. he..he..), itu biasa saja pada jaman itu, nggak saru, sekarang orang berpakaian lebih tertutup, bahkan banyak yang pakai jilbab. 

Di Bali jaman dulu, perempuan biasa memakai kain yang bagian dadanya justru terbuka (aku lihatin lukisan wanita Bali dan foto wanita2 bersekolah di Bali bersama guru-gurunya laki-laki yang orang bule). Orang Papua, yang laki-laki pakai koteka, di India para wanita kalau pake baju pusernya kelihatan kayak yang di film India itu lho... 

Di negara-negara Arab, orang yang namanya Abu Bakar, Aisiah belum tentu beragama Islam, yang berpakaian jubah belum tentu beragama Islam, tapi karena budaya mereka seperti itu. 

Di jaman simbah, orang namanya Sukarno, Suharto, Sujilah. Di jaman mamah, namanya Bambang, Agus. Di jaman sekarang nama temen-temenmu Syifa, Dafa, Faiz...  berubah sesuai jamannya. 

Di pantai Jogja, orang berenang pake baju lengkap, di Bali dan di luar negeri mereka pakai baju renang, berjemur. 

Di sini kita memanggil nama orang dengan mas atau mbak, di luar negeri langsung disebut namanya. Itulah budaya.

Intinya adalah perbedaan budaya, dan budaya yang selalu berkembang... tinggal bagaimana cara mendidik orang tua agar anak memandangnya dengan sisi positif tanpa harus mengikuti arus.

++++++++++++++++++++++

Memakai TV berlangganan kadang harus membuat kita siaga, jika pas bukan chanel untuk anak, remote TV harus ada di dekat tangan. Walau begitu kadang masih juga kecolongan iklan yang ada adegan dewasanya. Saat remote terlambat digenggaman...wah... gimana dong...

Mbak Ran, yang itu tadi, orang berciuman itu, itu hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah dewasa ya, orang yang sudah suami istri. Itu biasanya di luar negeri. Kalau kita, orang timur, biasanya hanya mencium pipi, itu untuk anak yang  masih kecil sekali biasanya oleh orang tua atau kerabat dekatnya. Kadang kalau ibu-ibu ketemu, cium pipi kiri pipi kanan, tapi itu sesama perempuan. Kalau se-mbak Ran, ya cium tangan kalau ketemu orang tua.

Kalau pas film dengan adegan kekerasan atau horor, “Dik Yua, nggak usah nonton dik, itu untuk orang dewasa lho, nanti dik Yua kaget (bukan takut).  

++++++++++++++++++++++

Ranka bertanya... Mah... kenapa tho kok anak-anak diculik...
Wah.. banyak alasannya mbak... misalnya kalau anak kecil yang diculik, yang menculik mungkin minta tebusan uang, anaknya dikembalikan kalau orangtuanya  sudah memberi uang tebusan, atau anak itu dijual kepada orang lain untuk diadopsi ilegal, nggak pake ijin pemerintah. Ada juga karena dendam, sakit hati kepada orangtua, anaknya yang jadi sasaran. Ada yang dijadikan pengamen atau pengemis, uangnya nanti diminta mereka. Kalau anaknya sudah agak besar, mungkin dijual ke tempat hiburan malam, mereka dipaksa bekerja.  Kalau sudah dewasa bahkan ada yang diculik untuk diambil organ tubuhnya untuk dijual ke orang lain, jantungnya, ginjalnya, atau bagian tubuh yang lain. 

Makanya kalau sudah agak besar nanti Ranka harus berhati-hati kalau berteman, kadang-kadang ada yang pura-pura kenalan lewat facebook, kemudian ngajak ketemuan, terus diculik. Ada juga yang diberi minuman atau permen yang ada obat biusnya.  Makanya mamah sama ayah pengennya Ranka sama Yua belajar bela diri, biar bisa untuk menjaga diri sendiri, bahkan membantu oranglain bila keadaan dibutuhkan. 

+++++++++++++

Narkoba itu apa sih Mah... saat Ranka melihat berita di TV.
Narkoba itu sejenis obat-obatan yang peredaran oleh pemerintah dilarang secara umum. Bisa menghilangkan rasa sakit, tapi juga bisa menimbulkan halusinasi. Biasanya dipakai oleh dokter-dokter untuk membius pasiennya agar tidak merasa sakit saat dioperasi. Kalau di medan perang juga dipakai untuk prajurit yang terluka, kadang juga biar lebih berani. Tapi orang-orang biasanya menyalahgunakannya, dipakai sembarangan sehingga yang pakai hilang kesadaran dan berhalusinasi. 

Ada yang bubuk, ada yang pil, ada yang kayak permen karet yang kayak yang di TV itu. Cara makenya ada yang dihisap, ada yang disuntik. Nah kalau yang disuntik ini, bahayanya lebih banyak, dia bisa ketularan penyakit pemakai lain jika jarumnya dipakai bergantian. Jika dipakai terus-terusan akan menjadi kecanduan. Kalau sudah gitu tiap hari dia harus pake, kalau nggak punya uang dia bisa mencuri, merampok, melakukan apa saja agar bisa mendapat narkoba. Lama-lama badannya akan rusak, kurus kering, mukanya jadi tua. Kalau nggak berakhir dengan kematian karena over dosis, kebanyakan obat, ya ditangkap polisi kayak yang di TV itu. 
Kalau untuk penjual atau pengedarnya kalau ketangkap bisa dihukum penjara seumur hidup atau malah dihukum mati.  

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kalau di TV-TV itu minum apa sih mah...
Oh itu namanya minuman keras. Minuman yang mengandung alkohol dalam kadar tertentu akibat proses fermentasi. Biasanya jus anggur dicampur ragi, disimpan lama sampai bertahun-tahun, nanti lama-lama akan keluar alkoholnya. Semakin lama menyimpannya, semakin bagus, harganya juga tambah mahal. 

Diluar negri, di negara-negara bersuhu dingin orang biasa minum anggur untuk menghangatkan badan. Kalau kita kan biasa minum teh, kopi, jahe untuk minuman sehari-hari. Kalau di luar negeri mereka biasa minum anggur. Tapi kalau kebanyakan bisa menjadikan mabuk, kehilangan keseimbangan. 

Kalau di sini, orang minum anggur atau minuman keras sejenisnya hanya untuk mabuk-mabukan, nggak ada manfaatnya, malah bisa merusak tubuh kalau terlalu sering minumnya. Kalau orang merokok, paru-parunya rusak, kalau minum minuman keras, ginjalnya yang rusak, bahkan bisa meninggal. Yang namanya oplosan itu lho mbak Ran, minuman keras dicampur bahan berbahaya lainnya. Bahan-bahan yang dicampur sembarangan itulah yang menjadi racun.  
 
Baca juga : Rahasia awet muda

+++++++++++++

Secara umum Ranka sering bertanya tentang ilmu alam. Soal segitiga bermuda, terjadinya gerhana bumi dan bulan, soal India berbeda dengan Indian, planet dan tata surya. 

Saat Ranka bertanya biasanya aku menjawab dengan panjang lebar, bahkan kadang sampe kehabisan nafas saking semangat menjawabnya.. he..he... Orangtua lain mungkin kelabakan saat anaknya bertanya. Bagiku... wah... kesempatan emas nih... Saat aku nggak tau jawabannya, biasanya aku akan bilang, wah mamah nggak tau mbak Ran... dicari bareng di internet yuk... keren kan...

Ranka memang bukan anak yang pandai di mata pelajaran di sekolah. Temen sekolah atau tetanggaku nggak akan percaya kalau aku menjawab Ranka tidak masuk rengking 10. Tapi aku selalu berusaha membekalinya dengan ilmu yang mungkin tidak didapatkannya di bangku sekolah. Bagaimana cara dia bertindak jika terjadi sesuatu, adat istiadat, perbandingan agama dan lainnya. Membiarkannya belajar memasak sesukanya, memberinya tugas untuk melatih tanggung jawabnya. 

Buatku, cerdas itu tidak melulu berupa daftar nilai yang bagus, tapi lebih ke bagaimana cara kita menyikapi sesuatu.  

Aku mungkin bukan orang tua yang serba tahu segalanya, tapi aku berusaha untuk memberikan apa yang aku tahu untuk anak-anakku. Mungkin ada kata2 yang menurut orang tua lain terlalu vulgar, tapi buat anakku, aku punya batasan tersendiri.

Ranka adalah anak yang spesial buatku. Dan aku bangga dengannya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ikut kegiatan2 ayah sebagai penambah ilmu dan pengalaman

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Latgab water rescue

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Mancing di Samas


anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Latihan rapling di hutan

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Kemping


==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik