Total Pageviews

Showing posts with label asah asuh. Show all posts
Showing posts with label asah asuh. Show all posts

Monday, August 23, 2021

Keguguran.... Bagaimana Caramu Berdamai dengan “Kehilanganmu”

 



How do you cope your lost

 

Setiap orang mempunyai pengalaman tentang kehilangan sesuatu yang dicintainya. Seperti halnya kisah yang akan saya bagikan ini.

 

Setelah anak pertama saya, Ranka, berumur 3 tahun, kami memutuskan untuk memiliki anak ke dua. Kenapa kami menunggu dia berumur tiga tahun, karena agar saat adiknya nanti lahir, dia akan berumur empat tahun, waktu yang tepat agar saat masa sekolah nanti tidak bersamaan waktu masuk sekolah (jika selisih tiga tahun, maka jika si kakak masuk SMA akan bersamaan waktunya dengan si adik yang masuk SMP, memperhitungkan biaya dobel gitu…). Selain itu juga agar jaraknya tidak terlalu jauh agar mereka bisa bermain bersama.

 

Akhirnya saya hamil anak ke dua. Awalnya normal-normal saja. Saat kehamilan berjalan bulan ke tiga, saya mengalami pendarahan yang terus menerus. Tidak sakit, hanya seperti sedang mendapat datang bulan seperti biasa, tapi berlangsung selama sebulan. Selama itu saya tetap berkegiatan seperti biasa. Sampai akhirnya saya memeriksakan ke bidan dirujuk untuk menjalani USG di klinik, tapi saya tidak ke klinik.

 

Saya dan suami tinggal di Kasongan setelah menikah. Setiap hari minggu saya biasa berkunjung ke rumah ibu di Imogiri. Hari itu, Minggu pagi, sebelum berangkat saya menyempatkan diri mengepel lantai rumah. Selama mengepel, darah banyak menetes di lantai, tapi langsung saya hapus, suami tidak tahu hal itu. Kemudian berangkat bersama suami ke Imogiri seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa.  

 

Siang hari saya merasa perut mulas-mulas, saya langsung masuk ke kamar mandi, di situlah tiba-tiba segumpal daging keluar, sebesar kedua belah telapak tangan saya. Setelah berunding dengan ibu, akhirnya bakal janin tersebut dimakamkan di sebelah makam kakek. Meskipun tidak jelas wujud bayi dan jenis kelaminnya, bakal janin itu kami beri nama Abimanyu. Selama kakak dan suami di makam, Saya menyikat kamar mandi. Setelah itu kami meneruskan kegiatan seperti biasa seperti tidak ada sesuatu yang serius yang telah terjadi. Hari itu ada seorang teman yang datang dan kami masak-masak bersama.

 

Malam hari kami pulang ke rumah, saat menjelang tidur, barulah aku menangis atas kehilanganku.

 

Dua bulan berselang aku hamil kembali. Kemudian lahir anak ke dua, Yua. Aku hampir tidak pernah memikirkan kehilanganku sebelumnya. Delapan tahun kemudian lahir kembali anakku yang ketiga, Yui.

 

Beberapa bulan setelah Yui lahir, berkata seorang teman suami, kami kenal belum lama, dia punya kelebihan untuk “mengetahui” sesuatu. Dia bilang,”njenengan (anda) punya anak yang sudah meninggal ya….waktu masih di perut. Pada kedatangan berikutnya dia bilang, anak njenengan laki-laki mas.

 

Kedatangan orang itu sebenarnya membawa titik terang bagi kami. Dulu kami memberi nama abimanyu karena keyakinan kami dia laki-laki, walaupun kadang masih ragu-ragu juga. Setelah diberitahu demikian, barulah kami merasa lega, tidak ragu-ragu lagi.

 

Hanya saja, sejak saat itu, aku jadi sering teringat anakku tersebut. Rasanya seperti tersayat-sayat di hati saat mengingatnya. Perih. Seperti ada ruang hampa di hati.  

 

Tapi aku tetap bersyukur atas hadirnya anak-anakku yang lain. Kalaupun anakku yang kedua lahir, mungkin akan lain cerita pada anak-anak yang lain. Aku yakin bahwa diambilnya anak keduaku, akan memberi jalan untuk adik-adiknya yang lain. Dan dengan hadirnya Yua dan Yui, memang seperti itulah ketentuan dari Tuhan. Yua dan Yui memang harus ada, harus terlahir dari rahimku, harus menjadi bagian dariku. Seperti itulah jalan cerita yang harus terjadi. Dengan jalan seperti itulah takdir Tuhan untukku dan anak-anakku.

 

Dengan meyakini hal itu. Hatiku menjadi lapang, ikhlas. Jika ada yang bilang, anaknya perempuan semua, nggak mau nambah laki-laki po… Aku akan bilang, anak laki-laki atau perempuan itu terserah Tuhan, itu murni pemberian Tuhan. Alhamdulillah aku sudah punya anak laki-laki. Sampai sekarang aku tetap menganggap aku memilikinya. Dan memang aku memilikinya. Dan aku bahagia memilikinya. Aku merasa itu adalah anugerah Allah yang akan diberikan lagi padaku pada suatu masa nanti….

 

Dalam setiap doaku, aku selalu menyelipkan doa untuknya.

 

Ya Allah….

Sempurnakanlah Abimanyu

Tempatkanlah dia di surga-Mu

Tempatkanlah dia bersama Nabi Ibrahim dan anak-anak yang lainnya di surga-Mu

Jadikanlah di penerang kurbur kami, orangtua dan saudara-saudaranya

Jadikanlah dia pembuka pintu surga kami

Maafkanlah semua kesalahan-kesalahanku atas dirinya.

Aamiin…

 

Ya Allah….

Aku kirimkan Alfatihah, untuk diriku, suamiku, anak-anakku (4 orang) dan orang tua-orang tua kami (sebut semua nama). Semoga bisa menyejukkan jiwa-jiwa kami ya Allah. Aamiin…

 

Rumah kami banyak orang yang sering datang dan menginap. Dari orang-orang tersebut ada beberapa yang bilang, di kamar atas ada anak kecil, laki-laki, bagus, bersih, baik…. Kami hanya tersenyum… alhamdulillah…

 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

       

    

 

Wednesday, August 11, 2021

Ngidam… Antara Mitos Atau Fakta


 

hamil,bayi,ngidam,Jawa,kesehatan ibu dan bayi,asah asuh,Budaya,parenting,

Seorang teman suami bertanya kepada saya, “Istri saya kayaknya hamil mbak…. apa benar kalau lagi hamil, terus ngidam, semua permintaannya harus dipenuhi biar bayinya besok tidak “ngeces” (berliur)?

 

Ngidam, nyidam… suatu perasaan yang mengidamkan/menginginkan sesuatu (biasanya buah, makanan) dengan teramat sangat pada saat hamil. Kebanyakan orang percaya bahwa pada saat wanita hamil ngidam sesuatu, menginginkan sesuatu maka harus dituruti, tidak peduli bagaimana susahnya mendapat barang tersebut, mungkin karena jauh letak keberadaannya, sedang tidak musim, sehingga jarang di dapat, atau karena harganya yang mahal. Kadang-kadang si bumil menginginkan sesuatu yang aneh-aneh dan tidak bisa dibeli, misalnya ingin buah yang ada di kebun tetangga, dia bisa saja beli, tapi dia pengennya yang ada di kebun tetangga itu. Tengah malem pengen makan jajan pasar, jadilah malem-malem si suami keluar rumah, cari mana yang jual jajan pasar. Pengen mengelus kepala artis…?!! ada??? adalah…. Ada-ada saja pengennya si bumil ini, dan sesusah-susahnya didapat,  harus dituruti agar si bayi nantinya tidak ngeces….katanya….

 

Saya hamil empat kali mas, kayaknya setiap kali hamil ya biasa saja… saya nggak pernah beranggapan kalau saya sedang ngidam sesuatu.

 

Menurut saya pribadi…sama saja orang yang sedang hamil dan yang sedang tidak hamil dalam menginginkan sesuatu. Suatu saat orang yang tidak hamil pun, laki-laki, perempuan, anak, dewasa, ada kalanya kita tiba-tiba pengen makan sesuatu, misalnya pengen makan gudeg Wijilan. Jika bukan orang hamil, maka kita akan menanggapinya dengan biasa saja. Beli kalau memang bisa beli, kalau tidak bisa ya mungkin lain kali, nggak masalah. Jadi jangankan ibu hamil, kita saja yang tidak hamil, yang tidak pernah hamil, kadang-kadang tiba-tiba menginginkan sesuatu kok…toh tidak bisa mendapatkannya juga nggak papa….

 Baca juga : Rahasia awet muda

Lalu apa bedanya dengan ngidamnya ibu hamil. Ibu hamil mengalami ngidam biasanya pada masa awal kehamilan, hamil pada trimester pertama, mungkin trimester ke dua masih terjadi, tapi sudah tidak akan lagi dirasakan pada trimester ke tiga. Pada masa awal hamil ini hormon kehamilan ibu hamil sedang bekerja, hormon kehamilan akan mempersiapkan di dalam tubuh apa saja yang dibutuhkan, fisik ibu hamil biasanya akan merasa tidak nyaman, mual-mual, pegal-pegal, mudah capek, badan lemah dll.

Setiap ibu hamil akan mengalami fase yang kadar “parahnya” berbeda-beda. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada ibu hamil yang meskipun badannya merasa tidak nyaman, tapi masih bisa beraktifitas seperti biasa. Ada juga yang mengalami gejala parah, mual muntah tak henti-henti, badan lemas dll sehingga tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya.

Pada masa-masa seperti inilah si ibu hamil perlu mendapat dukungan dari suami dan keluarga.

 

JIka si ibu hamil menginginkan sesuatu, maka dia akan merasakannya dengan “lebih ingin” sebagai kompensasi atas ketidaknyamanan fisiknya. Kenapa ibu-ibu hamil ingin makan yang rujak, makan yang seger-seger, karena perutnya mual, eneg sebagai bagian dari proses awal hamil. Tubuh mengirimkan sinyal ingin makanan yang bisa jadi penawar rasa eneg tersebut. Jadilah wanita yang menginginkan rujak sebagai pertanda dia hamil muda…. tidak hanya makanan yang segar-segar saja, terkadang ibu hamil juga menginginkan makanan yang asin, manis atau pun pedas. Hal itu bisa terjadi karena mungkin tubuh mengalami kekurangan nutrisi yang ada pada makanan tersebut dan kemudian mengirim sinyalnya sebagai tanda ngidam. Hal ini tidak hanya terjadi pada ibu hamil, orang biasa juga terkadang merasa ingin makan sesuatu, itu juga adalah sinyal bahwa tubuh kita kekurangan nutrisi yang ada pada makanan tersebut.

 

Apakah harus dituruti??? Berikan saja saja kalau memang yang diinginkan tersebut baik dan bisa kita berikan. Kenapa?? Si ibu hamil sedang mengalami masa-masa yang membuat tubuhnya tidak nyaman. Hal itu merupakan bagian dari pengorbanan ibu yang harus dilalui untuk calon buah hatinya, untuk suaminya. Jadi apa salahnya jika pada masa ini suami memanjakan istri, memberi perhatian lebih untuk istrinya. Si ibu hamil sudah bersusah payah menjalani hari-harinya, sudah selayaknya juga suami memanjakan ibu hamil agar hatinya menjadi senang sehingga bisa melalui masa-masa sulit dengan lebih nyaman. Tindakan suami dalam memberikan apa yang ibu hamil inginkan merupakan bentuk dukungan yang sangat berharga untuk ibu hamil.

 

Selama makanan itu baik dalam arti dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, tidak ada salahnya diberikan. Hanya saja ibu hamil juga harus sadar untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang diinginkannnya tersebut, karena pada dasarnya semua yang berlebihan itu tidak baik. Bisa jadi makanan yang berlebihan justru bisa menjadi racun untuk si jabang bayi.

 

Ada seorang teman suami yang istrinya ngidam minuman bersoda, dibelikan sampai satu krat. Akhirnya si bayi lahir mengalami masalah kesehatan karena terlalu banyak soda yang dikonsumsi ibunya.

 

Kalau tidak dituruti nanti bayinya ngeces...!!! Bayi ngeces bukan karena keinginan ibunya tidak dituruti waktu hamil dulu. Bayi ngeces karena syaraf bayi yang belum bekerja dengan sempurna. Ada bayi yang ngeces, beleken (mengeluarkan kotoran di mata dengan berlebih), pergerakan bola mata yang tidak sinkron dan yang lainnya. Itu masalah syaraf. Seiring dengan berjalannya waktu, sistem syaraf pada bayi akan berjalan normal seperti biasa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

 

Pada intinya, bukan masalah ngidam harus dituruti agar bayi tidak ngeces, tapi perhatian dan dukungan suami agar si ibu hamil bisa menjalani masa-masa sulit selama kehamilan dengan lebih nyaman.

 

Memperhatikan kebutuhan gizi ibu hamil, memberikan waktu istirahat yang cukup dan dukungan dari suami dan keluarga akan sangat membantu untuk kesejahteraan jasmani dan rohani ibu hamil.