Total Pageviews

Saturday, February 28, 2015

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak

 

Saat Ranka Bertanya...  


anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Ranka dan hobi menarinya
Suatu saat teman-teman Ranka datang bermain di rumah, Ranka memutarkan video musik dari komputernya, aku dengar teman-temannya itu tertawa “cekikikan” sambil bilang eh.. saru, eh saru. Aku datang menengok, ternyata yang diputar adalah video klip Beyonce’ (Girls, Round the world) dan Sia (Chandelier), yang klipnya anak kecil menari balet. Aku bilang ke Ranka agar memutar video anak-anak saja.

Setelah teman-temannya pulang, aku bilang ke Ranka...
Besok lagi kalau ada teman2mu datang, nggak usah disetel yang tadi ya, yang lainnya saja. Kalau Ranka sama Yua suka melihat video itu kan karena koreografinya yang bagus, bukan karena saru, iya kan. Orang tua mereka mungkin tidak pernah menjelaskan soal berbagai macam budaya yang berbeda-beda dari daerah lain. Kalau Ranka kan sudah pernah diceritain sama mamah kan.

Bahwa kebudayaan di dunia itu berbeda-beda. Dan kebudayaan itu berkembang sesuai peradabannya.

Ada yang di satu negara boleh, di negara lain nggak boleh. Misalnya kalau pada jaman dulu, pada masa simbahnya mamah, perempuan bajunya pakai kemben saja ke mana-mana, kain yang menutup sebatas dada (kebetulan Ranka aku lihatin sebentar film Indonesia lama di TV, si Jampang.. he..he..), itu biasa saja pada jaman itu, nggak saru, sekarang orang berpakaian lebih tertutup, bahkan banyak yang pakai jilbab. 

Di Bali jaman dulu, perempuan biasa memakai kain yang bagian dadanya justru terbuka (aku lihatin lukisan wanita Bali dan foto wanita2 bersekolah di Bali bersama guru-gurunya laki-laki yang orang bule). Orang Papua, yang laki-laki pakai koteka, di India para wanita kalau pake baju pusernya kelihatan kayak yang di film India itu lho... 

Di negara-negara Arab, orang yang namanya Abu Bakar, Aisiah belum tentu beragama Islam, yang berpakaian jubah belum tentu beragama Islam, tapi karena budaya mereka seperti itu. 

Di jaman simbah, orang namanya Sukarno, Suharto, Sujilah. Di jaman mamah, namanya Bambang, Agus. Di jaman sekarang nama temen-temenmu Syifa, Dafa, Faiz...  berubah sesuai jamannya. 

Di pantai Jogja, orang berenang pake baju lengkap, di Bali dan di luar negeri mereka pakai baju renang, berjemur. 

Di sini kita memanggil nama orang dengan mas atau mbak, di luar negeri langsung disebut namanya. Itulah budaya.

Intinya adalah perbedaan budaya, dan budaya yang selalu berkembang... tinggal bagaimana cara mendidik orang tua agar anak memandangnya dengan sisi positif tanpa harus mengikuti arus.

++++++++++++++++++++++

Memakai TV berlangganan kadang harus membuat kita siaga, jika pas bukan chanel untuk anak, remote TV harus ada di dekat tangan. Walau begitu kadang masih juga kecolongan iklan yang ada adegan dewasanya. Saat remote terlambat digenggaman...wah... gimana dong...

Mbak Ran, yang itu tadi, orang berciuman itu, itu hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah dewasa ya, orang yang sudah suami istri. Itu biasanya di luar negeri. Kalau kita, orang timur, biasanya hanya mencium pipi, itu untuk anak yang  masih kecil sekali biasanya oleh orang tua atau kerabat dekatnya. Kadang kalau ibu-ibu ketemu, cium pipi kiri pipi kanan, tapi itu sesama perempuan. Kalau se-mbak Ran, ya cium tangan kalau ketemu orang tua.

Kalau pas film dengan adegan kekerasan atau horor, “Dik Yua, nggak usah nonton dik, itu untuk orang dewasa lho, nanti dik Yua kaget (bukan takut).  

++++++++++++++++++++++

Ranka bertanya... Mah... kenapa tho kok anak-anak diculik...
Wah.. banyak alasannya mbak... misalnya kalau anak kecil yang diculik, yang menculik mungkin minta tebusan uang, anaknya dikembalikan kalau orangtuanya  sudah memberi uang tebusan, atau anak itu dijual kepada orang lain untuk diadopsi ilegal, nggak pake ijin pemerintah. Ada juga karena dendam, sakit hati kepada orangtua, anaknya yang jadi sasaran. Ada yang dijadikan pengamen atau pengemis, uangnya nanti diminta mereka. Kalau anaknya sudah agak besar, mungkin dijual ke tempat hiburan malam, mereka dipaksa bekerja.  Kalau sudah dewasa bahkan ada yang diculik untuk diambil organ tubuhnya untuk dijual ke orang lain, jantungnya, ginjalnya, atau bagian tubuh yang lain. 

Makanya kalau sudah agak besar nanti Ranka harus berhati-hati kalau berteman, kadang-kadang ada yang pura-pura kenalan lewat facebook, kemudian ngajak ketemuan, terus diculik. Ada juga yang diberi minuman atau permen yang ada obat biusnya.  Makanya mamah sama ayah pengennya Ranka sama Yua belajar bela diri, biar bisa untuk menjaga diri sendiri, bahkan membantu oranglain bila keadaan dibutuhkan. 

+++++++++++++

Narkoba itu apa sih Mah... saat Ranka melihat berita di TV.
Narkoba itu sejenis obat-obatan yang peredaran oleh pemerintah dilarang secara umum. Bisa menghilangkan rasa sakit, tapi juga bisa menimbulkan halusinasi. Biasanya dipakai oleh dokter-dokter untuk membius pasiennya agar tidak merasa sakit saat dioperasi. Kalau di medan perang juga dipakai untuk prajurit yang terluka, kadang juga biar lebih berani. Tapi orang-orang biasanya menyalahgunakannya, dipakai sembarangan sehingga yang pakai hilang kesadaran dan berhalusinasi. 

Ada yang bubuk, ada yang pil, ada yang kayak permen karet yang kayak yang di TV itu. Cara makenya ada yang dihisap, ada yang disuntik. Nah kalau yang disuntik ini, bahayanya lebih banyak, dia bisa ketularan penyakit pemakai lain jika jarumnya dipakai bergantian. Jika dipakai terus-terusan akan menjadi kecanduan. Kalau sudah gitu tiap hari dia harus pake, kalau nggak punya uang dia bisa mencuri, merampok, melakukan apa saja agar bisa mendapat narkoba. Lama-lama badannya akan rusak, kurus kering, mukanya jadi tua. Kalau nggak berakhir dengan kematian karena over dosis, kebanyakan obat, ya ditangkap polisi kayak yang di TV itu. 
Kalau untuk penjual atau pengedarnya kalau ketangkap bisa dihukum penjara seumur hidup atau malah dihukum mati.  

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kalau di TV-TV itu minum apa sih mah...
Oh itu namanya minuman keras. Minuman yang mengandung alkohol dalam kadar tertentu akibat proses fermentasi. Biasanya jus anggur dicampur ragi, disimpan lama sampai bertahun-tahun, nanti lama-lama akan keluar alkoholnya. Semakin lama menyimpannya, semakin bagus, harganya juga tambah mahal. 

Diluar negri, di negara-negara bersuhu dingin orang biasa minum anggur untuk menghangatkan badan. Kalau kita kan biasa minum teh, kopi, jahe untuk minuman sehari-hari. Kalau di luar negeri mereka biasa minum anggur. Tapi kalau kebanyakan bisa menjadikan mabuk, kehilangan keseimbangan. 

Kalau di sini, orang minum anggur atau minuman keras sejenisnya hanya untuk mabuk-mabukan, nggak ada manfaatnya, malah bisa merusak tubuh kalau terlalu sering minumnya. Kalau orang merokok, paru-parunya rusak, kalau minum minuman keras, ginjalnya yang rusak, bahkan bisa meninggal. Yang namanya oplosan itu lho mbak Ran, minuman keras dicampur bahan berbahaya lainnya. Bahan-bahan yang dicampur sembarangan itulah yang menjadi racun.  
 
Baca juga : Rahasia awet muda

+++++++++++++

Secara umum Ranka sering bertanya tentang ilmu alam. Soal segitiga bermuda, terjadinya gerhana bumi dan bulan, soal India berbeda dengan Indian, planet dan tata surya. 

Saat Ranka bertanya biasanya aku menjawab dengan panjang lebar, bahkan kadang sampe kehabisan nafas saking semangat menjawabnya.. he..he... Orangtua lain mungkin kelabakan saat anaknya bertanya. Bagiku... wah... kesempatan emas nih... Saat aku nggak tau jawabannya, biasanya aku akan bilang, wah mamah nggak tau mbak Ran... dicari bareng di internet yuk... keren kan...

Ranka memang bukan anak yang pandai di mata pelajaran di sekolah. Temen sekolah atau tetanggaku nggak akan percaya kalau aku menjawab Ranka tidak masuk rengking 10. Tapi aku selalu berusaha membekalinya dengan ilmu yang mungkin tidak didapatkannya di bangku sekolah. Bagaimana cara dia bertindak jika terjadi sesuatu, adat istiadat, perbandingan agama dan lainnya. Membiarkannya belajar memasak sesukanya, memberinya tugas untuk melatih tanggung jawabnya. 

Buatku, cerdas itu tidak melulu berupa daftar nilai yang bagus, tapi lebih ke bagaimana cara kita menyikapi sesuatu.  

Aku mungkin bukan orang tua yang serba tahu segalanya, tapi aku berusaha untuk memberikan apa yang aku tahu untuk anak-anakku. Mungkin ada kata2 yang menurut orang tua lain terlalu vulgar, tapi buat anakku, aku punya batasan tersendiri.

Ranka adalah anak yang spesial buatku. Dan aku bangga dengannya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ikut kegiatan2 ayah sebagai penambah ilmu dan pengalaman

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Latgab water rescue

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Mancing di Samas


anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Latihan rapling di hutan

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Kemping


==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik



Friday, February 27, 2015

Untuk Apa Kau Menimba Ilmu Moms....



Beberapa minggu yang lalu aku bertemu dengan teman SD yang sudah lama tidak bertemu. Saat itu dia berkata, “Kalau perempuan itu rugi ya, sekolah tinggi-tinggi, pinter, pada akhirnya juga cuma di rumah, momong anak.”  
Kenapa kok rugi, justru anaknya yang beruntung, di rumah dididik oleh ibu yang pinter, yang rugi justru si anak yang ibunya sarjana tapi di rumah dididik sama pembantunya yang hanya lulusan SD. 

Maaf sebelumnya, ini bukan masalah mendiskriminasikan lulusan apa anda.... Dari lulusan manapun saya yakin kita bisa menjadi “a good mom.” Hanya saja justru saya merasa kasihan sama teman saya itu karena pola pikirnya yang , maaf, “masih segitu.”

Di SD saya selalu juara satu dari kelas 1-6, masuk SMP 1 Imogiri, SMP favorit di daerahku, masuk STM Pembanguan Yogyakarta (Stembayo), sekolah kejuruan favorit di Jogja bahkan di Indonesia, mengambil jurusan Geologi Pertambangan.

Geologi Pertambangan A, 4 cewek, 27 cowok. What an amazing moment...

Saat memutuskan masuk sekolah di STEMBAYO, saya mengambil jurusan yang saya sukai bidangnya, geologi (dan juga karena ada beasiswanya), walaupun dari awal juga saya berfikir bahwa mungkin saya tidak akan bekerja di bidang tersebut, tapi ilmu soal bumi dan isinya selalu membuat saya terpesona, bahkan sampai sekarang saya tetap senang mengikuti ilmu pengetahuan alam, walaupun hanya dari National Geographic atau dari internet. Selama di Stembayo, bukan hanya ilmu yang ada di buku saja yang saya pelajari, tapi juga ilmu tentang kepemimpinan, organisasi, kerjasama, perjuangan dan kepribadian. Benar-benar tempat menempa diri. Sampai saat ini saya masih berfikir, itulah tempat sekolah terbaik yang pernah saya dapatkan. 

Kerja di Batam 2 tahun, sempat kursus bahasa Inggris dan komputer, mendapat beasiswa sekolah ekonomi karena berhasil menjuarai salah satu lomba modeling, tapi sayangnya tidak bisa saya ambil karena jadwalnya yang tidak sesuai dengan jam kerja. Mendapat promosi dari kantor, tapi saya tetap memutuskan pulang karena telah mendaftar sekolah desain grafis karena memang hobi mendesain, kemudian mengambil jurusan bahasa Inggris penterjemahan di UT (yang ini belum sempat selesai). 

Sebelum menikah saya sering mengikuti seminar tentang pendidikan dan kesehatan anak. Sampai sekarang kalau ada kesempatan saya masih menyempatkan diri ikut seminar ini-itu jika memang temanya saya suka dan lokasinya dekat.

Buat saya, sekolah, mencari ilmu itu bukan semata-mata kalau selesai sekolah dari sini nanti kamu mau jadi apa? Bisa kerja apa? Buat saya, sekolah itu bukan sekedar sebagai alat atau penunjuk arah akan ke mana kita, tapi sebagai “kekayaan diri.”
Jika dia bilang “rugi sekolah tinggi-tinggi“ buat saya kenapa rugi, semua ilmu yang saya dapatkan adalah “kekayaan” saya yang bukan hanya berguna untuk saya, tapi juga anak-anak saya, dan mungkin juga untuk orang-orang di sekitar saya. 

Saya sering terpesona dengan diri saya sendiri mendapati ternyata “saya lebih berilmu” dibanding ibu-ibu yang lain. Di saat ibu-ibu lain kewalahan menjawab pertanyaan anaknya, aku bisa menjawabnya dengan baik sesuai usianya, di saat anak-anak lain belajar ilmu dari sekolah, aku bisa mengajarkan ilmu yang lain yang belum didapatkannya di kelasnya, bahkan kadang-kadang suami juga bertanya tentang suatu hal apakah tentang desain, rumah, konstruksi, atau hal lain yang saya lebih tahu.  

Sekolah pinter-pinter, ngapain nggak kerja? 
Dari lulus sekolah, alhamdulillah saya selalu mudah mendapatkan pekerjaan yang saya sukai (bukan terpaksa kerja di tempat yang bisa menerima saya). Gaji saya juga, walaupun nggak banyak sekali, tapi selalu lebih jika dibandingkan karyawan lain ditempat kerja saya. 

 
Baca juga : Rahasia awet muda

 
Saat kelahiran anak pertama, kantor menawarkan kenaikan gaji dan biaya penitipan anak ditanggung kantor agar saya tidak mengundurkan diri, tapi saya tetap memutuskan keluar. Saat kelahiran anak ke dua, sebelum berhenti kerja, kompetitor kantor menawarkan gaji yang lebih tinggi dan fasilitas lebih untuk saya. Tapi akhirnya saya juga memutuskan berhenti. Momong anak.

Kok nggak cari “rewang” saja biar anaknya bisa ditinggal kerja. 
Waktu masih tinggal di Kasongan, di lingkungan perumahan, banyak ibu-ibu bekerja, anaknya sama “mbaknya” atau “mboknya”. Melihat mereka menjaga anak-anak majikannya, kok kasihan anaknya ya kalau saya. Ada yang ditinggal kencan, ada yang dipanggil dengan panggilan yang jelek (padahal nama pemberian dari orangtuanya sudah bagus), ada yang bla-bla-bla...  kadang simboknya “berkicau” ke tetangga, gaji nggak seberapa, kerjaan seabreg nggak habis-habis,  belum lagi, untuk saya pribadi, urusan rumah biarlah tetap ada di dalam rumah, kalau ada “rewang” urusan dalam rumah bisa-bisa bocor sampai mana-mana. Alasan lain lagi, saya bukan termasuk orang yang mudah mendelegasikan kewajiban saya untuk dikerjakan orang lain. Apa yang bisa kukerjakan ya harus dikerjakan sendiri. 

Strong mom, strong family...

Sudah menjadi hal yang umum bagi seorang wanita yang mampu “berkarir lebih” akan menjadi “galau” saat harus memilih untuk tetap bekerja atau berhenti kerja dan fokus mengurusi keluarganya. Saya beruntung masih bisa memilih kedua-duanya, walaupun pada akhirnya saya memilih keluarga. Buat saya pribadi, tanggung jawab yang lebih besar untuk keluarga yang membuat saya mengesampingkan ego saya dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menjadi full mom.

Memang masih banyak orang yang berpandangan rendah terhadap “pekerjaan” ibu rumah tangga, dan menganggap kerja kantoran lebih keren. Tapi kembali lagi bahwa buat saya itu adalah sebuah pilihan. Mungkin suatu saat saya akan bekerja di luar, tapi untuk saat ini cukuplah atas apa yang saya peroleh dari rumah.  

Tapi jangan salah, menjadi ibu rumah tangga juga tetap bisa berpenghasilan kok, bahkan kadang-kadang bekerja dari rumah bisa berpenghasilan lebih tinggi dari pada ibu bekerja di luar. Bisa menjadi penulis, membuat handikraft, membuat kue dititipkan di warung, dan lainnya. Momong anak sambil tetap berpenghasilan. 

Bagi momi-momi bekerja, tentunya juga masih bisa meluangkan waktu untuk anak-anaknya. 

Ayo momi... bagikan ilmu kita terutama untuk anak-anak kita.... kalau bukan kita yang yang mendidik anak kita sendiri, siapa lagi....
  
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Thursday, December 25, 2014

Seberapa Kayakah Dirimu?



Harta Kekayaanku...

Suatu hari Ranka bertanya, “Mah... kita ini kaya nggak sih mah... “ Kalau menurut mbak Ran, orang kaya itu seperti apa sih? Aku balik bertanya.  “Yang punya apa-apa... “ katanya.

Ini jawabanku untuk Ranka...

Orang kaya itu bukan orang yang apa-apa punya ... Orang kaya itu datangnya dari hati. Kalau kita merasa cukup atas apa yang kita miliki dan senang berbagi kepada orang lain atas apa yang kita punya, itu yang sebenarnya orang kaya...  

Coba mbak Ran lihat, Kakung Uti itu pakaiannya biasa saja, rumahnya biasa saja, walaupun di dalam rumahnya apa-apa ada, tapi orang lain nggak perlu tahu apa yang Kakung Uti punya. Kakung Uti itu berpenampilan sederhana dan senang menolong orang lain. 

Nini (simbahnya Ranka), rumah nini itu paling jelek jika dibandingkan dengan rumah saudara-saudaranya yang lain. Tapi nini banyak bersedekah. Misalnya saja sebelum lebaran kemarin, duit nini banyak, bahkan lebih banyak dari duit ayah, kalau orang lain mungkin sudah dipakai untuk memperbaiki rumah, tapi kalau nini dibagikan ke orang lain yang lebih membutuhkan. 

Yang Sun, sudah ke rumah Yang Sun kan... Rumah yang Sun lebih bagus dari kita, tapi kalau untuk orang seperti Yang Sun, rumah itu cukup sederhana dengan barang-barang di dalamnya. Padahal properti Yang Sun di mana-mana ada dan kalau Yang Sun mau, dia bisa punya rumah yang baguusss sekali, yang besaaarrr sekali. Tapi Yang Sun memilih hidup sederhana saja, sebagian besar uangnya dia gunakan untuk membantu saudara-saudara yang lain.  
                             
Ayah... ayah itu juga banyak berbagi, kalau orang lain punya ini itu bisa dijual dijadikan uang, ayah lebih banyak diberikan saja. Kalau punya uang, nggak akan utuh sampai rumah, karena sebagian pasti sudah diberikan untuk orang lain, baik berupa uang maupun dibelikan barang. Ayah kalau punya barang ini-itu, beli atau membuat sesuatu yang dia pikirkan bukan hanya untuk keluarganya, tapi juga bagaimana agar hal itu juga bermanfaat untuk orang lain. 

Kalau ibu-ibu lain memakai banyak perhiasan emas, seperti toko berjalan saking banyaknya, anaknya yang masih kecil juga dipakaikan perhiasan, bahkan walaupun si anak sendiri bilang,” Bu.. aku nggak mau pakai ini... gatel.... tapi demi gengsi si ibu... bahkan sampai bapaknya juga pakai. 

Uti, Bulik Tyas, Mamah nggak pakai perhiasan, kalaupun pakai, malah yang tidak terbuat dari emas. Mbak Ran boleh pakai perhiasan, tapi sewajarnya saja. Orang yang memakai perhiasan banyak pada akhirnya akan terjerumus menjadi orang yang riya’, pamer. Nanti malah bisa-bisa juga jadi sasaran orang jahat. Kalau mamah sendiri malah malu kalau cara makainya seperti itu, mamah merasa seperti (maaf) “kampungan”. Orang yang “benar-benar” kaya tidak akan seperti itu. Malah kadang-kadang mamah justru kasihan dengan orang yang seperti itu, karena “hanya” itulah yang dia punya sehingga merasa perlu ditunjuk-tunjukkan ke orang lain. Mbak Ran kalau punya apa-apa nggak perlulah ditunjuk-tunjukkan ke temen-temennya, tapi kalau mereka tahu dengan sendirinya juga nggak papa. 

 
Baca juga : Rahasia awet muda

 
Tetangga punya rumah bagus, barang-barang bagus, kendaraan bagus... ya biarin saja.... rejeki orang lain-lain. Kadang orang lain hanya melihat bagusnya, tapi orang lain nggak tahu kalau dia sendiri pusing membayar cicilan hutang atas barang-barang bagusnya itu... Itu adalah pilihannya. 

Kalau mbak Ran mau jadi orang kaya, harus bekerja keras, dan juga harus belajar merasa cukup, bersyukur, alhamdulillah atas apa yang telah kita punyai. Dan mbak Ran memang juga harus jadi orang kaya, sehingga bisa lebih banyak membantu orang lain, merasa senang dan bahagia bila bisa membantu orang lain, walaupun dari hal-hal yang kecil. Jangan ragu-ragu untuk berbagi, karena kita memberi satu hari ini, kita akan mendapat dua atau tiga esok hari.... 

Nah... Kaya itu seperti itu mbak Ran...  Bukan dari apa yang bisa orang lain lihat, tapi juga dari manfaatnya untuk orang-orang di sekitar kita. Allah menciptakan siang dan malam, laki-laki dan perempuan, kekayaan dan kecukupan, bukan kemiskinan. Kaya-cukup-miskin, itu datangnya dari hati kita.  
Ayo belajar yang rajin dan berusaha yang keras biar mbak Ran bisa menjadi orang yang “Kaya”.

Itu jawabanku untuk Ranka... Apa jawaban anda... 
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Sunday, November 16, 2014

Tilik Bayi

hamil,bayi,bayi baru lahir,tilik bayi,newborn,tradisi,
Sisters


Sudah menjadi budaya di tempat kita bahwa setiap ada saudara, teman atau tetangga yang habis melahirkan maka akan ada acara "tilik bayi" atau menjenguk bayi. Biasanya sih yang datang kaum ibu, kalaupun ada bapak mungkin mengawal ibu.... Hal itu sudah seperti menjadi wajib untuk datang menjenguk, apalagi di lingkungan saya. Sambil datang, para penjenguk akan membawa kado untuk si bayi, atau yang lebih umum, amplop untuk si simboknya. Hal ini akan berlangsung selama 35 hari atau "selapan" dalam istilah Jawa. Sedangkan untuk si empunya bayi, biasanya akan ada acara njagong bayi untuk bapak-bapak selama tiga hari kelahiran bayi, acara "sepasaran" atau syukuran hari ke lima dan "selapanan" atau hari ke 35. Itu bagi keluarga bayi yang masih mengikuti adat budaya Jawa yang bagi sebagian daerah pedesaan masih berlaku. Bagi saya, cukup syukuran satu kali, Aqiqah....

Baca juga : contoh-berbagai-macam-seserahan part 2
 

Tapi, bukan sederetan tradisi Jawa yang ingin saya sampaikan di sini, tapi perbincangan seputar "tilik bayi" itu sendiri. Biasanya selain percakapan seputar proses kelahiran, akan ada percakapan lanjutan seperti ini. Kalau yang lahir anak pertama, misalnya laki-laki, orang akan bilang besok tambah satu lagi, perempuan, biar lengkap. Kalau anaknya perempuan, besok tambah satu lagi, laki-laki ya... Kalau yang lahir anak kedua dan berjenis kelamin sama seperti anak pertama, orang akan bilang "nggak pa-pa, besok tambah satu lagi, terus perempuan atau laki-laki. Perbincangan seperti itu bukan hanya ditujukan ke keluarga si bayi saja, kadangkala hal itu juga ditujukan untuk si penjenguk bayi. Apakah si penjengung anaknya satu, dua ataukah malah belum punya, umumnya akan ada kalimat-kalimat tersebut.

 

Baca Juga : Kirab Siwur 1 Suro, Imogiri


Yang selalu menggelitik hati dan pikiran saya adalah, kenapa banyak orang masih berfikiran kalau punya anak ya harus ada laki-laki dan perempuan. Apakah karena slogan KB yang 2 anak cukup dan gambar yang ditampilkan pasti selalu sepasang anak laki-laki dan perempuan. Bagaimana jadinya kalau slogannya dari dulu adalah sepasang anak laki-laki dengan kata-kata "Penerus tahta keluarga" atau gambar sepasang anak perempuan dengan kata-kata, "Tiang Negara."  Kira-kira gimana ya hasilnya.... 

 Lalu ada kata-kata "Nggak pa-pa" besok satu lagi bla..bla..bla... "Nggak pa-pa"... Helloooowwww... where is your mind.... seolah-olah melahirkan anak yang berjenis kelamin sama dengan yang sebelumnya adalah sebuah penyesalan.... Oh my God... pengen nepuk jidat aja kalau denger orang gomong seperti itu...

Menurut saya adalah sebuah pilihan bagi setiap pasangan suami istri ingin punya berapa anak, tapi hasilnya tetap merupakan rahasia Tuhan. Ada yang cukup punya satu anak saja. ada yang ingin dua, tiga atau banyak anak. Ada yang bersyukur punya satu anak, itu pun dia dapat dengan perjuangan, ada yang sampai punya banyak anak karena pengen jenis kelamin tertentu.

Baca juga : Rahasia awet muda


Di tempatku ada seorang wanita yang masih muda, usia 35th. Punya 7 orang anak tambah satu kali keguguran, dari suami yang dulu dan sekarang. Dia terus melahirkan sampai anak ke tujuh demi mendapat anak laki-laki. Sekarang dia kewalahan karena dia harus menghidupi banyak anak dengan ekonomi dia pas-pasan sementara suaminya entah ke mana... terpaksa menitipkan sebagian anaknya ke orangtuanya. Ya ampun...
Ada juga dari keluarga berada, dua anak sebelumnya perempuan, dia ingin punya anak laki-laki, "sak rupa-rupane sik penting lanang" katanya. Akhirnya lahir anak laki-laki dengan cacat di telinga dan jantungnya, sebelum usia 20 meninggal. 
Ada juga yang sudah punya anak laki-laki dan perempuan, tapi masih nambah lagi, banyak anak-banyak rejeki. Menyenangkan mendengar rumah yang ramai dengan celotehan anak, bahkan pertengkaran mereka pun bisa menjadi hal yang merindukan. Kalau yang ke tiga ini mungkin lebih "enak" alasannya.

Memiliki anak adalah sebuah berkah dan tanggung jawab. Berapapun anak kita punya apapun jenis kelaminnya, menurutku yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menjaganya, membimbingnya, bagaimana kita bisa mengantarnya menjadi pribadi yang baik untuk dirinya sendiri dan lingkungannya. Jangan hanya karena ego orang tua, melupakan kesejahteraan anak itu sendiri.

Beautiful... isn't it...


Sebelum punya suami, bahkan sampai sekarang, aku selalu terpesona dengan anak perempuan. Cantik, imut, mata indah, dress, dandan, girly dan sederet keperempuanan yang lainnya. Suamiku senang dengan anak-anak, tapi banyak anak juga akan menjadi tanggung jawab yang lebih besar. Dan alhamdulillah kedua anakku perempuan. Apakah akan bertambah lagi atau tidak... itu adalah rahasia Tuhan.... mungkin mengadopsi..... (ssttt... kami, aku suami, kedua anakku terpesona dengan seorang anak perempuan yang menginap di rumah kami.... imut....)

 

Baca juga : Contoh-berbagai-macam-seserahanhantaran

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Friday, October 3, 2014

Bagaimana Caramu Mengisi Waktu Luang...???

Bagi seorang full day mom seperti aku, antara jam 8 - 12 siang adalah waktu yang sangat menjemukan. Aku termasuk orang rumahan, tapi gampang stress kalau nggak ada kerjaan. Diantara jam-jam tersebut ada beberapa kegiatan yang biasa aku lakukan.

Membuat Pernak-pernik.
Pada awalnya, di sekolah Ranka, ada beberapa temannya yang berjualan di kelas. Ada yang menjual coklat, kertas isi binder, pita rambut dan barang-barang kecil lainnya. Ada yang barang baru, ada juga yang barang second. Ranka pengen ikut jualan di sekolah. Wah... mulai putar otak nih, apa yang mau dijual. Akhirnya setelah sibuk menggunting, menempel, menjahit beberapa hari, jadilah pernak-pernik anak cewek untuk dia jual. Mulai dari gantungan kunci, jepit rambut dan bros. Lumayan. Simboknya yang bikin, anaknya yang jualan.

Jepit Rambut

Ini dia dagangan Ranka, jepit rambut, bros, gantungan kunci


Daur Ulang Barang Bekas
Setelah Ranka bosan jualan (karena kadang yang laku tujuh yang bayar lima he..he..), simboknya mulai bingung lagi. Bikin apa ya biar nggak stress nunggu anak pulang sekolah. Akhirnya pilihan jatuh ke bikin prakarya yang lain. Awalnya karena merasa sayang melihat barang-barang bekas terbuang percuma. Gatel rasanya lihat barang-barang yang sebenarnya dengan sedikit polesan akan menjadi barang cantik. Cuci, bersihkan, potong-potong, tempel. Jadilah barang-barang cantik ini...

Celengan cantik dari toples bekas dan batik perca. Ada juga vas dan kotak tisu.

Menjahit
Sebelum ada mesin jahit, aku sudah sering menjahit dengan tangan. Aku lebih telaten menjahit dengan tangan daripada dengan mesin. Bahan-bahannya sama. Kain bekas ini-itu yang sayang untuk dibuang, tapi sudah nggak bisa dipake. Saking senangnya mendaur ulang, pernah Yua menyelentuk, "Mah, itu kan bajuku"... padahal sudah jadi sprei kotak-kotak...Dan hasilnya... baju anak, sarung bantal, tas....


Tas untuk Ran TPA, satunya masih utuh di lemari...



Menulis.
Pengen jadi penulis juga. Dari masih SD, aku sudah senang menulis. Mulai dari ikut lomba mengarang waktu SD, menulis diari, mengirim surat pembaca ke tabloid dan punya blog pribadi seperti sekarang. Isinya mulai dari kejadian sehari-hari sampai cerita fiktif. Tapi untuk cerita fiktif sudah tidak aku buat lagi. Dulu di awal berhubungan, suamiku menghapus file-file ceritaku itu. Mungkin dia tidak suka dengan isinya. Padahal isi cerita dan komputer itu aku punya sebelum aku mengenalnya. Cemburu kali ha..ha... Ya sudah sekarang aku nulis yang ringan-ringan saja.

Baca juga : bagaimana-cara-mengubah-hobi-menjadi cuan


Berkebun.
Setiap minggu, kalau biasanya pagi-pagi sudah ribut ngurusin anak, kegiatan aku alihkan untuk ngurusin kebun. Itu adalah termasuk "me time". Kebetulan aku senang berkebun, mulai dari tanaman hias sampai tanaman sayuran. Untuk tanaman kecil biasanya aku tanam di pot, selain menghemat lahan, tanaman dalam pot lebih mudah dipindah-pindahkan jika ingin mengganti suasana. Bisa di taruh di dalam atau di luar ruang.


Tak harus tanaman mahal kan....


Berkebun nggak perlu modal banyak.
Biasanya sisa-sisa potongan sayuran aku masukkan ke kantong plastik (ini akan lebih cepat membusuk daripada di tempat terbuka), setelah beberapa hari bisa dicampur tanah. Jadi deh media tanam.
Bibit tanaman pun nggak perlu beli khusus. Cukup semaikan biji-bijian, misalnya sisa tomat atau lombok yang tidak sempat dimasak, atau kadang kalau beli kangkung atau bayam yang masih ada akarnya, bisa dipotong dan ditanam kembali. Kadang-kadang saya juga menemukan sledri atau loncang yang masih ada akarnya. Jadi deh pelengkap kebun.

Untuk tanaman lain, adenium misalnya, setelah beberapa bulan biasanya aku membongkarnya dari pot, membersihkan akarnya, memotong dahan yang berlebih. Tanam kembali dengan akar yang besar diangkat di atas tanah. Lama-lama akar ini akan menjadi bonggol besar, sedangkan potongan batangnya bisa ditanam kembali untuk menjadi bibit tanaman baru.

Baca juga : Rahasia awet muda


Menata Rumah
Setiap orang yang baru pertama kali datang ke rumah, apakah itu waktu masih di Kasongan, atau sekarang di Imogiri, orang pasti akan berkata, "rumahmu enak ya... rumahmu bagus ya..." Padahal rumah kami baru jadi 50%, dan hampir 70% dari barang-barang di rumah adalah dari pemberian orang, barang second atau buatan sendiri.... Tapi  hasilnya.... hwalla... Rumah yang indah bukan karena kemewahannya, atau barang-barang mahal yang ada di dalamnya. Tapi tergantung bagaimana kita menatanya. Kebetulan aku suka rumah tropis tradisional, batu, kayu.


Lukisan tangan di kamar Ran
Lukisan tangan di kamar Ran 2

Belakang rumah

Rak hand made dengan vas kulit telur di sudut ruang

    
Rak buku dan meja komputer buatan suami, selebihnya hibah


    
Daput imut 2x2

Dari semua hal di atas, aku sebenarnya ingin mengembangkannya pernak-pernik menjadi industri rumahan yang bisa dijual. Sekarang ini mungkin baru skala kecil. Lumayanlah bisa mengisi waktu luang dengan hobi yang mendatangkan uang. Siapa tahu akan jadi lebih besar sehingga bisa memberdayakan ibu-ibu rumahan yang lain seperti aku... pengennya sih...


==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik