Total Pageviews

Saturday, May 29, 2021

Bagaimana Cara Mengubah Hobi Menjadi Cuan

Di sini saya akan berbagi cerita tentang bagaimana cara mengubah hobi menjadi cuan di saat pandemi. Sebenarnya sih bukan cuma hobi, tapi juga "sedikit" peluang yang harus kita "sikat" untuk mendatangkan rupiah. 

Di tengah ketidakpastian di masa pandemi ini, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kalau hampir di semua sektor kegiatan di masyarakat menjadi kacau. Sektor pendidikan, kesehatan terutama ekonomi, semua terasa seperti jungkir balik terdampak pandemi. Untunglah entah bagaimana caranya (berkat kerja keras masyarakat dan dukungan pemerintah tentunya) perlahan kita bisa melewati masa pandemi ini dengan lebih baik.

Sama halnya dengan saya dan suami. Usaha kami di bidang handicraft utk kebutuhan ekspor tiba-tiba saja harus berhenti. Modal untuk bahan sudah terlanjur dibelanjakan, produksi dibatalkan, tenaga kerja terpaksa dirumahkan. Semuanya berhenti.

Dengan modal minus, kami harus memutar otak agar dapur tetap mengepul. Sebenarnya, kalau “cuma” untuk urusan dapur, alhamdulillah, selalu saja ada yang bisa dimakan. Tinggal di desa mungkin salah satu faktor yang menyebabkan ada saja yang bisa dimakan. Tetangga panen beras, kita ikut kebagian, tetangga panen sayur, kita bisa ikut masak…ditambah lagi rasa saling peduli yang masih kental di desa, saling membantu dan berbagi.

Masalahnya bensin, listrik dan gas tetap harus beli, tagihan terus berjalan, sekolah libur juga tetap harus dibayar….

Inilah beberapa usaha yang berasal dari hobi (dan apa saja) yang bisa mendatangkan uang.

Ingat ya… di sini yang dibahas adalah usaha dengan modal yang minim, usaha rumahan yang bisa dijalankan dengan modal seadanya saja…tanpa perlu ijazah atau pengalaman kerja sebagai pelengkap cv.

1. Tanaman hias.

Bagi yang suka berkebun, inilah waktunya merubah hobi yang biasanya anda nikmati sendiri, kini bisa dijadikan uang. Seperti saya. Sejak dulu saya suka berkebun, tapi karena sibuk mengurus bisnis dan keluarga (ditambah menyusulnya junior ketiga) maka berkuranglah waktu saya untuk mengurusi tanaman. Saat pandemi datang, saya baru tahu kalau salah satu tanaman koleksi saya sedang naik daun. Jadilah Monstera Andansoni si “janda bolong” (lebih tepatnya ron=daun dho bolong) menjadi tonggak awal saya berjualan tanaman. Yang pada awalnya tanaman tidak terurus di sela-sela barang handicraft, setelah naik daun banyak diminta teman-teman yang datang ke rumah. Kemudian saya menjual vas kayu jati (yang sebenarnya adalah sisa produksi yang berserakan) dengan janbol sebagai bonusnya, keterusan dengan tanaman yang lain yang bisa dijual. Kemudian saya juga beli tanaman lain dari sebagian uang hasil jualan sebagai tambahan dagangan. Untuk tanaman hias, saya tidak perlu khawatir tidak akan laku. Toh tanaman hias akan terus bertumbuh menghiasi halaman dan tetap bisa dijual di masa yang akan datang. Tipsnya, pilihlah tanaman yang “menjual,” misalnya dari jenis aeroid, bisa dari keluarga philodendron, monstera, alokasia atau aglonema dll.

 
 
   
Janbol di antara Belukar dan Handicaft



2. Membuat Masker

Bagi yang hobi menjahit, bisa dicoba untuk membuat masker. Saya membuat masker dari bahan-bahan kain lurik sisa produksi. Selain dari bahan, model yang unik tentu akan bisa menarik minat pembeli. Coba saja lihat di pinterest atau google untuk melihat referensi model-model masker yang menarik.

Kebetulan saya tidak hanya membuat masker. Masa pandemi membuat para perokok berfikir ulang untuk membeli rokok buatan pabrik. Harga yang biasanya “biasa-biasa saja,” menjadi berat saat harus berbagi dengan kebutuhan rumah. Hal itu membuat mereka beralih ke rokok tembakau yang harganya lebih terjangkau. Jadilah peluang ini saya manfaatkan untuk membuat kantong tembakau, dari bahan lurik juga agar terlihat lebih unik dan natural. Suami saya membuat kotak tembakau dari kayu. Kayunya juga dari bahan sisa produksi. 

 

Kantong mBako

 

3. Usaha Makanan Jajanan

Memulai usaha dari dapur mungkin salah satu usaha yang paling mudah. Ibu rumah tangga biasa bisa menjadikan masakan andalannya sebagai modal untuk berjualan makanan.

Saya sendiri belum mencoba untuk hal yang satu ini. Saya sering masak banyak, jumlah anggota keluarga ada 5 di KK, tapi alhamdulillah ada banyak orang yang biasa ikut makan bersama di rumah kami.

Untuk membuat usaha baru, tak perlulah membuka warung makan dengan modal yang banyak. Mulai saja dari jajanan makanan ringan; cimol, cilok, seblak, frozen food, lauk pauk; sambel, kering tempe/kentang, roti dan kue, minuman; bobba, es buah, es lilin, es gabus dll.

Buatlah dulu dengan jumlah yang sedikit saja untuk mengetahui pasar, setelah berjalan baik, barulah bisa ditambah jumlahnya. Untuk jajanan rumahan, kemasan biasanya bukan hal yang biasa diperhatikan, tetapi untuk makanan dengan pangsa pasar menengah ke atas, buatlah kemasan yang lebih menarik dan unik. Sesuatu yang biasa, jika kita kemas dengan kemasan yang menarik tentu akan menambah nilai jual barang tersebut.

4. Ikan Hias

Salah satu ikan hias yang paling banyak dijual saat pandemi adalah ikan cupang. Ikan ini sangat mudah dipelihara. Tidak perlu perlakuan khusus, tidak perlu pompa, gelembung udara, filter, tidak perlu tempat yang luas atau perintilan akuarium pada umumnya, cukup ditempatkan di toples.

Saya lebih suka menempatkan ikan cupang di toples kaca yang polos dan simple atau ditempatkan di botol bening ditambah tanaman untuk mempercantik tampilannya.

Bagi yang ingin membudidayakannya ada beberapa trik yang harus dilakukan agar bisa beranak pinak dan bisa mendapatkan motif yang baru yang akan bisa menambah nilai jual ikan cupang.

 

Cupang dan Tanaman

 

5. Menjual pakaian bekas, preloved.

Sejak pandemi saya baru tahu, ternyata banyak juga group-group di marketplace yang menjual pakaian bekas, preloved bahasa kerennya. Tapi tidak semuanya preloved juga… ada yang baru banget karena memang berdagang barang baru, baru dibeli tapi tidak cocok size, model atau warnanya, baru sekali pakai atau barang2 ex kado dll. Barang-barang ex kado maksudnya barang tersebut tadinya adalah kado, bisa dari kado nikahan, ualng tahun, kelahiran bayi atau yang lainnya yang tidak diinginkan/digunakan oleh si penerima. Barang tersebut masih baru bahkan kadang masih utuh kemasannya.

Tidak hanya pakaian, di sini juga dijual sepatu, sandal, tas, assesories sampai kosmetik. Mau yang branded atau non branded.

Banyak yang menjual, banyak juga yang mencari.

Menjual bisa jadi karena mau mengurangi isi lemari, membeli karena kita bisa dapat barang yang kita inginkan dengan harga yang lebih murah.

Bisa dijual harga satuan untuk mendapatkan harga yang bagus, atau ada juga yang mau membeli pakaian dengan sistem kiloan kalau mau lebih cepat terjual.

Ini kesempatan bagi kita untuk mengurangi isi lemari. Pisahkan pakaian yang bisa dijual, disumbangkan atau yang perlu dibuang. Kalau mau dibuang (bersih dan pantas pakai), saya biasanya mengemasnya dengan kantong plastik yang bersih dan rapi, tempeli tulisan “pakaian bersih” serahkan ke bapak tukang angkut sampah pada saat pengambilan sampah. Jangan dicampur sampah lain. Siapa tahu baju bekas kita masih bisa dimanfaatkan orang lain.

Hal ini juga berlaku untuk barang-barang yang “sebenarnya” tidak kita butuhkan di rumah.

6. Main online.

Untuk kaum rebahan, ini adalah cara yang mudah untuk mendapatkan uang, hanya dengan menggoyangkan jari sambil tiduran poin-poin rupiah bisa terkumpulkan. Ada beberapa aplikasi yang hanya dengan melihat, bisa mendatangkan uang. Misalnya Tik Tok. Kita bisa mengakses aplikasi ini sambil menunggu dagangan, menunggu customer, sambil menunggu jemputan, sambil makan siang dan yang pasti sambil rebahan.

Lumayan…dari main Tik Tok, bisa untuk membeli pulsa listrik 50rb per minggu.

Bagi yang mau lebih menantang, bisa mencoba aplikasi game online. Saat ini banyak sekali aplikasi game online yang bisa dijadikan ajang mencari uang atau bahkan menjadi mata pencaharian pokok untuk para gamer.

7. Membuat konten kreatif

Untuk kaum milenial, cara ini paling banyak dijadikan pilihan bukan hanya untuk mengisi waktu luang, tapi juga sebagai penyaluran kreatifitas yang biasanya tidak diberikan di sekolah umum.

Membuat konten kreatif bisa dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja tanpa harus menunggu punya ijazah atau selesai kuliah. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, semua bisa melakukannnya. Tinggal kita-kitanya saja pinter-pinter membuat bagaimana caranya agar karya kita bisa mendatangkan uang.

Konten kreatif misalnya menulis blog, membuat vlog, membuat video YouTube, Tik Tok dan lain-lain. Dengan modal HP dan kreativitas kita bisa membuat konten yang akan bisa mendatangkan uang.

Kita terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam menjadi konsumen di dunia maya. Kalau bisa menjadi produsen tentu akan lebih menguntungkan.

Jangan salah, poin 6 dan 7, jika kita serius menjalaninya, penghasilan yang akan kita dapatkan bisa tidak terbatas, bisa melebihi gaji orang-orang yang kerja kantoran. Orang tahunya kita “cuma” di rumah saja, nggak kerja…tapi kok bisa belanja-belanja…???

Penghasilan dari google adsend misalnya, bisa jadi itu akan menjadi tabungan kita, bisa juga menjadi dana pensiun karena selama orang masih melihat konten kita, kita akan tetap terus menerima transferan pembayaran.

 

Monggo…silahkan mau memilih cara yang mana yang akan kita jadikan penghasilan tambahan (atau bahkan pokok). Itu hanya sebagian kecil saja, tentunya masih banyak pilihan yang lain yang bisa kita lakukan. Kalau saya, pilihlah yang sesuai dengan minat kita, jadi kita bisa lebih enjoy menjalaninya.

 

Bagaimana cara menjual barang dagangan kita?

Ada berbagai cara kita bisa menjual dagangan kita.

1. Gelar langsung dagangan.

Ada beberapa jenis dagangan yang bisa langsung kita gelar lapaknya, misalnya makanan. Jika memungkinkan, kita bisa menjual barang dagangan kita dengan cara menggelar langsung, misalnya di teras rumah, atau bahkan langsung dari dapur. Bisa juga berjualan keliling pakai motor.

2. Via online.

Untuk orang yang introvet seperti saya, berjualan online akan sangat membantu. Sebelum pandemi sebenarnya saya sudah bertahun-tahun berjualan online, hanya saja sekarang sudah lebih intensif dengan barang dagangan yang lebih bervariasi.

Via online misalnya lewat facebook, intagram, marketplace atau group WA. Cari group yang sesuai dengan dagangan dan pangsa pasar kita. Misalnya saya mengikuti group jual beli tanaman hias di facebook. Untuk jangkauan yang lebih luas dan beragam bisa di marketplace, shoopee, tokopedia dan platform sejenisnya.

Untuk menjangkau pasar di sekitar kita, dengan alasan agar lebih mudah melakukan transaksi COD atau lebih mudah mengecek barang secara langsung, kita bisa ikut komunitas lokal. Misalnya saya tinggal di Jogja, saya bergabung dengan komunitas Jogja, komunitas Bantul, komunitas Imogiri. Misalnya saya ikut group pecinta tanaman hias Jogja, group jual beli Bantul, group jual beli Imogiri.

Untuk komunitas yanng lebih kecil, ada group WA. Biasanya ini sebatas untuk kalangan teman-teman atau untuk komunitas sejenis saja. 

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

 

Saturday, February 28, 2015

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak

 

Saat Ranka Bertanya...  


anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Ranka dan hobi menarinya
Suatu saat teman-teman Ranka datang bermain di rumah, Ranka memutarkan video musik dari komputernya, aku dengar teman-temannya itu tertawa “cekikikan” sambil bilang eh.. saru, eh saru. Aku datang menengok, ternyata yang diputar adalah video klip Beyonce’ (Girls, Round the world) dan Sia (Chandelier), yang klipnya anak kecil menari balet. Aku bilang ke Ranka agar memutar video anak-anak saja.

Setelah teman-temannya pulang, aku bilang ke Ranka...
Besok lagi kalau ada teman2mu datang, nggak usah disetel yang tadi ya, yang lainnya saja. Kalau Ranka sama Yua suka melihat video itu kan karena koreografinya yang bagus, bukan karena saru, iya kan. Orang tua mereka mungkin tidak pernah menjelaskan soal berbagai macam budaya yang berbeda-beda dari daerah lain. Kalau Ranka kan sudah pernah diceritain sama mamah kan.

Bahwa kebudayaan di dunia itu berbeda-beda. Dan kebudayaan itu berkembang sesuai peradabannya.

Ada yang di satu negara boleh, di negara lain nggak boleh. Misalnya kalau pada jaman dulu, pada masa simbahnya mamah, perempuan bajunya pakai kemben saja ke mana-mana, kain yang menutup sebatas dada (kebetulan Ranka aku lihatin sebentar film Indonesia lama di TV, si Jampang.. he..he..), itu biasa saja pada jaman itu, nggak saru, sekarang orang berpakaian lebih tertutup, bahkan banyak yang pakai jilbab. 

Di Bali jaman dulu, perempuan biasa memakai kain yang bagian dadanya justru terbuka (aku lihatin lukisan wanita Bali dan foto wanita2 bersekolah di Bali bersama guru-gurunya laki-laki yang orang bule). Orang Papua, yang laki-laki pakai koteka, di India para wanita kalau pake baju pusernya kelihatan kayak yang di film India itu lho... 

Di negara-negara Arab, orang yang namanya Abu Bakar, Aisiah belum tentu beragama Islam, yang berpakaian jubah belum tentu beragama Islam, tapi karena budaya mereka seperti itu. 

Di jaman simbah, orang namanya Sukarno, Suharto, Sujilah. Di jaman mamah, namanya Bambang, Agus. Di jaman sekarang nama temen-temenmu Syifa, Dafa, Faiz...  berubah sesuai jamannya. 

Di pantai Jogja, orang berenang pake baju lengkap, di Bali dan di luar negeri mereka pakai baju renang, berjemur. 

Di sini kita memanggil nama orang dengan mas atau mbak, di luar negeri langsung disebut namanya. Itulah budaya.

Intinya adalah perbedaan budaya, dan budaya yang selalu berkembang... tinggal bagaimana cara mendidik orang tua agar anak memandangnya dengan sisi positif tanpa harus mengikuti arus.

++++++++++++++++++++++

Memakai TV berlangganan kadang harus membuat kita siaga, jika pas bukan chanel untuk anak, remote TV harus ada di dekat tangan. Walau begitu kadang masih juga kecolongan iklan yang ada adegan dewasanya. Saat remote terlambat digenggaman...wah... gimana dong...

Mbak Ran, yang itu tadi, orang berciuman itu, itu hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah dewasa ya, orang yang sudah suami istri. Itu biasanya di luar negeri. Kalau kita, orang timur, biasanya hanya mencium pipi, itu untuk anak yang  masih kecil sekali biasanya oleh orang tua atau kerabat dekatnya. Kadang kalau ibu-ibu ketemu, cium pipi kiri pipi kanan, tapi itu sesama perempuan. Kalau se-mbak Ran, ya cium tangan kalau ketemu orang tua.

Kalau pas film dengan adegan kekerasan atau horor, “Dik Yua, nggak usah nonton dik, itu untuk orang dewasa lho, nanti dik Yua kaget (bukan takut).  

++++++++++++++++++++++

Ranka bertanya... Mah... kenapa tho kok anak-anak diculik...
Wah.. banyak alasannya mbak... misalnya kalau anak kecil yang diculik, yang menculik mungkin minta tebusan uang, anaknya dikembalikan kalau orangtuanya  sudah memberi uang tebusan, atau anak itu dijual kepada orang lain untuk diadopsi ilegal, nggak pake ijin pemerintah. Ada juga karena dendam, sakit hati kepada orangtua, anaknya yang jadi sasaran. Ada yang dijadikan pengamen atau pengemis, uangnya nanti diminta mereka. Kalau anaknya sudah agak besar, mungkin dijual ke tempat hiburan malam, mereka dipaksa bekerja.  Kalau sudah dewasa bahkan ada yang diculik untuk diambil organ tubuhnya untuk dijual ke orang lain, jantungnya, ginjalnya, atau bagian tubuh yang lain. 

Makanya kalau sudah agak besar nanti Ranka harus berhati-hati kalau berteman, kadang-kadang ada yang pura-pura kenalan lewat facebook, kemudian ngajak ketemuan, terus diculik. Ada juga yang diberi minuman atau permen yang ada obat biusnya.  Makanya mamah sama ayah pengennya Ranka sama Yua belajar bela diri, biar bisa untuk menjaga diri sendiri, bahkan membantu oranglain bila keadaan dibutuhkan. 

+++++++++++++

Narkoba itu apa sih Mah... saat Ranka melihat berita di TV.
Narkoba itu sejenis obat-obatan yang peredaran oleh pemerintah dilarang secara umum. Bisa menghilangkan rasa sakit, tapi juga bisa menimbulkan halusinasi. Biasanya dipakai oleh dokter-dokter untuk membius pasiennya agar tidak merasa sakit saat dioperasi. Kalau di medan perang juga dipakai untuk prajurit yang terluka, kadang juga biar lebih berani. Tapi orang-orang biasanya menyalahgunakannya, dipakai sembarangan sehingga yang pakai hilang kesadaran dan berhalusinasi. 

Ada yang bubuk, ada yang pil, ada yang kayak permen karet yang kayak yang di TV itu. Cara makenya ada yang dihisap, ada yang disuntik. Nah kalau yang disuntik ini, bahayanya lebih banyak, dia bisa ketularan penyakit pemakai lain jika jarumnya dipakai bergantian. Jika dipakai terus-terusan akan menjadi kecanduan. Kalau sudah gitu tiap hari dia harus pake, kalau nggak punya uang dia bisa mencuri, merampok, melakukan apa saja agar bisa mendapat narkoba. Lama-lama badannya akan rusak, kurus kering, mukanya jadi tua. Kalau nggak berakhir dengan kematian karena over dosis, kebanyakan obat, ya ditangkap polisi kayak yang di TV itu. 
Kalau untuk penjual atau pengedarnya kalau ketangkap bisa dihukum penjara seumur hidup atau malah dihukum mati.  

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kalau di TV-TV itu minum apa sih mah...
Oh itu namanya minuman keras. Minuman yang mengandung alkohol dalam kadar tertentu akibat proses fermentasi. Biasanya jus anggur dicampur ragi, disimpan lama sampai bertahun-tahun, nanti lama-lama akan keluar alkoholnya. Semakin lama menyimpannya, semakin bagus, harganya juga tambah mahal. 

Diluar negri, di negara-negara bersuhu dingin orang biasa minum anggur untuk menghangatkan badan. Kalau kita kan biasa minum teh, kopi, jahe untuk minuman sehari-hari. Kalau di luar negeri mereka biasa minum anggur. Tapi kalau kebanyakan bisa menjadikan mabuk, kehilangan keseimbangan. 

Kalau di sini, orang minum anggur atau minuman keras sejenisnya hanya untuk mabuk-mabukan, nggak ada manfaatnya, malah bisa merusak tubuh kalau terlalu sering minumnya. Kalau orang merokok, paru-parunya rusak, kalau minum minuman keras, ginjalnya yang rusak, bahkan bisa meninggal. Yang namanya oplosan itu lho mbak Ran, minuman keras dicampur bahan berbahaya lainnya. Bahan-bahan yang dicampur sembarangan itulah yang menjadi racun.  
 
Baca juga : Rahasia awet muda

+++++++++++++

Secara umum Ranka sering bertanya tentang ilmu alam. Soal segitiga bermuda, terjadinya gerhana bumi dan bulan, soal India berbeda dengan Indian, planet dan tata surya. 

Saat Ranka bertanya biasanya aku menjawab dengan panjang lebar, bahkan kadang sampe kehabisan nafas saking semangat menjawabnya.. he..he... Orangtua lain mungkin kelabakan saat anaknya bertanya. Bagiku... wah... kesempatan emas nih... Saat aku nggak tau jawabannya, biasanya aku akan bilang, wah mamah nggak tau mbak Ran... dicari bareng di internet yuk... keren kan...

Ranka memang bukan anak yang pandai di mata pelajaran di sekolah. Temen sekolah atau tetanggaku nggak akan percaya kalau aku menjawab Ranka tidak masuk rengking 10. Tapi aku selalu berusaha membekalinya dengan ilmu yang mungkin tidak didapatkannya di bangku sekolah. Bagaimana cara dia bertindak jika terjadi sesuatu, adat istiadat, perbandingan agama dan lainnya. Membiarkannya belajar memasak sesukanya, memberinya tugas untuk melatih tanggung jawabnya. 

Buatku, cerdas itu tidak melulu berupa daftar nilai yang bagus, tapi lebih ke bagaimana cara kita menyikapi sesuatu.  

Aku mungkin bukan orang tua yang serba tahu segalanya, tapi aku berusaha untuk memberikan apa yang aku tahu untuk anak-anakku. Mungkin ada kata2 yang menurut orang tua lain terlalu vulgar, tapi buat anakku, aku punya batasan tersendiri.

Ranka adalah anak yang spesial buatku. Dan aku bangga dengannya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Ikut kegiatan2 ayah sebagai penambah ilmu dan pengalaman

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Latgab water rescue

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Mancing di Samas


anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Latihan rapling di hutan

anak bertanya, asah asuh, pendidikan anak, parenting,
Kemping


==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik



Friday, February 27, 2015

Untuk Apa Kau Menimba Ilmu Moms....



Beberapa minggu yang lalu aku bertemu dengan teman SD yang sudah lama tidak bertemu. Saat itu dia berkata, “Kalau perempuan itu rugi ya, sekolah tinggi-tinggi, pinter, pada akhirnya juga cuma di rumah, momong anak.”  
Kenapa kok rugi, justru anaknya yang beruntung, di rumah dididik oleh ibu yang pinter, yang rugi justru si anak yang ibunya sarjana tapi di rumah dididik sama pembantunya yang hanya lulusan SD. 

Maaf sebelumnya, ini bukan masalah mendiskriminasikan lulusan apa anda.... Dari lulusan manapun saya yakin kita bisa menjadi “a good mom.” Hanya saja justru saya merasa kasihan sama teman saya itu karena pola pikirnya yang , maaf, “masih segitu.”

Di SD saya selalu juara satu dari kelas 1-6, masuk SMP 1 Imogiri, SMP favorit di daerahku, masuk STM Pembanguan Yogyakarta (Stembayo), sekolah kejuruan favorit di Jogja bahkan di Indonesia, mengambil jurusan Geologi Pertambangan.

Geologi Pertambangan A, 4 cewek, 27 cowok. What an amazing moment...

Saat memutuskan masuk sekolah di STEMBAYO, saya mengambil jurusan yang saya sukai bidangnya, geologi (dan juga karena ada beasiswanya), walaupun dari awal juga saya berfikir bahwa mungkin saya tidak akan bekerja di bidang tersebut, tapi ilmu soal bumi dan isinya selalu membuat saya terpesona, bahkan sampai sekarang saya tetap senang mengikuti ilmu pengetahuan alam, walaupun hanya dari National Geographic atau dari internet. Selama di Stembayo, bukan hanya ilmu yang ada di buku saja yang saya pelajari, tapi juga ilmu tentang kepemimpinan, organisasi, kerjasama, perjuangan dan kepribadian. Benar-benar tempat menempa diri. Sampai saat ini saya masih berfikir, itulah tempat sekolah terbaik yang pernah saya dapatkan. 

Kerja di Batam 2 tahun, sempat kursus bahasa Inggris dan komputer, mendapat beasiswa sekolah ekonomi karena berhasil menjuarai salah satu lomba modeling, tapi sayangnya tidak bisa saya ambil karena jadwalnya yang tidak sesuai dengan jam kerja. Mendapat promosi dari kantor, tapi saya tetap memutuskan pulang karena telah mendaftar sekolah desain grafis karena memang hobi mendesain, kemudian mengambil jurusan bahasa Inggris penterjemahan di UT (yang ini belum sempat selesai). 

Sebelum menikah saya sering mengikuti seminar tentang pendidikan dan kesehatan anak. Sampai sekarang kalau ada kesempatan saya masih menyempatkan diri ikut seminar ini-itu jika memang temanya saya suka dan lokasinya dekat.

Buat saya, sekolah, mencari ilmu itu bukan semata-mata kalau selesai sekolah dari sini nanti kamu mau jadi apa? Bisa kerja apa? Buat saya, sekolah itu bukan sekedar sebagai alat atau penunjuk arah akan ke mana kita, tapi sebagai “kekayaan diri.”
Jika dia bilang “rugi sekolah tinggi-tinggi“ buat saya kenapa rugi, semua ilmu yang saya dapatkan adalah “kekayaan” saya yang bukan hanya berguna untuk saya, tapi juga anak-anak saya, dan mungkin juga untuk orang-orang di sekitar saya. 

Saya sering terpesona dengan diri saya sendiri mendapati ternyata “saya lebih berilmu” dibanding ibu-ibu yang lain. Di saat ibu-ibu lain kewalahan menjawab pertanyaan anaknya, aku bisa menjawabnya dengan baik sesuai usianya, di saat anak-anak lain belajar ilmu dari sekolah, aku bisa mengajarkan ilmu yang lain yang belum didapatkannya di kelasnya, bahkan kadang-kadang suami juga bertanya tentang suatu hal apakah tentang desain, rumah, konstruksi, atau hal lain yang saya lebih tahu.  

Sekolah pinter-pinter, ngapain nggak kerja? 
Dari lulus sekolah, alhamdulillah saya selalu mudah mendapatkan pekerjaan yang saya sukai (bukan terpaksa kerja di tempat yang bisa menerima saya). Gaji saya juga, walaupun nggak banyak sekali, tapi selalu lebih jika dibandingkan karyawan lain ditempat kerja saya. 

 
Baca juga : Rahasia awet muda

 
Saat kelahiran anak pertama, kantor menawarkan kenaikan gaji dan biaya penitipan anak ditanggung kantor agar saya tidak mengundurkan diri, tapi saya tetap memutuskan keluar. Saat kelahiran anak ke dua, sebelum berhenti kerja, kompetitor kantor menawarkan gaji yang lebih tinggi dan fasilitas lebih untuk saya. Tapi akhirnya saya juga memutuskan berhenti. Momong anak.

Kok nggak cari “rewang” saja biar anaknya bisa ditinggal kerja. 
Waktu masih tinggal di Kasongan, di lingkungan perumahan, banyak ibu-ibu bekerja, anaknya sama “mbaknya” atau “mboknya”. Melihat mereka menjaga anak-anak majikannya, kok kasihan anaknya ya kalau saya. Ada yang ditinggal kencan, ada yang dipanggil dengan panggilan yang jelek (padahal nama pemberian dari orangtuanya sudah bagus), ada yang bla-bla-bla...  kadang simboknya “berkicau” ke tetangga, gaji nggak seberapa, kerjaan seabreg nggak habis-habis,  belum lagi, untuk saya pribadi, urusan rumah biarlah tetap ada di dalam rumah, kalau ada “rewang” urusan dalam rumah bisa-bisa bocor sampai mana-mana. Alasan lain lagi, saya bukan termasuk orang yang mudah mendelegasikan kewajiban saya untuk dikerjakan orang lain. Apa yang bisa kukerjakan ya harus dikerjakan sendiri. 

Strong mom, strong family...

Sudah menjadi hal yang umum bagi seorang wanita yang mampu “berkarir lebih” akan menjadi “galau” saat harus memilih untuk tetap bekerja atau berhenti kerja dan fokus mengurusi keluarganya. Saya beruntung masih bisa memilih kedua-duanya, walaupun pada akhirnya saya memilih keluarga. Buat saya pribadi, tanggung jawab yang lebih besar untuk keluarga yang membuat saya mengesampingkan ego saya dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menjadi full mom.

Memang masih banyak orang yang berpandangan rendah terhadap “pekerjaan” ibu rumah tangga, dan menganggap kerja kantoran lebih keren. Tapi kembali lagi bahwa buat saya itu adalah sebuah pilihan. Mungkin suatu saat saya akan bekerja di luar, tapi untuk saat ini cukuplah atas apa yang saya peroleh dari rumah.  

Tapi jangan salah, menjadi ibu rumah tangga juga tetap bisa berpenghasilan kok, bahkan kadang-kadang bekerja dari rumah bisa berpenghasilan lebih tinggi dari pada ibu bekerja di luar. Bisa menjadi penulis, membuat handikraft, membuat kue dititipkan di warung, dan lainnya. Momong anak sambil tetap berpenghasilan. 

Bagi momi-momi bekerja, tentunya juga masih bisa meluangkan waktu untuk anak-anaknya. 

Ayo momi... bagikan ilmu kita terutama untuk anak-anak kita.... kalau bukan kita yang yang mendidik anak kita sendiri, siapa lagi....
  
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Thursday, December 25, 2014

Seberapa Kayakah Dirimu?



Harta Kekayaanku...

Suatu hari Ranka bertanya, “Mah... kita ini kaya nggak sih mah... “ Kalau menurut mbak Ran, orang kaya itu seperti apa sih? Aku balik bertanya.  “Yang punya apa-apa... “ katanya.

Ini jawabanku untuk Ranka...

Orang kaya itu bukan orang yang apa-apa punya ... Orang kaya itu datangnya dari hati. Kalau kita merasa cukup atas apa yang kita miliki dan senang berbagi kepada orang lain atas apa yang kita punya, itu yang sebenarnya orang kaya...  

Coba mbak Ran lihat, Kakung Uti itu pakaiannya biasa saja, rumahnya biasa saja, walaupun di dalam rumahnya apa-apa ada, tapi orang lain nggak perlu tahu apa yang Kakung Uti punya. Kakung Uti itu berpenampilan sederhana dan senang menolong orang lain. 

Nini (simbahnya Ranka), rumah nini itu paling jelek jika dibandingkan dengan rumah saudara-saudaranya yang lain. Tapi nini banyak bersedekah. Misalnya saja sebelum lebaran kemarin, duit nini banyak, bahkan lebih banyak dari duit ayah, kalau orang lain mungkin sudah dipakai untuk memperbaiki rumah, tapi kalau nini dibagikan ke orang lain yang lebih membutuhkan. 

Yang Sun, sudah ke rumah Yang Sun kan... Rumah yang Sun lebih bagus dari kita, tapi kalau untuk orang seperti Yang Sun, rumah itu cukup sederhana dengan barang-barang di dalamnya. Padahal properti Yang Sun di mana-mana ada dan kalau Yang Sun mau, dia bisa punya rumah yang baguusss sekali, yang besaaarrr sekali. Tapi Yang Sun memilih hidup sederhana saja, sebagian besar uangnya dia gunakan untuk membantu saudara-saudara yang lain.  
                             
Ayah... ayah itu juga banyak berbagi, kalau orang lain punya ini itu bisa dijual dijadikan uang, ayah lebih banyak diberikan saja. Kalau punya uang, nggak akan utuh sampai rumah, karena sebagian pasti sudah diberikan untuk orang lain, baik berupa uang maupun dibelikan barang. Ayah kalau punya barang ini-itu, beli atau membuat sesuatu yang dia pikirkan bukan hanya untuk keluarganya, tapi juga bagaimana agar hal itu juga bermanfaat untuk orang lain. 

Kalau ibu-ibu lain memakai banyak perhiasan emas, seperti toko berjalan saking banyaknya, anaknya yang masih kecil juga dipakaikan perhiasan, bahkan walaupun si anak sendiri bilang,” Bu.. aku nggak mau pakai ini... gatel.... tapi demi gengsi si ibu... bahkan sampai bapaknya juga pakai. 

Uti, Bulik Tyas, Mamah nggak pakai perhiasan, kalaupun pakai, malah yang tidak terbuat dari emas. Mbak Ran boleh pakai perhiasan, tapi sewajarnya saja. Orang yang memakai perhiasan banyak pada akhirnya akan terjerumus menjadi orang yang riya’, pamer. Nanti malah bisa-bisa juga jadi sasaran orang jahat. Kalau mamah sendiri malah malu kalau cara makainya seperti itu, mamah merasa seperti (maaf) “kampungan”. Orang yang “benar-benar” kaya tidak akan seperti itu. Malah kadang-kadang mamah justru kasihan dengan orang yang seperti itu, karena “hanya” itulah yang dia punya sehingga merasa perlu ditunjuk-tunjukkan ke orang lain. Mbak Ran kalau punya apa-apa nggak perlulah ditunjuk-tunjukkan ke temen-temennya, tapi kalau mereka tahu dengan sendirinya juga nggak papa. 

 
Baca juga : Rahasia awet muda

 
Tetangga punya rumah bagus, barang-barang bagus, kendaraan bagus... ya biarin saja.... rejeki orang lain-lain. Kadang orang lain hanya melihat bagusnya, tapi orang lain nggak tahu kalau dia sendiri pusing membayar cicilan hutang atas barang-barang bagusnya itu... Itu adalah pilihannya. 

Kalau mbak Ran mau jadi orang kaya, harus bekerja keras, dan juga harus belajar merasa cukup, bersyukur, alhamdulillah atas apa yang telah kita punyai. Dan mbak Ran memang juga harus jadi orang kaya, sehingga bisa lebih banyak membantu orang lain, merasa senang dan bahagia bila bisa membantu orang lain, walaupun dari hal-hal yang kecil. Jangan ragu-ragu untuk berbagi, karena kita memberi satu hari ini, kita akan mendapat dua atau tiga esok hari.... 

Nah... Kaya itu seperti itu mbak Ran...  Bukan dari apa yang bisa orang lain lihat, tapi juga dari manfaatnya untuk orang-orang di sekitar kita. Allah menciptakan siang dan malam, laki-laki dan perempuan, kekayaan dan kecukupan, bukan kemiskinan. Kaya-cukup-miskin, itu datangnya dari hati kita.  
Ayo belajar yang rajin dan berusaha yang keras biar mbak Ran bisa menjadi orang yang “Kaya”.

Itu jawabanku untuk Ranka... Apa jawaban anda... 
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik