Total Pageviews

Saturday, April 16, 2011

Broken Home... So What Gitu lho...

Saat kita bertemu dengan anak, remaja atau bahkan orang yang telah menginjak usia dewasa, yang menurut kita hidupnya berantakan, urakan, amburadul, hidup dari jalan ke jalan dan perilaku yang dianggap buruk sejenisnya, maka akan banyak orang yang bilang, “Maklum saja, dia kan dari keluarga broken home? Saya mengernyitkan dahi, “hmm, gitu ya…
 
Saya bertemu dengan banyak orang. Mulai dari orang yang kaya raya sampai yang kere, orang-orang kantoran sampai pengamen perempatan jalan, mahasiswa sampai yang SD saja tidak lulus. Dan sebagian dari mereka adalah teman-teman saya. Dan teman-teman saya ada yang alim, pemabuk, pemakai narkoba dan bahkan pelacur dan sebagainya. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Dari yang alim, saking alimnya, atau mungkin karena masih lugu (atau naïf), sampai dia tidak tahu,”curhat itu apa sih?” atau, “kondom itu apa?” Pertanyaan yang membuat kami tertawa untuk orang seusianya. Cerita si pemabuk karena bapaknya seperti itu, dan dia tidak perlu merasa takut akan dilarang ibunya, toh ibunya juga tidak perduli. Si pemakai narkoba yang katanya terjebak salah pergaulan. Dan si pelacur yang mengharapkan perhatian dan kasih sayang yang tidak dapatkan dari bapaknya. Yang kesemuanya itu garis besarnya karena broken home.  
 
Saya lahir dari keluarga yang sederhana. Sejak bapak dan ibu saya berpisah (bukan bercerai, tapi pisah rumah, ibu tinggal di Jogja, sementara bapak tinggal di Jakarta dan menikah lagi) kami 3 anak-anaknya yang saat itu masih kecil ikut ibu. Keadaan tambah parah saat bapak tidak lagi memberi nafkah kepada kami. Ibu harus bekerja keras banting tulang untuk membiayai sekolah kami. Dan kami pun jadi terbiasa membantu ibu menyiapkan dagangan, sampai mengantarkannya ke warung-warung. Status ibu yang janda bukan, bersuami juga bukan, membuat banyak orang yang berfikiran negatif. Banyak godaan untuk ibu, mulai dari yang merayu secara halus, sampai terang-terangan mengatakan,”asal mau sama aku, anakmu aku biayai.” Beruntung walaupun keadaan ekonomi morat-marit, ibu bukan orang yang selemah itu. Keadaan ibu yang seperti itu berdampak pula pada kami, anak-anaknya. Mulai yang tidak dipercaya membawa uang arisan anak-anak kampung, karena takut ditilep, sampai di dalam bus umum, di depan orang-orang yang tak dikenal ada tetangga yang nyelentuk, bicara dengan keras, “Eh, ini lho anak yang ditinggal bapaknya kawin lagi.” Wow….
 
Setelah lulus SMP saya masuk STM yang jaraknya jauh dari rumah. Untuk menghemat biaya transportasi, atas tawaran seorang guru, saya tinggal di rumah mertuanya yang jaraknya dekat dari sekolah. Bisa dibilang saya jadi pembantu di situ, karena saya harus membersihkan rumah dan memasak setiap hari. Sampai lulus saya tinggal di situ. Hampir 4 tahun (waktu itu STM tempat saya belajar berjenjang 4 tahun). Waktu naik ke kelas 4, adikku seharusnya masuk SMA, tapi karena tidak ada biaya, teman-teman seangkatannya hari pertama masuk sekolah, dia hari pertama masuk kerja jadi buruh di pabrik plastik bekas. Beruntung sore harinya ibuku diberi tahu bahwa ada sekolah yang baru buka, gratis. Jadilah adiknya tidak jadi putus sekolah. 
 
Baca juga : Rahasia awet muda
 
Lulus STM saya sebenarnya ingin kuliah, tapi karena tidak ada biaya saya langsung bekerja di Batam. Yang kata orang banyak sekali godaan di sana. Apalagi untuk anak-anak seusia kami yang baru saja lulus sekolah, menghirup kebebasan, jauh dari orang tua. Ya. Memang benar.  
 
Saya merasa beruntung dulu masuk sekolah STM yang notabene mayoritas cowok dan tinggal di rumah mertua guru saya yang kebetulan juga adalah tempat kos mahasiswi. Jadi saya tidak perlu merasa canggung berada seasrama dengan teman-teman perempuan yang lain, dan saya juga tidak merasa perlu berebut perhatian dari kaum lelaki yang memang hanya seperlimanya di Batam (bahkan mungkin kurang). 
 
Tapi di luar teman-teman seasrama dan teman-teman kerja, teman-teman saya dari luar memang kebanyakan laki-laki.  Mungkin karena saya berasal dari STM, jadi saya mudah berbaur dengan mereka tanpa merasa salah tingkah atau sok jaga imej.. Jadi mereka juga enjoy saja berteman dengan saya. (Padahal sampai SMP saya termasuk anak yang pendiam dan jarang keluar rumah).
 
Di Batam semua bisa saja terjadi. Mulai dari pergaulan bebas, sampai narkoba. Saat baru datang, teman-teman saya bertaruh kalau saya nanti pasti gonta-ganti pacar, apalagi didukung wajah saya yang yah…lumayan cantik  kalau kata saya … (Saya sempat ikut berbagai lomba modeling di Batam). Tapi sampai habis kontrak saya tidak punya pacar, semua hanya teman, karena waktu itu saya sudah punya pacar di kampung. Begitu juga saat teman-teman perempuan saya mengajak saya merokok, ke diskotik, dan sebagainya. Saya tetap pada pendirian saya. Sampai ada yang bilang,”Ah, nanti lama-lama juga ikut-ikutan.”  Saya orangnya asik diajak berteman. Tapi saya juga punya batasan untuk diri saya sendiri. Saya menghormati mereka, dan mereka juga menghormati saya. 
 
Habis kontrak kerja saya melanjutkan kuliah profesi satu tahun dengan biaya gaji terakhir saya di Batam. (Gaji sebelumnya sebagian saya kirimkan dan sebagian saya gunakan untuk mengikuti berbagai kursus dan kegiatan modeling). Lulus kuliah saya langsung bekerja, dan tinggal di kos. Otomatis sejak lulus SMP saya jarang ada di rumah. Hanya seminggu sekali saya pulang. Dan saat pulang adalah hari “rumpi nasional” buat saya. Sebab saat itu saya bisa berbagi cerita bersama ibu. Mulai dari pindah kerja, putus pacaran, sampai pacar saya saat ini dua. Makanya walaupun jarang pulang, saya tetap dekat dengan ibu, termasuk kakak dan adik saya. 
 
Suatu hari saya bertemu dengan sebuah keluarga. Keluarga itu terlihat harmonis. Bapak dan ibu tampak mesra. Say I Love you saat di telfon, cipika-cipiki saat si bapak pergi, sering bepergian bersama. Saya berfikir, bahagianya keluarga ini. Sayang bapak ibuku tidak seperti itu. 
 
Sampai suatu hari, setelah beberapa lama berinteraksi dengan keluarga tersebut, saya baru tahu, mungkin bapak ibunya memang terlihat  romantis. Tapi bagaimana dengan anak-anaknya? Ada yang beberapa kali pindah kuliah sampai akhirnya DO dan hidup di jalanan.  
 
Ada yang tidak menyelesaikan sekolahnya, ada pula yang pada awalnya dibanggakan karena bisa masuk universitas negeri  favorit, ternyata kemudian diketahui bahwa ada perbuatannya yang sangat memalukan hingga merasa perlu dirahasiakan dari keluarga yang lain. Semakin saya banyak tahu tentang keluarga itu, semakin membuat saya pusing. Saya heran. Dari keluarga yang “baik-baik saja,” berpendidikan dan ekonomi yang bercukupan. Apanya yang salah.  
 
Banyak pasangan menikah, meskipun katanya sudah tidak akur lagi…. “Tidak ada kecocokan lagi” kalau kata para selebritis, tapi mereka tetap terus mempertahankan pernikahannya… katanya demi anak….  Kalau saya kok nggak gitu ya…. 
 
Kalau kita sudah tidak bisa sejalan dengan pasangan kita, kalau kita paksakan untuk tetap terus bersama, maka yang akan terjadi adalah saling menyakiti hati satu sama lain, bukan hanya pasangan yang merasa tersiksa, anak-anak pun akan merasakan dampaknya, walaupun mungkin mereka tidak bicara. Kalau memang sudah tidak bisa bersama, untuk apa terus memaksakan diri untuk tetap bersama.
 
Kalau menurut saya, bukan masalah pasangan bercerai atau tidak, mungkin lebih kepada gaiaimana orangtua membekali anak-anaknya, dan bagaimana anak membentengi diri sendiri dan bukan mencari alasan yang sia-sia.
 
Saya merasa bangga dengan keadaan saya saat ini. Walaupun kata orang saya berasal dari keluarga yang “Broken Home” toh saya dan saudara-saudara saya masih berada “di jalan yang benar.” Saya bangga dengan ibu saya (yang tidak berpendidikan) yang telah mendidik saya menjadi orang yang “kuat.” Dan saya juga berterimakasih kepada bapak saya, walaupun telah mentelantarkan kami, tapi dari bapaklah kami dipaksa untuk berjuang. 
 
Dari sini saya banyak mengambil pelajaran. Bukan tentang kamu berasal dari mana, bagaimana keluargamu. Tetapi tentang bagaimana kamu menghadapinya. Jangan mencari alasan untuk menyalahkan orang tuamu.  Dan jangan pula merasa bersalah atas keputusan mereka. Tapi carilah alasan untukmu berjuang.
So.... Broken Home?! So What Gitu Lho!!!  
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Friday, April 1, 2011

Hypnobirthing Terapi Sendiri untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan


hamil,cara mengurangi sakit saat melahirkan,terapi ibu melahirkan,Melahirkan,melahirkan tanpa rasa sakit,terapi mandiri,terapi ibu hamil,kehamilan,hypnobirthing,lahiran,
Yua

Mengandung... Melahirkan... memiliki anak adalah suatu kebanggaan bagi kaum wanita. Tapi rasa sakit saat melahirkan? Wha.... Nggak ku..ku...

Pada saat melahirkan anak pertama, flek keluar jam 4 pagi. Jam 8 malam masuk kamar bersalin. (Suami nggak ikut masuk, mungkin takut atau nggak tega kali ya... juga dilarang masuk sama bidannya).  Pada saat proses melahirkan tersebut, seperti pada umumnya wanita melahirkan, aku merasakan sakit yang teramat sangat, sampai-sampai menjerit-jerit histeris di kamar bersalin... Ya Allah... Ya Allah.... terus saja aku jeritkan pada saat konstraksi melilit. Untunglah (kata orang2) proses melahirkan anakku itu terbilang cepat dan lancar. Jam 23.15 lahirlah putri cantik pertamaku. (Tapi... kadang-kadang tetap saja aku merasa malu kalau ingat hal itu...). 

Berbekal pengalaman pertama itu, pada saat hamil anak ke dua, aku mulai rajin mencari-cari info soal mengurangi sakit pada saat melahirkan. Akhirnya aku menemukan artikel Hypnobirthing. 

Hypnobirthing adalah suatu bentuk terapi alternatif yang secara holistik membantu ibu untuk rileks, tenang dan tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya. Dilakukan dengan menanamkan sugesti ke otak mengenai hal-hal positif saat proses persalinan. Misalnya bahwa proses melahirkan itu adalah hal yang sangat alami yang dialami oleh wanita, proses melahirkan itu tidak menyakitkan, jutaan wanita di seluruh dunia bisa melewatinya... aku pasti juga bisa, dll. 

Anda mungkin berfikir bahwa hal itu hanya bisa dilakukan jika kita berada di kelas-kelas dibantu para terapis. Bagaimana jika kita terbentur masalah waktu, jauhnya tenaga terapis, atau mungkin biaya? Saya melakukannya sendiri dirumah, di tempat kerja, di mana saja saya berada setiap saat setiap waktu. 

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:
  • Menanamkan sugesti positif
Tanamkan pada otak dan pikiran kita bahwa mengandung, melahirkan, dan memiliki anak adalah hal yang sangat membanggakan. Proses melahirkan itu adalah hal yang sangat alami yang dialami oleh wanita, proses melahirkan itu tidak menyakitkan, jutaan wanita di seluruh dunia bisa melewatinya... aku pasti juga bisa.
  • Melatih pernafasan
Sering-seringlah berlatih mengatur pernafasan. Tenangkan pikiran, tarik nafas dalam, hembuskan perlahan-lahan. Hal ini juga bisa dilakukan pada saat anda mengalami konstraksi.
  • Mendengarkan Musik 
Mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan, misalnya musik klasik, atau musik lain yang anda sukai yang membuat anda merasa senang dan nyaman.
  •  Berdoa
Tentu ini adalah yang terpenting. Berdoa kepada Allah agar kita diberi kekuatan, kelancaran, kemudahan dan kesehatan saat melahirkan nanti.


Hal-hal tersebut terus aku praktekkan selama aku hamil. 

Pada saat itu HPL masih kurang 2 minggu lagi, cuti hamilku pun masih minggu depan. Pulang kerja aku tetap beraktifitas seperti biasa. Tiba-tiba jam 8 malam aku mulai merasakan konstraksi. Suamiku  mengajak aku untuk segera ke bidan, tapi aku masih tenang-tenang saja di rumah, aku pikir aku baru akan melahirkan paling tidak besok siang, pengalaman rentang waktu melahirkan pada anak pertama. Pada saat terasa konstraksi, aku hanya mengatur nafas, tarik nafas dalam, hembuskan, sambil terus mencamkan di otakku, ini tidak sakit. Alhasil, rasa sakit jauh berkurang, suami dan anakku tetap bisa tidur nyenyak. 

Jam 12 malam, pada saat kami semua terlelap, tiba-tiba pecah ketuban, aku langsung membangunkan suami, memintanya membangunkan ibuku untuk menemaniku dan memintanya memanggilkan bidan untuk datang ke rumah, karena kalau aku yang ke sana rasanya sudah tidak mungkin. Hujan gerimis tengah malam suamiku mendatangi bidan langganan yang tak jauh dari rumah. Bidan nggak bisa datang dengan alasan tidak ada peralatan (hah... mengherankan ya... atau mungkin takut dijemput laki-laki tengah malem saat gerimis... hiii...). Klinik tutup, pun demikian halnya puskesmas yang letaknya berdekatan semua. Akhirnya suami pulang ke rumah dengan tangan kosong. Sampai di pintu kamar, kepala bayi sudah nongol, suami dan ibuku “nampani” bayi (apa ya Bahasa Indonesia-nya yang tepat). Jadilah jam 00.15 WIB bayiku lahir. Langsung diselimuti suamiku sampil menunggu dokter yang dijemput mertua datang. Aku terus saja berucap alhamdulillah, bayiku lahir dengan cepat, lancar dan selamat, sedangkan aku sendiri dalam keadaan sadar penuh dan tetap tenang. Sampai-sampai aku terheran-heran sendiri, begitu cepat dan mudahnya proses ini, mungkin cuma 5 kali aku mengejan, bayi lahir. Seperti mimpi saja. Melahirkan di rumah, tanpa bidan, hanya dibantu suami dan ibu... dan alhamdulillah semua lancar..... Jam 01.00 Dokter yang dibawa mertuaku baru datang (dan ternyata bukan dokter kandungan... tapi dokter umum yang canggung menghadapi ibu-ibu melahirkan... whalah...).
 
Baca juga : Rahasia awet muda

OK moms.... mungkin itu saja yang bisa aku bagi. Tapi aku berharap tulisan kecil ini akan banyak membantu ibu-ibu dalam menghadapi persalinan. Oh ya... selama hamil aku tetap beraktifitas seperti biasa. Kerja di kantor, nyuci baju, berkebun, bersih-bersih rumah, sampai ngangkutin batu sisa gempa. Kata dokter, aktifitas juga bisa memperlancar proses melahirkan. Jadi jangan pakai alasan hamil untuk bermalas-malasan ya... ya asal hati-hati saja. Aku juga tetap bisa makan apa saja seperti biasa. Ada yang bawain peuyem (gimana tulisan yang benar ya?) aku ikut makan, musim durian, makan juga... Nggak ada pantangan, asal tidak berlebihan saja... Ok moms... Sukses ya....

Sekarang yang terus aku ucapkan adalah... BANGGANYA JADI SEORANG IBU....

hamil,cara mengurangi sakit saat melahirkan,terapi ibu melahirkan,Melahirkan,melahirkan tanpa rasa sakit,terapi mandiri,terapi ibu hamil,kehamilan,hypnobirthing,lahiran,
Ran Ka & Yua

Wednesday, March 30, 2011

PANTAI NGRENEHAN YOGYAKARTA


plesir,Pantai di Yogyakarta,pantai,Yogyakarta,pantai ngrenehan,pesisir,Wisata Alam,Wisata Jogja,Wisata Pantai,ngrenehan,Wisata,
Eksotisme Gunung Kidul





Pantai Ngrenehan merupakan salah satu dari puluhan deretan pantai selatan Yogyakarta. Berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia. Terletak kurang lebih 30Km dari kota Wonosari atau 60Km dari kota Yogyakarta ke arah Tenggara, kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota Jogja. 

Jalan menuju pantai Ngrenehan sudah bagus berupa jalan beraspal yang mulus. Untuk sampai ke sana kita bisa menggunakan kendaraan pribadi, atau bila menggunakan kendaraan umum hanya bisa sanpai Trowono, dari sana kita bisa naik ojek karena tidak ada trayek yang menuju ke sana. Untuk tiket masuknya, kita cukup membayar Rp. 3000,- 

Pantai Ngrenehan merupakan pantai yang terbentuk dari sebuah teluk. Pantai ini menyajikan pemandangan yang sangat bagus, berpasir putih dengan bagian tepi airnya berwarna hijau dan semakin jauh semakin biru. Bagian kiri kanan pantai berupa bukit dan karang-karang yang terjal. Jika ingin menikmati keindahan pantai secara berkeseluruhan, anda bisa naik ke atas bukit dengan melalui anak tangga yang ada. Maka anda akan mendapati hamparan pantai dengan pasir putih dan perahu-perahu nelayan yang sangat indah.


plesir,Pantai di Yogyakarta,pantai,Yogyakarta,pantai ngrenehan,pesisir,Wisata Alam,Wisata Jogja,Wisata Pantai,ngrenehan,Wisata,
Pantai dengan deretan perahu nelayan





Di sana kita juga bisa menemui kapal-kapal nelayan. Pantai Ngrenehan merupakan salah satu pemasok ikan yang biasa dikirim ke kota atau bahkan ke pantai yang lain yang hasil tangkapan ikannya kurang. Kita juga bisa melihat aktifitas para nelayan, misalnya memperbaiki perahu, merakit jaring atau menimbang hasil tangkapan. Bagi yang hobi memancing, tempat ini bisa anda jadikan tujuan anda selanjutnya. 

Selain wisata laut, kita juga bisa menikmati wisata kulinernya. Di sana ada beberapa warung yang menyediakan jasa memasak ikan. Kita bisa memesan masakan ikan yang bisa langsung kita pilih sendiri dari nelayan.  Jika anda datang dengan rombongan, di sana juga disediakan pendopo yang bisa dipakai untuk sekitar 50 orang.  Mushola dan kamar mandi juga ada. Hanya saja di sana belum ada listrik dan penginapan, jadi anda hanya bisa datang pada siang hari saja.

Pada hari-hari tertentu di Pantai Ngrenehan diadakan acara ritual. Misalnya Kliwonan, yaitu acara larung sesaji yang diadakan pada setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Acara ini dilakukan dengan melarung sesaji berupa makanan, bunga dan buah-buahan ke laut sebagai persembahan kepada Penguasa Laut Selatan. Setiap tanggal 1 Suro juga diadakan acara labuhan. Dalam acara ini biasanya juga diadakan pagelaran wayang semalam suntuk dan Campursari.  

Pantai ini memang belum sepopuler Parangtritis atau pantai Depok, jadi pengunjungnya juga masih relatif sedikit. Jika anda menyukai suasana yang lebih tenang, pantai ini bisa dijadikan tempat tujuan anda. Sedikit yang disayangkan adalah keadaan pantai ini yang agak kotor dan kurang terawat. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah setempat. Mengingat Pantai Ngrenehan adalah salah satu aset yang sangat berharga, yang bila dikelola dengan baik pasti tidak akan kalah dengan pantai yang lainnya. 


plesir,Pantai di Yogyakarta,pantai,Yogyakarta,pantai ngrenehan,pesisir,Wisata Alam,Wisata Jogja,Wisata Pantai,ngrenehan,Wisata,
Me and my little girl




Wednesday, March 23, 2011

How To Make Vegetables Always Fresh


How To Make Your Vegetable Always Fresh
When you save your vegetable in refrigerator, sometime your vegetable is not fresh for any longer, maybe they will wilt or putrid, even thought you just save them for a while.  There are some ways to make your vegetable always fresh for many days.
        Wash your vegetable.
        Cut the vegetable become a small part.
        Put the vegetable in to the container with cover. If you don’t have any container with cover, you can save your vegetable in to the plastic, give a few air and then bunch the plastic.
        Save your vegetable in to the refrigerator. Your vegetable will always fresh for more days and ready to cook whenever you want.
The key is cut the vegetable become a small part and put it to the closed container.


How to Make Your Ordinary Kitchen Become a Beautiful Kitchen

May be you bored with your kitchen. May be you always clean and clear it up every day, but it looks like ordinary kitchen.  With a simple and cheap way, you can change appearance of your kitchen for a minute.
How can you make it. Put the plant in the kitchen. Chose the simple indoor plant that easy to take care it.  For example sansivera.  You can put a small pot on the table, kitchen or if it bigger you can put it in the corner of the room.  If you worry about the treatment, you can change it with artificial plant or flower.  Now you have a beautiful kitchen without spend much money.
The key is, put the plant in the room.  A little touch make a big change.  

Anda mungkin bosan dengan penampilan dapur anda. Anda mungkin selalu membersihkan dan merapikan dapur anda setiap hari, tapi semua terlihat biasa-biasa saja. Dengan cara simple dan murah, anda dapat merubah penampilan dapur anda dengan sekejap. Caranya yaitu dengan menempatkan pot tanaman di dalam ruangan. Pilih tanaman indoor yang simple dan mudah perawatannya, misalnya sansivera.  Anda bisa meletakkan pot kecil di meja dapur, di rak, atau jika agak besar bisa anda letakkan di sudut ruangan. Jika anda khawatir tentang perawatannya, anda bisa menggantinya dengan tanaman artificial atau bunga plastic.
Kuncinya adalah, dengan menempatkan tanaman di dalam ruangan, ruangan akan tampat lebih segar.


How to take care your child when they get fever.
Fever is sign if body raced againts infection. Many parent fear for this. But more important is how to make child comfort.

1.       Give them more drinking.  Water will avoid them from dehidration. For example fresh water, milk, or fruit with more water, like water melon.
2.       Give them a thin clothes. Blanket, jacket or sweater just make they more higher.
3.       Be carefull to give medicine for your child. Medicine for fever with cough or cold or just fever have different usage. 
4.       Give them acetaminophen or ibuprofen with the right dosis by their weight.
5.       If your child ever had stiff, ask your doctor for the right medicine. The wrong madicine just can make it worst.
6.       Keep their foot warm.  Dont let it cold. The big different temperature, can make your child get stiff.   
7.       Dont wake them up to give a medicine. Wait until they wake up.



How to pour water over the plant effectively
1.       If you have hanging plant, you may be have many dificult to pour water over the hanging plant effectively. Water will drop and wetted all over the floor. To cope with, put some ice block in to the pot.  Ice block will molten slowly and not drop over the floor.
2.       Use water from stew of egg or vegetable to pour the plant. You can use water from aquarium too.  They have many minerals that good for plant.  
3.       Waste from coffe or tea is a good replacement fertilizer. Put it in to the pot.