Total Pageviews

Wednesday, August 11, 2021

Ngidam… Antara Mitos Atau Fakta


 

hamil,bayi,ngidam,Jawa,kesehatan ibu dan bayi,asah asuh,Budaya,parenting,

Seorang teman suami bertanya kepada saya, “Istri saya kayaknya hamil mbak…. apa benar kalau lagi hamil, terus ngidam, semua permintaannya harus dipenuhi biar bayinya besok tidak “ngeces” (berliur)?

 

Ngidam, nyidam… suatu perasaan yang mengidamkan/menginginkan sesuatu (biasanya buah, makanan) dengan teramat sangat pada saat hamil. Kebanyakan orang percaya bahwa pada saat wanita hamil ngidam sesuatu, menginginkan sesuatu maka harus dituruti, tidak peduli bagaimana susahnya mendapat barang tersebut, mungkin karena jauh letak keberadaannya, sedang tidak musim, sehingga jarang di dapat, atau karena harganya yang mahal. Kadang-kadang si bumil menginginkan sesuatu yang aneh-aneh dan tidak bisa dibeli, misalnya ingin buah yang ada di kebun tetangga, dia bisa saja beli, tapi dia pengennya yang ada di kebun tetangga itu. Tengah malem pengen makan jajan pasar, jadilah malem-malem si suami keluar rumah, cari mana yang jual jajan pasar. Pengen mengelus kepala artis…?!! ada??? adalah…. Ada-ada saja pengennya si bumil ini, dan sesusah-susahnya didapat,  harus dituruti agar si bayi nantinya tidak ngeces….katanya….

 

Saya hamil empat kali mas, kayaknya setiap kali hamil ya biasa saja… saya nggak pernah beranggapan kalau saya sedang ngidam sesuatu.

 

Menurut saya pribadi…sama saja orang yang sedang hamil dan yang sedang tidak hamil dalam menginginkan sesuatu. Suatu saat orang yang tidak hamil pun, laki-laki, perempuan, anak, dewasa, ada kalanya kita tiba-tiba pengen makan sesuatu, misalnya pengen makan gudeg Wijilan. Jika bukan orang hamil, maka kita akan menanggapinya dengan biasa saja. Beli kalau memang bisa beli, kalau tidak bisa ya mungkin lain kali, nggak masalah. Jadi jangankan ibu hamil, kita saja yang tidak hamil, yang tidak pernah hamil, kadang-kadang tiba-tiba menginginkan sesuatu kok…toh tidak bisa mendapatkannya juga nggak papa….

 Baca juga : Rahasia awet muda

Lalu apa bedanya dengan ngidamnya ibu hamil. Ibu hamil mengalami ngidam biasanya pada masa awal kehamilan, hamil pada trimester pertama, mungkin trimester ke dua masih terjadi, tapi sudah tidak akan lagi dirasakan pada trimester ke tiga. Pada masa awal hamil ini hormon kehamilan ibu hamil sedang bekerja, hormon kehamilan akan mempersiapkan di dalam tubuh apa saja yang dibutuhkan, fisik ibu hamil biasanya akan merasa tidak nyaman, mual-mual, pegal-pegal, mudah capek, badan lemah dll.

Setiap ibu hamil akan mengalami fase yang kadar “parahnya” berbeda-beda. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada ibu hamil yang meskipun badannya merasa tidak nyaman, tapi masih bisa beraktifitas seperti biasa. Ada juga yang mengalami gejala parah, mual muntah tak henti-henti, badan lemas dll sehingga tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya.

Pada masa-masa seperti inilah si ibu hamil perlu mendapat dukungan dari suami dan keluarga.

 

JIka si ibu hamil menginginkan sesuatu, maka dia akan merasakannya dengan “lebih ingin” sebagai kompensasi atas ketidaknyamanan fisiknya. Kenapa ibu-ibu hamil ingin makan yang rujak, makan yang seger-seger, karena perutnya mual, eneg sebagai bagian dari proses awal hamil. Tubuh mengirimkan sinyal ingin makanan yang bisa jadi penawar rasa eneg tersebut. Jadilah wanita yang menginginkan rujak sebagai pertanda dia hamil muda…. tidak hanya makanan yang segar-segar saja, terkadang ibu hamil juga menginginkan makanan yang asin, manis atau pun pedas. Hal itu bisa terjadi karena mungkin tubuh mengalami kekurangan nutrisi yang ada pada makanan tersebut dan kemudian mengirim sinyalnya sebagai tanda ngidam. Hal ini tidak hanya terjadi pada ibu hamil, orang biasa juga terkadang merasa ingin makan sesuatu, itu juga adalah sinyal bahwa tubuh kita kekurangan nutrisi yang ada pada makanan tersebut.

 

Apakah harus dituruti??? Berikan saja saja kalau memang yang diinginkan tersebut baik dan bisa kita berikan. Kenapa?? Si ibu hamil sedang mengalami masa-masa yang membuat tubuhnya tidak nyaman. Hal itu merupakan bagian dari pengorbanan ibu yang harus dilalui untuk calon buah hatinya, untuk suaminya. Jadi apa salahnya jika pada masa ini suami memanjakan istri, memberi perhatian lebih untuk istrinya. Si ibu hamil sudah bersusah payah menjalani hari-harinya, sudah selayaknya juga suami memanjakan ibu hamil agar hatinya menjadi senang sehingga bisa melalui masa-masa sulit dengan lebih nyaman. Tindakan suami dalam memberikan apa yang ibu hamil inginkan merupakan bentuk dukungan yang sangat berharga untuk ibu hamil.

 

Selama makanan itu baik dalam arti dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, tidak ada salahnya diberikan. Hanya saja ibu hamil juga harus sadar untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang diinginkannnya tersebut, karena pada dasarnya semua yang berlebihan itu tidak baik. Bisa jadi makanan yang berlebihan justru bisa menjadi racun untuk si jabang bayi.

 

Ada seorang teman suami yang istrinya ngidam minuman bersoda, dibelikan sampai satu krat. Akhirnya si bayi lahir mengalami masalah kesehatan karena terlalu banyak soda yang dikonsumsi ibunya.

 

Kalau tidak dituruti nanti bayinya ngeces...!!! Bayi ngeces bukan karena keinginan ibunya tidak dituruti waktu hamil dulu. Bayi ngeces karena syaraf bayi yang belum bekerja dengan sempurna. Ada bayi yang ngeces, beleken (mengeluarkan kotoran di mata dengan berlebih), pergerakan bola mata yang tidak sinkron dan yang lainnya. Itu masalah syaraf. Seiring dengan berjalannya waktu, sistem syaraf pada bayi akan berjalan normal seperti biasa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

 

Pada intinya, bukan masalah ngidam harus dituruti agar bayi tidak ngeces, tapi perhatian dan dukungan suami agar si ibu hamil bisa menjalani masa-masa sulit selama kehamilan dengan lebih nyaman.

 

Memperhatikan kebutuhan gizi ibu hamil, memberikan waktu istirahat yang cukup dan dukungan dari suami dan keluarga akan sangat membantu untuk kesejahteraan jasmani dan rohani ibu hamil.    

 

 

 

Monday, June 28, 2021

Seserahan Pernikahan, Arti dan Tradisi

 
Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,

 

Setiap daerah tentunya mempunyai adat dan kebiasaan tersendiri dalam melangsungkan upacara pernikahan. Ada yang menggunakan tata cara modern, tradisional atau bahkan menggabungkan antara keduanya. Dalam upacara tradisional pun bila masing-masing calon mempelai berasal dari daerah yang berbeda, kadang-kadang mereka akan menggabungkan kedua budaya daerah mereka menjadi satu, atau bahkan memakai kedua adat secara bergantian.

 

Menurut tradisi Jawa yang penuh filosofi, ada urutan-urutan yang harus dijalani pasangan calon pengantin dan keluarga dalam pelaksanaan prosesi pernikahan, yaitu : 1. Nontoni (melihat), 2. Petung (perhitungan), 3. Nakokke/nembung/nglamar (lamaran) dilanjutkan paningsetan (ikatan/tunangan), 4. Pasang tarub, 5. Srah-srahan (seserahan), 6. Siraman, 7. Midodareni (malam sebelum akad nikah), 8. Ijab Kabul (akad, prosesi dan resepsi), 9. Tilik Besan (ngunduh mantu), 10. Sepasaran/tilikan (sepasar=lima hari, kedua mempelai berkunjung ke sanak saudara yang lebih tua), 11. Selapanan (selapan=35 hari, mempelai pria memboyong istrinya dari rumah orangtua ke rumah sendiri).

 

Di sini saya hanya akan membicarakan tentang salah satu bagian dari upacara pernikahan, yaitu seserahan, menurut tradisi Jawa.

 

Menurut tradisi, calon mempelai pria biasanya membawakan barang-barang untuk mempelai wanita. Barang-barang itu biasa disebut seserahan. Berbeda dengan mahar ya… mahar adalah salah satu syarat untuk menikah, masuk ke dalam syarat sahnya nikah, dicatat di buku nikah ya…. Paningset berupa sepasang cincin sebagai tanda pengikat antara kedua mempelai, bisa diberikan pada saat lamaran. Pasok tukon adalah uang tunai yang diberikan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai penunjang biaya pernikahan, sedangkan seserahan adalah pemberian dari pihak laki-laki kepada kepada calon mempelai wanita berupa barang-barang kebutuhan pribadi wanita sebagai hadiah sekaligus simbol bahwa calon mempelai pria sudah mampu memberikan nafkah kepada calon mempelai wanita, juga sebagai ungkapan rasa syukur, doa dan harapan kepada calon mempelai berdua dalam menjalani kehidupan yang baru.

 

Baca juga : Kirab Siwur 1 Suro, Imogiri

 

Paningset, pasok tukon dan seserahan bisa diberikan pada saat acara lamaran sekaligus pada malam hari sebelum akad, biasanya juga disertai pengajian. Bisa juga seserahan dan mahar dibawa pada saat ijab kabul atau resepsi.

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,
Mahar

 

Seserahan itu sendiri ada beberapa macam barang yang masing-masing barang mempunyai arti.

 

Adapun macam dan arti dari seserahan dalam tradisi Jawa yaitu:

 

1. Suruh ayu dan pisang ayu

Suruh ayu terdiri dari buah jambe dan kapur sirih (Buah jambe atau buah pinang yang pohonnya biasa untuk lomba panjat pinang itu lho…). Kapur sirih dan jambe sebagai lambang supaya pernikahan bisa langgeng, bertahan lama. Pisang ayu yaitu pisang raja, menjadi lambang kesuburan, diharapkan kedua mempelai menjadi pasangan yang subur yang bisa mendapatkan banyak keturunan yang baik. Suruh ayu dan pisang ayu juga sebagai simbol setyo rahayu, harapan dan doa atas keselamatan kedua mempelai dalam menempuh hidup baru.

 

2. Jeruk Gulung (jeruk bali)

Jeruk gulung sebagai simbol dari tekat bulat, tekat bulat dari kedua mempelai bahwa mereka akan mengarungi hidup berumah tangga bersama.

 

3. Cengkir gading (kelapa muda, kelapa gading)

Cengkir, kencenging pikir. Pikiran yang mantap dari kedua mempelai dalam memulai hidup baru.

 

4. Tebu wulung (pohon tebu yang berwarna hitam)

Tebu, antebing kalbu, kemantapan hati kedua mempelai untuk bersama-sama berumah tangga.

 

5. Jarik, kain batik.

Kain batik melambangkan cita-cita luhur. Kain batik sidomukti melambangkan tercapainya hidup senang. Kain batik sidomulyo melambangkan tercapainya hidup dihormati. Kain truntum sebagai lambang sandang.

 

6. Kain Stagen putih.

Kain stagen adalah kain panjang, lebarnya kira-kira hanya satu jengkal, dengan panjang bisa mulai dari 3 meter atau lebih panjang lagi. Kain stagen dipakai sebagai sabuk (ikat pinggang) yang dipakai di atas kain jarik pada saat memakai pakaian adat jawa. Kain stagen sebagai simbol kekuatan tekat dan niat pasangan suami istri dalam mengarungi kehidupan rumah tangga nantinya, agar tidak mudah goyah dalam menghadapi cobaan dan rintangan dalam rumah tangga.

 

7. Seikat padi, lambang pangan. Agar kehidupan mempelai nanti tercukupi kebutuhan pangannya.

 

8. Bunga

Bunga yang dipakai di sini bukan sembarang bunga, bunga yang dipakai adalah bunga kenanga dan melati. Bunga ditempatkan dalam wadah dalam jumlah ganjil. Bunga yang wangi melambangkan bahwa calon mempelai akan menjalani kehidupan pernikahan yang indah dan bahagia.

 

9. Jajan Pasar.

Jajan pasar adalah jajanan makanan tradisional yang biasanya terbuat dari beras ketan yang sifatnya lengket, misalnya jadah, wajik dan madu mongso. Jadah rasanya gurih dan wajik rasanya manis. Ini sebagai simbol dan harapan agar kehidupan rumah tangga mereka nantinya akan senantiasa lengket, selalu bersama mengarungi rumah tangga dengan rasa yang gurih dan manis.

 

10. Buah-buahan

Berbagai macam buah-buahan yang menyimbolkan harapan agar kehidupan cinta kasih suami istri yang selalu segar dan manis, dan juga membawa manfaat untuk orang-orang di sekitarnya.

 

11. Hasil Bumi dan ternak

Hasil bumi biasanya berupa beras, sayur-sayuran, kelapa, umbi-umbian dan ternak (bisa sepasang ayam) sebagai simbol kemakmuran. Diharapkan kehidupan rumah tangga mereka nanti selalu dilimpahi dengan kemakmuran.

Baca juga :  contoh-berbagai-macam-seserahanhantaran

12. Perhiasan

Biasanya perhiasan yang diberikan terbuat dari emas atau permata. Emas dan permata adalah material yang berkilau, kuat, tahan lama, tidak mudah pudar dimakan waktu. Dengan adanya perhiasan emas atau permata, diharapkan mempelai wanita bisa bersinar dan berkilau sepanjang hidupnya. Memberi arti bagi kehidupan berumah tangga kelak.

 

Barang-barang di atas adalah seserahan yang biasa di berikan kepada mempelai wanita sesuai dengan adat Jawa pada jaman dahulu.

 

Seiring dengan perkembangan jaman, dengan alasan kepraktisan serta manfaat, saat ini ada beberapa macam dari seserahan tersebut (kain stagen, suruh ayu, bunga, jajan pasar, atau hasil bumi dan yang lainnya) yang tidak disertakan dalam prosesi seserahan.

 

Saat ini barang-barang yang diberikan lebih mengutamakan fungsi, manfaat dan kepraktisan.

 

 Baca juga : Rahasia awet muda

 

Barang-barang tersebut di antaranya :

 

1. Seperangkat alat sholat (alat ibadah)

Seperangkat alat sholat biasanya dijadikan sebagai mahar, bisa juga dimasukkan ke dalam bagian seserahan. Seperangkat alat sholat mengandung arti sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Diharapkan mempelai pria kelak akan menjadi imam yang akan memimpin mempelai wanita untuk bisa sama-sama beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan, menjadikan agama sebagai tumpuan dalam menjalani bahtera perkawinan.

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,
Seperangkat alat sholat, bisa untuk mahar, bisa juga untuk seserahan

2. Perhiasan

Makna dari perhiasan sama dengan yang di atas, sebagai lambang harapan bersinarnya mempelai wanita. Perhiasan selain untuk seserahan, sering juga dipakai sebagai mahar.

 

3. Pakaian

Di masyarakat Jawa pada jaman dahulu pakaian yang diberikan berupa kebaya dan kain jarik. Pada saat ini pakaian bisa menyesuaikan dengan keinginan mempelai. Bisa baju, gamis, atau pakaian dalam. Pakaian memiliki simbol bahwa diharapkan mempelai wanita kelak bisa menutup kekurangan-kekurangan dari diri sendiri dan pasangan, bisa menjaga agar rahasia rumah tangga dapat disimpan dengan baik, agar rumah tangga tetap tenteram dan damai. 

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,

 

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,

4. Peralatan Mandi

Diharapkan setelah menikah nanti mempelai wanita bisa menjaga kebersihan diri dan keluarga agar tercipta keluarga yang sehat sejahtera.

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,

 

5. Peralatan kosmetik.

Peralatan kosmetik merupakan simbol pria bersedia bertanggung jawab untuk bisa memenuhi kebutuhan berdandan istri. Agar mempelai wanita bisa menjaga penampilan untuk selalu indah dipandang suami.

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,

 

6. Alas Kaki

Alas kaki biasanya berupa sepatu. Alas kaki merupakan simbol agar pasangan bisa berjalan bersama beriringan, bisa menjalani kehidupan bersama dengan mantap.

 

7. Tas

Sebagai simbol bahwa suami mampu menafkahi istri, mampu memenuhi kebutuhan istri.

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,
Sepatu dan tas biasanya dijadikan satu wadah

Selain dari barang-barang tersebut di atas, daftar barang bisa disesuaikan dengan kemampuan pihak mempelai pria. Bisa juga disesuaikan dengan keinginan mempelai wanita agar barang-barang tersebut bisa benar-benar dimanfaatkan dan digunakan. Macam dan jumlahnya bisa sesuai dengan kesepakatan bersama. Biasanya seserahan tersebut berjumlah ganjil. 

 

Jawa,pernikahan,resepsi,pernikahan tradisional,Budaya,mahar,seserahan,seserahan nikah,
Sprei dan selimut sebagai pilihan tambahan

 

 

Demikian berbagai macam isi seserahan dengan berbagai macam arti dan maknanya. Semoga bisa menambah wawasan kita ya…

 

BTW… saya juga menerima jasa pembuatan hantaran pernikahan lho… Suami yang membuat dekorasi pernikahannya. Biasanya kami membuat dekorasi pernikahan bertema natural, etnik, outdoor garden party.  

 

Baca juga Kembar Mayang

Baca juga : Contoh seserahan/hantaran part 1

 

==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik