Total Pageviews

Monday, August 1, 2011

Bagaimana Cara Mendapatkan Suami Yang Kaya Raya?



Sofia, seorang wanita dan berpenampilan trendi. Dia ingin sekali mempunyai suami yang mapan, tampan dan kaya raya. Dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. Mempercantik penampilannya, mengikuti kursus kecantikan, datang di klub-klub orang kaya, mencari teman orang-orang kaya dan sebagainya. Suatu hari dia menulis surat di forum umum. Isinya adalah sebagai berikut :

“ Saya ingin mencari suami yang mapan, tampan dan kaya raya. Umur saya 22th. Saya seorang wanita yang cantik, seksi dengan penampilan yang yang trendi dan sangat menarik.  Saya yakin setiap lelaki yang melihat saya akan tertarik dengan saya. Tapi saya heran, kenapa setiap lelaki yang saya temui hanya sekejap menjalin hubungan dengan saya, saya juga sering melihat para lelaki kaya itu lebih memilih bersama wanita yang biasa-biasa saja, wajah yang biasa dan penampilan yang juga biasa saja. Keinginan saya sebenarnya hanya simpel saja. Saya ingin ada seseorang yang tampan dengan kehidupan yang mapan dan kaya raya yang mau hidup bersama saya. Adakah diantara kalian yang mau dengan saya?”

Dalam beberapa hari wanita itu mendapat banyak balasan. Tapi sebagian besar isinya hanya iseng saja, sampai dia mendapatkan balasan yang menarik perhatiannya. 

“Saya Daniel, saya seorang pialang saham, saya adalah pria yang mapan, penghasilan saya banyak, dan saya juga tampan. Saya pasti masuk sebagai pria dambaan anda. Saya merasa sedih untuk anda. Saya akan mengatakan apa yang diinginkan pria-pria seperti yang anda katakan itu. 

Di saat ini mungkin anda adalah seorang wanita yang cantik, seksi dan menarik. Semua lelaki akan tergila-gila melihat anda. Tapi bagaimana anda sepuluh atau duapuluh tahun mendatang. Saya akan menilai anda menurut sudut pandang pekerjaan saya. Di kantor saya, jika kami akan membeli saham, kami tentu akan mempertimbangkan kira-kira nilai sahamnya akan turun atau naik di masa yang akan datang. Di bidang saya ada istilah dilusi dan antidilusi. Dilusi adalah penurunan laba per saham, sedangkan antidilusi adalah kenaikan laba per saham. Di sini, jika anda di tempatkan sebagai saham, maka anda adalah termasuk dilusi. Jika kecantikan fisik yang anda ajukan sebagai standar nilai anda, pada saat ini anda cantik, seksi dan menarik, maka nilai anda tinggi. Tapi 20 tahun kemudian, ketika kulit anda sudah mulai keriput, rambut beruban, maka nilai anda akan turun drastis, maka dari itu anda bukanlah saham yang akan menarik bagi kami.

Baca juga : Rahasia awet muda

Pria-pria kaya pada umumnya juga cerdas, mereka tidak akan memilih pasangan yang hanya cantik di luarnya saja. Tapi juga wanita yang pandai diajak berdiskusi, berwawasan luas, dan smart. Tidak nyaman rasanya jika mereka mengajak pasangannya yang cantik ke sebuah acara, tapi si cantik itu hanya terlihat seperti boneka yang hanya bisa memamerkan kecantikkannya tanpa bisa berbaur dengan baik dengan para relasinya. Jadi menurut saya, jika anda ingin meningkatkan daya jual anda, anda bisa belajar mempercantik kepribadian anda, memperluas wawasan anda. Pria-pria kaya itu memilih menggandeng wanita-wanita yang menurut anda biasa saja, tapi sebenarnya mereka jauh lebih menarik dan lebih menguntungkan dari pada anda. Wajah yang cantik akan luntur dimakan waktu, sedangkan kepribadian yang cantik akan tetap bersinar sepanjang waktu.        
 
NB : Cerita ini saya tulis ulang, sumbernya saya lupa dari mana...
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 


Tuesday, June 28, 2011

Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto, Imogiri, Yogyakarta


Makam seniman dan Budayawan Giri Sapto atau masyarakat sekitar cukup menyebutnya dengan nama Makam Seniman adalah kompleks pemakaman yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan Indonesia. Makam seniman ini diprakarsai oleh Dr. (HC) RM. Sapto Hoedoyo FRSA (Felloe Royal School Art), seniman serba bisa yang berasal dari Solo. 

Makam ini berada di Bukit Gajah, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Indonesia, berdampingan dengan makam Raja-raja Mataram.  Terletak kurang lebih 20 Km ke arah Selatan kota Yogyakarta. Bila ingin ke sana lokasi makam ini sangat mudah dijangkau dan dicari. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, dari terminal Giwangan, Yogyakarta lurus saja ke Selatan tanpa belok-belok sampai mentok kantor kecamatan Imogiri. Dari kantor kecamatan Imogiri inilah anda baru belok ke kiri mengikuti jalan raya ke arah Timur sampai di terminal Imogiri, dari sini anda bisa belok ke kiri (ke Utara) naik ke bukit kurang lebih sejauh 250m. (Jika ke makam raja Mataram, dari terminal Imogiri lurus ke Timur, jaraknya kurang lebih juga 250m dari terminal Imogiri). Jika anda menggunakan kendaraan umum, dari terminal Giwangan anda bisa naik bis “Koperasi Abadi” jalur 5. Bis ini kadang-kadang hanya sampai pasar lama Imogiri jika tidak ada penumpang yang turun ke makam, jadi jangan lupa untuk memberi tahu kondektur atau sopir kalau anda akan ke makam seniman, maka nanti anda akan diturunkan ke terminal Imogiri. Dari sini anda bisa jalan kaki atau naik ojek ke arah makam. Di makam seniman kita bisa masuk ke sana gratis, tanpa harus membeli tiket masuk.   


Desain makam ini cukup unik, lebih menyerupai taman daripada makam. Sebelum masuk, di depannya merupakan pelataran, kemudian disusul beberapa anak tangga yang menuju pintu gerbang. Pintu gerbangnya berbentuk setengah lingkaran yang menjulang, kemudian ada beberapa cabang anak tangga yang menuju tempat yang berbeda. Salah satunya menuju pendopo “Bangsal Asih” yang juga dipakai sebagai makam Sapto Hoedojo. Tangga ke atas menuju puncak bukit yang di kiri kanannya adalah makam-makam para seniman. Di ujung tangga merupakan puncak bukit tersebut. Dari sana kita bisa melihat wilayah Imogiri dari Barat ke Selatan.

Baca juga : Kopi Panggang

Video Kopi Panggang https://youtu.be/zXRHUOPdWgE

Selain sebagai tempat ziarah, makam ini juga banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandangannya. Pada hari-hari libur, terutama hari Minggu pagi, banyak penduduk sekitar, terutama para remaja yang memanfaatkan tempat ini untuk jogging atau lari pagi. Di makam ini juga terdapat banyak tanaman jambu monyet yang ditanam penduduk yang menjadi daya tarik tambahan tempat ini. 

Areal pemakaman ini dilengkapi dengan fasilitas mushola, toilet, dan tempat parkir. Kalau ingin merasa lebih aman, ada juga tempat parkir di rumah penduduk jika kita ingin meninggalkan kendaraan kita untuk menuju ke areal atas. Di bawah (di sekitar terminal) kita bisa menikmati sajian khas Imogiri, misalnya wedang uwuh. Minuman ini terbuat dari campuran berbagai macam rempah yang bisa membuat badan kita hangat dan segar.
Makam Sapto Hoedojo di dalam pendopo “Bangsal Asih”

Seniman-seniman yang dimakamkan di tempat ini antara lain : Sapto Hoedojo, pendiri dan pemrakarsa tempat ini, H. Widayat (seniman seni lukis), KRT Sasmintadipura/Romo Sas (seniman tari), Kusbini (Komposer), L. Manik (komposer). Kirjomoeljo (sastrawan), KRT. Sasmitadipura dll.                                        

Monday, May 2, 2011

Left Hander



Ranka


“Is Ran left hander?” I heard that from mothers friends of Ran for many times. Most of them said that with worried and freak. I Got it

Ran Ka, my daughter, she use her left hand for many thing. Write, cut, eat, etc. For a lot of people, left hand is some kind of freakness, or may be physical defect. For me, it’s not a big deal. 

I heard, there are some clever kid, but because of something his achievement come down. After observation, in his school, his teacher force him to write with right hand. But actually he always got his left hand. The teacher get mad because is not good mannered and the kid feel stress because of force of teacher to change his usuality.

I wonder, theacher ( that should be smart and wise) should be know that every kid is special, he has his capability and uniquely by his self. If the kid is left handed, it’s his uniquely, and teacher should be not disturb him. No body knows why human most use the right hand. Most of people use his right hand, I think it’s because of general commonality. (Or may be left brain activation, may be the scientist know this more).  And especially for us, as east people, always said “use nice hand” add the reason to always use the right hand. 

Baca juga : Rahasia awet muda

After know that our daughter more use her left hand often, my husband and I think that it’s doesn’t really matter. When Ran start going to Play Group, we said to her teacher that she always use her left hand for her activities. I ask them to do not force her, exept for eat, may be can be remaind. Then, when she got her Kindergarten, I told her teacher too.

I’m not said that my daughter is left hander. She just five, and she is very active to explore her self. May be when she older, she will use her right hand or left hand more than other. For me, active with right hand or left hand, it’s doesnt matter. Its good that kid can use him two hand balanced. Its cool. Force kid to use one of their hand will make they stress, guilty, or feel bad.   

This is famous left hander people : 


Left hander or not... its not interference kid for their achievement... and the parent must know, achievement not only about number or school, achievement can be get everywhere they were and in many different kind. 
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Friday, April 29, 2011

CARA MENYIKAPI ANAK KIDAL

“Lho... kok pake tangan kiri, Ran kidal ya..” kata-kata itu sering aku dengar dari ibu-ibu teman main Ran. Kebanyakan dari mereka mengatakan hal itu dengan nada khawatir atau aneh. Aku sudah biasa mendengar hal itu. 


Ran Ka, anakku, memang lebih sering menggunakan tangan kirinya dalam melakukan banyak hal, menulis, menggunting, memotong, makan dll. Bagi sebagian orang, kidal merupakan suatu bentuk keanehan, atau mungkin ada yang menganggapnya sebagai suatu bentuk kecacatan. Untuk aku "it's not a big deal."

Aku pernah mendengar, ada seorang anak yang sebenarnya berprestasi, tapi karena suatu dan lain hal prestasinya mendadak turun, setelah diselidiki ternyata di sekolah, gurunya memaksanya untuk menulis menggunakan tangan kanan, padahal biasanya dia menggunakan tangan kiri. Si Guru marah karena menganggapnya tidak sopan, sedangkan si anak merasa stress karena dipaksa sang guru merubah kebiasaan dan kebisaannya. 

Baca juga : Rahasia awet muda

Dari sini aku mulai berfikir, guru (yang seharusnya pintar dan bijak) seharusnya tahu bahwa setiap anak adalah spesial, setiap anak mempunyai kemampuan dan keunikannya sendiri-sendiri. Jika ada anak yang kidal, itu adalah keunikan dia, dan semestinya guru tidak perlu mempermasalahkannya. Tak ada yang tahu pasti mengapa manusia pada umumnya lebih banyak menggunakan tangan kanannya. Orang kebanyakan menggunakan tangan kanan menurutku lebih karena sekedar kebiasaan umum (atau mungkin aktifasi otak kiri, mungkin orang-orang dari bidang kedokteran lebih tahu ini). Apalagi doktrin kita sebagai “orang timur” yang selalu mengatakan kepada anak kecil “pakai tangan manis” menambah alasan orang untuk selalu menggunakan tangan kanan.

Saat kami menyadari Ran lebih sering menggunakan tangan kirinya, aku dan suamiku tidak pernah mempermasalahkannya. Saat Ran mulai masuk Play Group, aku sampaikan kepada pembimbingnya bahwa dia biasa menggunakan tangan kirinya untuk beraktifitas, aku meminta agar hal itu tidak perlu dilarang, kecuali saat makan, mungkin boleh diingatkan, begitu juga saat masuk TK, hal itu juga aku sampaikan kepada gurunya. 

Aku tidak mengatakan kalau anakku kidal. Dia baru berusia lima tahun dan sedang aktif-aktifnya bereksplorasi. Mungkin saat besar nanti dia akan lebih sering menggunakan salah satu tangan kiri atau kanannya saja. Buat aku, aktif menggunakan tangan kiri atau kanan bukanlah masalah yang besar. Menurutku bagus jika ada anak yang mampu menggunakan kedua tangannya secara seimbang. Itu baru keren. Memaksa anak menggunakan salah satu tangannya hanya akan membuat anak stress, merasa bersalah, atau minder.

Berikut adalah orang-orang terkenal yang kidal :

Kidal atau tidak... itu tidak akan menghalangi seorang anak untuk berprestasi... dan orangtua juga harus tahu, berprestasi bukan hanya masalah angka atau bangku sekolah... prestasi bisa di dapat di mana saja dia berada dan dalam bentuk apa saja...

@iwit
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Saturday, April 16, 2011

Mengapa Wanita (sebaiknya) Berpenghasilan Sendiri?

 
woman talk,mengapa wanita harus berpenghasilan sendiri,woman,woman support,woman power,pendidikan,pendidikan anak,

 
Beberapa hal berikut yang menurut saya sebaiknya dipertimbangkan oleh para wanita (istri).  
  
  • Lebih menyenangkan jika kita punya penghasilan sendiri.
Untuk saya, sayang rasanya membelanjakan uang dari suami kalau hanya untuk sekedar beli bedak, lipstik, tas, koleksi toples atau barang-barang “perempuan” lainnya yang hanya untuk kesenangan pribadi. Saya lebih suka memakai uang dari hasil keringat sendiri, lebih puas rasanya...

  • Membantu suami menjadi lebih kaya.
Kaya maksudnya bukan lantas bergelimang harta secara berlebih lho ya... ya yang sewajarnya saja. Walaupun suami berpenghasilan lebih, jika istri juga punya penghasilan sendiri, dia tentu akan merasa lebih kaya. Penghasilan dari dia ditambah penghasilan istri, walaupun sedikit, akan menambah pundi-pundi rupiah. Dia juga merasa lebih tenang karena kita tak melulu meminta uang untuk hal-hal yang bisa kita dapatkan sendiri.

  • Tambahan Tabungan
Sebelum kembali bekerja, dulu saya bilang ke suami bahwa gaji saya akan saya pergunakan untuk tabungan anak-anak. Walaupun tidak 100% sampai sekarang saya masih tetap bisa menabung untuk mereka.

  •  Persepsi masyarakat
Suatu saat saya “diprospek” oleh seorang petugas asuransi. Pada awalnya dia sangat bersemangat. Ketika dia bertanya apa pekerjaan saya, saya jawab “ ibu rumah tangga. “ Dia langsung mundur. Terlihat jelas di raut mukanya. Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa pekerjaan “ibu rumah tangga” sangat tidak menjanjikan untuk dijadikan jaminan. Dan di masyarakat, ibu-ibu yang punya pekerjaan di luar memang “lebih dipandang” dari pada ibu-ibu yang di rumah saja. Walaupun sesungguhnya pekerjaan itu yang paling berat di dunia. Dan pada kenyataannya... saat ini saya tetap bisa membuat asuransi untuk kedua anakku dengan penghasilan yang aku peroleh sendiri. 

  • Pasang surut kehidupan.
Hidup ada pasang surutnya, begitu juga dengan suami kita. Ada kalanya dia berjaya, punya jabatan tinggi, jadi pengusaha yang sukses, dan berpenghasilan melimpah. Tapi mungkin suatu saat terjadi hal yang sebaliknya, mungkin dia sakit sehingga tidak bisa bekerja, mungkin tiba-tiba usahanya bangkrut, dipecat, atau mendapat kemalangan yang lain. 

  •  Suami sakit atau meninggal.
Kita tidak tahu sampai kapan kita usia kita. Saat semua bisa kita miliki, bisa saja langsung terenggut. Mungkin karena sakit atau kecelakaan. Naudzubillah hi mindalik

  •  Suami berpaling.
Hai.. hai... Ini dia yang bikin jengkel... Apapun alasannya... ada saja yang membuat suami berpaling pada wanita lain... kalau hal ini terjadi... wah... siap-siap nggak dapet transferan duit tuh.... 


Yang penting lagi... jangan gara-gara tulisan ini Ladies jadi berbondong-bondong ninggalin rumah... Ingat lho ya... keluarga (ada anak-anak di dalamnya) jauh lebih penting untuk kita perhatikan. Dan bekerja... tidak harus keluar rumah.... 

Baca juga : Rahasia awet muda

Berpenghasilan tentu bukan berarti harus bekerja kantoran yang mungkin akan menghabiskan lebih dari setengah waktu kita dalam sehari. Mungkin bisa memulai usaha kecil yang dimulai dari hobi kita. Bikin kue kering bagi yang hobi memasak, menjahit, nggak harus menjahit baju, bisa juga kok menjahit pernak-pernik kecil, bagi yang hobi internetan, saat ini banyak lho pekerjaan sampingan melalui internet, atau bagi yang hobi menulis, kenapa tidak menuangkan ide-ide kita menjadi tulisan yang bisa berubah jadi rupiah... so apapun itu... just do it...


Hayo... gimana Ladies.... ready to fight....
*(Bagi para bapak... nggak perlu tersinggung lho)
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik

 

Broken Home... So What Gitu lho...

Saat kita bertemu dengan anak, remaja atau bahkan orang yang telah menginjak usia dewasa, yang menurut kita hidupnya berantakan, urakan, amburadul, hidup dari jalan ke jalan dan perilaku yang dianggap buruk sejenisnya, maka akan banyak orang yang bilang, “Maklum saja, dia kan dari keluarga broken home? Saya mengernyitkan dahi, “hmm, gitu ya…
 
Saya bertemu dengan banyak orang. Mulai dari orang yang kaya raya sampai yang kere, orang-orang kantoran sampai pengamen perempatan jalan, mahasiswa sampai yang SD saja tidak lulus. Dan sebagian dari mereka adalah teman-teman saya. Dan teman-teman saya ada yang alim, pemabuk, pemakai narkoba dan bahkan pelacur dan sebagainya. Dari mereka saya mendapat banyak cerita. Dari yang alim, saking alimnya, atau mungkin karena masih lugu (atau naïf), sampai dia tidak tahu,”curhat itu apa sih?” atau, “kondom itu apa?” Pertanyaan yang membuat kami tertawa untuk orang seusianya. Cerita si pemabuk karena bapaknya seperti itu, dan dia tidak perlu merasa takut akan dilarang ibunya, toh ibunya juga tidak perduli. Si pemakai narkoba yang katanya terjebak salah pergaulan. Dan si pelacur yang mengharapkan perhatian dan kasih sayang yang tidak dapatkan dari bapaknya. Yang kesemuanya itu garis besarnya karena broken home.  
 
Saya lahir dari keluarga yang sederhana. Sejak bapak dan ibu saya berpisah (bukan bercerai, tapi pisah rumah, ibu tinggal di Jogja, sementara bapak tinggal di Jakarta dan menikah lagi) kami 3 anak-anaknya yang saat itu masih kecil ikut ibu. Keadaan tambah parah saat bapak tidak lagi memberi nafkah kepada kami. Ibu harus bekerja keras banting tulang untuk membiayai sekolah kami. Dan kami pun jadi terbiasa membantu ibu menyiapkan dagangan, sampai mengantarkannya ke warung-warung. Status ibu yang janda bukan, bersuami juga bukan, membuat banyak orang yang berfikiran negatif. Banyak godaan untuk ibu, mulai dari yang merayu secara halus, sampai terang-terangan mengatakan,”asal mau sama aku, anakmu aku biayai.” Beruntung walaupun keadaan ekonomi morat-marit, ibu bukan orang yang selemah itu. Keadaan ibu yang seperti itu berdampak pula pada kami, anak-anaknya. Mulai yang tidak dipercaya membawa uang arisan anak-anak kampung, karena takut ditilep, sampai di dalam bus umum, di depan orang-orang yang tak dikenal ada tetangga yang nyelentuk, bicara dengan keras, “Eh, ini lho anak yang ditinggal bapaknya kawin lagi.” Wow….
 
Setelah lulus SMP saya masuk STM yang jaraknya jauh dari rumah. Untuk menghemat biaya transportasi, atas tawaran seorang guru, saya tinggal di rumah mertuanya yang jaraknya dekat dari sekolah. Bisa dibilang saya jadi pembantu di situ, karena saya harus membersihkan rumah dan memasak setiap hari. Sampai lulus saya tinggal di situ. Hampir 4 tahun (waktu itu STM tempat saya belajar berjenjang 4 tahun). Waktu naik ke kelas 4, adikku seharusnya masuk SMA, tapi karena tidak ada biaya, teman-teman seangkatannya hari pertama masuk sekolah, dia hari pertama masuk kerja jadi buruh di pabrik plastik bekas. Beruntung sore harinya ibuku diberi tahu bahwa ada sekolah yang baru buka, gratis. Jadilah adiknya tidak jadi putus sekolah. 
 
Baca juga : Rahasia awet muda
 
Lulus STM saya sebenarnya ingin kuliah, tapi karena tidak ada biaya saya langsung bekerja di Batam. Yang kata orang banyak sekali godaan di sana. Apalagi untuk anak-anak seusia kami yang baru saja lulus sekolah, menghirup kebebasan, jauh dari orang tua. Ya. Memang benar.  
 
Saya merasa beruntung dulu masuk sekolah STM yang notabene mayoritas cowok dan tinggal di rumah mertua guru saya yang kebetulan juga adalah tempat kos mahasiswi. Jadi saya tidak perlu merasa canggung berada seasrama dengan teman-teman perempuan yang lain, dan saya juga tidak merasa perlu berebut perhatian dari kaum lelaki yang memang hanya seperlimanya di Batam (bahkan mungkin kurang). 
 
Tapi di luar teman-teman seasrama dan teman-teman kerja, teman-teman saya dari luar memang kebanyakan laki-laki.  Mungkin karena saya berasal dari STM, jadi saya mudah berbaur dengan mereka tanpa merasa salah tingkah atau sok jaga imej.. Jadi mereka juga enjoy saja berteman dengan saya. (Padahal sampai SMP saya termasuk anak yang pendiam dan jarang keluar rumah).
 
Di Batam semua bisa saja terjadi. Mulai dari pergaulan bebas, sampai narkoba. Saat baru datang, teman-teman saya bertaruh kalau saya nanti pasti gonta-ganti pacar, apalagi didukung wajah saya yang yah…lumayan cantik  kalau kata saya … (Saya sempat ikut berbagai lomba modeling di Batam). Tapi sampai habis kontrak saya tidak punya pacar, semua hanya teman, karena waktu itu saya sudah punya pacar di kampung. Begitu juga saat teman-teman perempuan saya mengajak saya merokok, ke diskotik, dan sebagainya. Saya tetap pada pendirian saya. Sampai ada yang bilang,”Ah, nanti lama-lama juga ikut-ikutan.”  Saya orangnya asik diajak berteman. Tapi saya juga punya batasan untuk diri saya sendiri. Saya menghormati mereka, dan mereka juga menghormati saya. 
 
Habis kontrak kerja saya melanjutkan kuliah profesi satu tahun dengan biaya gaji terakhir saya di Batam. (Gaji sebelumnya sebagian saya kirimkan dan sebagian saya gunakan untuk mengikuti berbagai kursus dan kegiatan modeling). Lulus kuliah saya langsung bekerja, dan tinggal di kos. Otomatis sejak lulus SMP saya jarang ada di rumah. Hanya seminggu sekali saya pulang. Dan saat pulang adalah hari “rumpi nasional” buat saya. Sebab saat itu saya bisa berbagi cerita bersama ibu. Mulai dari pindah kerja, putus pacaran, sampai pacar saya saat ini dua. Makanya walaupun jarang pulang, saya tetap dekat dengan ibu, termasuk kakak dan adik saya. 
 
Suatu hari saya bertemu dengan sebuah keluarga. Keluarga itu terlihat harmonis. Bapak dan ibu tampak mesra. Say I Love you saat di telfon, cipika-cipiki saat si bapak pergi, sering bepergian bersama. Saya berfikir, bahagianya keluarga ini. Sayang bapak ibuku tidak seperti itu. 
 
Sampai suatu hari, setelah beberapa lama berinteraksi dengan keluarga tersebut, saya baru tahu, mungkin bapak ibunya memang terlihat  romantis. Tapi bagaimana dengan anak-anaknya? Ada yang beberapa kali pindah kuliah sampai akhirnya DO dan hidup di jalanan.  
 
Ada yang tidak menyelesaikan sekolahnya, ada pula yang pada awalnya dibanggakan karena bisa masuk universitas negeri  favorit, ternyata kemudian diketahui bahwa ada perbuatannya yang sangat memalukan hingga merasa perlu dirahasiakan dari keluarga yang lain. Semakin saya banyak tahu tentang keluarga itu, semakin membuat saya pusing. Saya heran. Dari keluarga yang “baik-baik saja,” berpendidikan dan ekonomi yang bercukupan. Apanya yang salah.  
 
Banyak pasangan menikah, meskipun katanya sudah tidak akur lagi…. “Tidak ada kecocokan lagi” kalau kata para selebritis, tapi mereka tetap terus mempertahankan pernikahannya… katanya demi anak….  Kalau saya kok nggak gitu ya…. 
 
Kalau kita sudah tidak bisa sejalan dengan pasangan kita, kalau kita paksakan untuk tetap terus bersama, maka yang akan terjadi adalah saling menyakiti hati satu sama lain, bukan hanya pasangan yang merasa tersiksa, anak-anak pun akan merasakan dampaknya, walaupun mungkin mereka tidak bicara. Kalau memang sudah tidak bisa bersama, untuk apa terus memaksakan diri untuk tetap bersama.
 
Kalau menurut saya, bukan masalah pasangan bercerai atau tidak, mungkin lebih kepada gaiaimana orangtua membekali anak-anaknya, dan bagaimana anak membentengi diri sendiri dan bukan mencari alasan yang sia-sia.
 
Saya merasa bangga dengan keadaan saya saat ini. Walaupun kata orang saya berasal dari keluarga yang “Broken Home” toh saya dan saudara-saudara saya masih berada “di jalan yang benar.” Saya bangga dengan ibu saya (yang tidak berpendidikan) yang telah mendidik saya menjadi orang yang “kuat.” Dan saya juga berterimakasih kepada bapak saya, walaupun telah mentelantarkan kami, tapi dari bapaklah kami dipaksa untuk berjuang. 
 
Dari sini saya banyak mengambil pelajaran. Bukan tentang kamu berasal dari mana, bagaimana keluargamu. Tetapi tentang bagaimana kamu menghadapinya. Jangan mencari alasan untuk menyalahkan orang tuamu.  Dan jangan pula merasa bersalah atas keputusan mereka. Tapi carilah alasan untukmu berjuang.
So.... Broken Home?! So What Gitu Lho!!!  
 
==============================================

Cek juga tutorial menghias tumpeng : https://youtu.be/8YAUsn770A8

Baca juga : Buket Wisuda

Baca juga : Buket Uang  

Baca juga : contoh-berbagai-macam-mahar-pernikahan

Baca juga : Contoh seserahan/mahar part 1

 

===========================================

Cek ig saya yang berisi tentang buket dan craft yang lainnya : Gabah Craft & Creative

Youtube Tutorial Craft Syua Mada Craft & Creative

Youtube tentang perjalanan, budaya dan wisata : Syua Mada

Youtube tentang lirik lagu barat : Syua Mada Lirik